EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang Soroti Pentingnya Radio Komunikasi Maritim untuk Keselamatan Nelayan di Laut

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Sabtu, 31 Oktober 2026 Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Keselamatan nelayan ketika melaut tidak hanya ditentukan oleh kondisi kapal, ketersediaan alat keselamatan, dan keadaan cuaca. Kemampuan berkomunikasi dengan kapal lain, pelabuhan, serta petugas terkait...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Sabtu, 31 Oktober 2026

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Keselamatan nelayan ketika melaut tidak hanya ditentukan oleh kondisi kapal, ketersediaan alat keselamatan, dan keadaan cuaca. Kemampuan berkomunikasi dengan kapal lain, pelabuhan, serta petugas terkait juga menjadi faktor penting untuk mencegah risiko kecelakaan dan mempercepat pertolongan ketika terjadi keadaan darurat.

banner 468x60

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai bahwa akses terhadap perangkat komunikasi maritim yang layak, legal, dan mudah digunakan perlu mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah. Nelayan, khususnya nelayan kecil, harus memperoleh pendampingan agar tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi komunikasi keselamatan di laut.

Radio komunikasi bukan sekadar alat untuk bertukar informasi. Dalam kondisi darurat, perangkat tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan panggilan marabahaya, memberitahukan posisi dan keadaan kapal, meminta bantuan, serta berkoordinasi dengan kapal lain maupun petugas keselamatan pelayaran.

Komunikasi radio maritim perlu diperkuat

Pada 8 September 2026, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung memberitakan pelaksanaan program Maritime on the Spot (MOTS) yang melibatkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Lampung bersama sejumlah instansi. Program tersebut menghadirkan layanan dan bimbingan teknis penggunaan radio maritim di PPI Lempasing, termasuk pendampingan perizinan perangkat radio melalui Izin Stasiun Radio maritim.

Program seperti ini penting karena nelayan membutuhkan kemudahan memperoleh informasi, pendampingan teknis, dan pemahaman mengenai penggunaan frekuensi radio sesuai ketentuan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung

Sebelumnya, pada 24 Juni 2026, Pelabuhan Perikanan Nusantara Tanjungpandan juga menyelenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis Short Range Certificate (SRC) bagi nelayan dan awak kapal perikanan. Materinya mencakup penggunaan radio komunikasi maritim, komunikasi darurat, komunikasi antarkapal, serta penerimaan informasi keselamatan pelayaran. Kementerian Kelautan dan Perikanan

Fakta tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan keterampilan komunikasi maritim bukan hanya kebutuhan kapal besar. Nelayan kecil juga perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk memahami prosedur komunikasi dan menggunakan perangkat yang sesuai dengan ketentuan.

Jangan biarkan nelayan kesulitan meminta pertolongan

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang bahwa masih diperlukan upaya pemerataan akses komunikasi keselamatan, terutama bagi nelayan yang beroperasi jauh dari daratan atau di wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan telepon seluler.

Dalam situasi kapal mengalami kerusakan mesin, kebocoran, gangguan navigasi, atau keadaan darurat lainnya, keterlambatan menyampaikan informasi dapat memperbesar risiko. Karena itu, setiap kapal perlu memiliki prosedur komunikasi darurat yang dipahami nakhoda dan awak kapal.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa edukasi penggunaan radio tidak berhenti pada pembagian perangkat atau kegiatan sosialisasi sesaat. Pelatihan praktik, pemahaman kanal komunikasi yang benar, prosedur panggilan darurat, dan pemeliharaan perangkat harus menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan.

Penggunaan radio harus legal dan sesuai prosedur

Keselamatan komunikasi juga berkaitan dengan ketertiban penggunaan frekuensi. Nelayan perlu memperoleh penjelasan yang mudah dipahami mengenai perizinan dan aturan penggunaan perangkat radio agar komunikasi maritim tidak menimbulkan gangguan terhadap pengguna frekuensi lainnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital bersama instansi sektor kelautan perlu memperluas layanan pendampingan perizinan serta pelatihan operator radio. Informasi persyaratan harus disampaikan secara terbuka, sederhana, dan mudah dijangkau oleh nelayan kecil.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan komunikasi radio harus berjalan seiring dengan kemudahan pelayanan. Jangan sampai nelayan menghadapi prosedur yang rumit karena keterbatasan informasi dan pendampingan.

Pandangan dan saran Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang

Sebagai bagian dari kontrol sosial dan wadah perjuangan masyarakat nelayan, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyampaikan beberapa masukan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Pertama, memperluas program pelatihan radio komunikasi maritim hingga ke pelabuhan perikanan kecil, pangkalan pendaratan ikan, dan sentra nelayan tradisional.

Kedua, menyediakan layanan pendampingan perizinan radio maritim yang sederhana, transparan, dan terjangkau bagi nelayan kecil.

Ketiga, memberikan pelatihan praktik kepada nakhoda dan awak kapal mengenai panggilan darurat, penyampaian posisi kapal, serta prosedur meminta pertolongan.

Keempat, mendorong ketersediaan perangkat komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi nelayan, tanpa mengabaikan standar keselamatan.

Kelima, membangun koordinasi komunikasi antara kapal nelayan, pelabuhan perikanan, petugas keselamatan pelayaran, dan lembaga pencarian serta pertolongan.

Keenam, melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan perangkat komunikasi secara berkala agar alat yang tersedia benar-benar berfungsi ketika dibutuhkan.

Ketujuh, memberikan edukasi mengenai penggunaan frekuensi radio secara tertib dan sesuai ketentuan sehingga tidak mengganggu sistem komunikasi pengguna lainnya.

Kedelapan, membuka ruang pengaduan bagi nelayan yang mengalami kesulitan memperoleh layanan perizinan, pelatihan, atau akses perangkat komunikasi keselamatan.

Keselamatan nelayan harus menjadi tanggung jawab bersama

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa keselamatan nelayan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab nakhoda dan pemilik kapal. Pemerintah, pengelola pelabuhan, penyedia layanan komunikasi, serta seluruh pemangku kepentingan sektor perikanan harus mengambil bagian dalam membangun sistem keselamatan yang lebih kuat.

Teknologi komunikasi yang tepat, keterampilan awak kapal, dan koordinasi pertolongan yang baik dapat membantu mengurangi risiko ketika nelayan menghadapi keadaan darurat di laut.

Nelayan adalah bagian penting dari ketahanan pangan dan perekonomian nasional. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap keselamatan jiwa mereka harus diwujudkan melalui kebijakan, pelayanan, dan program nyata yang dapat dirasakan sampai ke tingkat masyarakat pesisir.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komunikasi keselamatan maritim secara merata. Jangan menunggu terjadi kecelakaan atau hilangnya kontak kapal baru perhatian diberikan.

Setiap nelayan berhak memperoleh pengetahuan, akses, dan sarana komunikasi keselamatan yang memadai. Laut merupakan sumber kehidupan, tetapi keselamatan manusia yang bekerja di dalamnya harus selalu menjadi prioritas utama.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang

Kuat Bersama, Tangguh di Laut.

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sumber informasi:

1. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, 8 September 2026 — Komunikasi dan Perangkat Maritim dalam Program MOTS. https://dkp.lampungprov.go.id/detail-post/komunikasi-dan-perangkat-maritim-dalam-program-mots

2. PPID Kementerian Kelautan dan Perikanan, 24 Juni 2026 — Peran Radio Komunikasi dalam Sosialisasi dan Bimtek Short Range Certificate. https://ppid.kkp.go.id/upt/pelabuhan-perikanan-nusantara-tanjungpandan/news/detail/ppn-tanjungpandan-sampaikan-peran-radio-komunikasi-pada-gelar-sosialisasi-dan-bimtek-short-range-certificate-src-bagi-operator-radio-kapal-perikanan/

3. RRI, 25 Juni 2026 — Nelayan Dilatih Terampil Gunakan Perangkat Komunikasi Radio. https://rri.co.id/tual/info-kementerian/2518058/nelayan-dilatih-terampil-gunakan-perangkat-komunikasi-radio

4. Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, 31 Oktober 2025 — Komdigi dan KKP Bekali Para Pelaku Usaha Perikanan Keterampilan Komunikasi Radio. https://infradigital.komdigi.go.id/berita-komdigi-dan-kkp-bekali-para-pelaku-usaha-perikanan-keterampilan-komunikasi-radio-27-6629

banner 336x280
Secret Link