Pendanaan Usaha lewat SCF Tembus Rp2,04 Triliun, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Pengusaha Perluas Sumber Modal di Luar Kredit Bank
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 28 September 2026 HAMBALANG — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha Indonesia mulai memperluas pemahaman mengenai sumber permodalan di luar kredit perbankan. Salah satu alternatif yang berkembang adalah Securities Crowdfunding (SCF), mekanisme penghimpunan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 28 September 2026
HAMBALANG — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha Indonesia mulai memperluas pemahaman mengenai sumber permodalan di luar kredit perbankan. Salah satu alternatif yang berkembang adalah Securities Crowdfunding (SCF), mekanisme penghimpunan dana melalui penawaran efek berbasis teknologi yang berada dalam kerangka pengaturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
Data resmi terbaru OJK menunjukkan, sepanjang Agustus 2026 terdapat 16 efek baru dan tiga penerbit baru melalui SCF, dengan dana yang dihimpun sebesar Rp29,97 miliar. Dengan perkembangan tersebut, nilai dana yang dihimpun melalui SCF secara agregat telah mencapai Rp2,04 triliun.
Angka itu meningkat dibanding posisi akhir Juli 2026, ketika penghimpunan dana SCF secara agregat masih sebesar Rp2,01 triliun. Pada Juli terdapat 17 efek baru dan delapan penerbit baru dengan dana yang dihimpun Rp25,79 miliar.
Pasar Modal Juga Menjadi Sumber Pembiayaan Dunia Usaha
Perkembangan SCF terjadi bersamaan dengan tetap kuatnya aktivitas penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal. OJK mencatat sampai akhir Agustus 2026, penghimpunan dana korporasi domestik di pasar modal mencapai Rp128,80 triliun.
Realisasi tersebut berasal dari tujuh IPO, 12 Penawaran Umum Terbatas, sembilan Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, serta 111 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS. OJK juga mencatat terdapat 24 rencana penawaran umum dalam pipeline dengan nilai indikatif Rp48,31 triliun.
Jumlah investor pasar modal dalam negeri juga terus berkembang. Pada Agustus 2026 terdapat tambahan sekitar 1,07 juta investor baru, sehingga secara tahun berjalan jumlah investor mencapai 31,14 juta.
Bagi Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pengusaha perlu meningkatkan literasi mengenai struktur modal perusahaan.
“Pengusaha Indonesia jangan hanya mengenal satu pintu permodalan. Kredit bank tetap penting, tetapi perusahaan yang ingin berkembang harus memahami berbagai instrumen pembiayaan yang legal dan sesuai dengan tahap pertumbuhan usahanya.”
SCF Bukan Sekadar “Pinjaman Online”
Asosiasi menekankan bahwa SCF tidak boleh dipahami sebagai cara memperoleh uang secara instan. Mekanismenya berkaitan dengan penerbitan efek dan memiliki ketentuan serta risiko yang harus dipahami oleh penerbit maupun investor.
Karena itu, setiap perusahaan yang mempertimbangkan SCF perlu menilai kondisi keuangan, kebutuhan modal, kemampuan memberikan informasi kepada calon pemodal, struktur usaha, rencana penggunaan dana serta kewajiban setelah memperoleh pendanaan.
“Jangan memilih instrumen pembiayaan hanya karena terlihat mudah mendapatkan modal. Yang harus dihitung adalah biaya dana, kewajiban perusahaan, kemampuan menghasilkan keuntungan dan kesesuaian instrumen dengan rencana bisnis.”
ETH Dorong Pembentukan “Investment & Capital Desk”
Untuk membantu pengusaha memahami berbagai pilihan permodalan, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Investment & Capital Desk secara nasional.
Program tersebut dapat memberikan pemetaan terhadap perusahaan anggota berdasarkan tahap perkembangan usahanya, kemudian membantu menentukan alternatif pembiayaan yang relevan, antara lain kredit perbankan, pembiayaan lembaga keuangan, SCF, investor strategis hingga persiapan menuju pasar modal bagi perusahaan yang telah memenuhi persyaratan.
Pendampingan diarahkan mencakup pembenahan legalitas perusahaan, laporan keuangan dan tata kelola; penyusunan business plan serta kebutuhan modal; penilaian kemampuan perusahaan menerima investasi atau pembiayaan; edukasi mengenai risiko masing-masing instrumen; hingga business matching dengan penyelenggara atau lembaga keuangan yang legal dan berizin.
“ETH ingin membantu pengusaha memilih modal yang tepat, bukan sekadar mendapatkan uang. Pembiayaan harus membuat perusahaan bertambah produktif, bukan menciptakan beban baru yang tidak sebanding dengan kemampuan usaha.”
UMKM Potensial Perlu Disiapkan Naik Kelas
Bagi UMKM yang terus berkembang, kemampuan menyusun pembukuan dan laporan keuangan menjadi fondasi penting sebelum mencari investor maupun pembiayaan eksternal.
Asosiasi Pengusaha ETH mendorong agar perusahaan mulai membedakan keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan, memiliki pencatatan transaksi yang tertib, mengetahui kebutuhan modalnya secara terukur serta mempunyai rencana penggunaan dana.
“Pengusaha yang meminta modal harus mampu menjelaskan untuk apa dana digunakan, bagaimana modal menghasilkan pendapatan, berapa target pertumbuhan, dan bagaimana kewajiban kepada pemberi dana akan dipenuhi.”
ETH Dorong Modal Masuk ke Sektor Produktif
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar penghimpunan modal digunakan terutama untuk ekspansi produksi, pembelian mesin dan teknologi, peningkatan kapasitas, pembangunan jaringan distribusi, pengembangan produk, digitalisasi, ekspor serta penciptaan lapangan pekerjaan.
OJK sendiri menegaskan bahwa pasar modal tetap memainkan peran penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Data Agustus menunjukkan penghimpunan dana korporasi dan SCF terus berlangsung, tetapi aktivitas tersebut tetap berada dalam pengawasan dan ketentuan pasar modal.
“Semakin banyak pengusaha memahami instrumen pembiayaan, semakin besar kesempatan perusahaan Indonesia tumbuh dengan struktur modal yang sehat. ETH ingin menjadi jembatan antara pengusaha, investor, perbankan dan pasar keuangan yang resmi.”
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
28 September 2026





