EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Pengungsi Gempa NTT Tembus 192 Ribu Jiwa, DPN Elang Tiga Hambalang: Pemulihan Harus Menjangkau Rumah, Air Bersih dan Kehidupan Warga

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 30 Agustus 2026, Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap penanganan pascagempa besar di Nusa Tenggara Timur. Data terbaru BNPB yang disampaikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 mencatat jumlah...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 30 Agustus 2026, Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap penanganan pascagempa besar di Nusa Tenggara Timur. Data terbaru BNPB yang disampaikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 mencatat jumlah pengungsi bertambah 16.394 orang sehingga total mencapai 192.303 jiwa. Pada saat yang sama, tercatat 9.278 gempa susulan dengan magnitudo berkisar 1 hingga 6,2.

Gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026. Hingga pembaruan 28 Agustus, BNPB mencatat korban meninggal dunia sebanyak 111 orang. Aktivitas seismik susulan diperkirakan masih dapat berlangsung beberapa pekan setelah gempa utama.

banner 468x60

DPN Elang Tiga Hambalang menilai skala pengungsian yang sangat besar menjadikan penanganan bencana NTT bukan lagi sekadar persoalan daerah, tetapi persoalan kemanusiaan nasional yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

DPN ETH: Setelah Evakuasi, Tantangan Besar adalah Memulihkan Kehidupan

Ketua Umum DewPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menilai fase penanganan pascabencana harus memastikan masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian.

Menurut DPN ETH, kebutuhan penyintas bukan hanya tenda dan makanan pada hari-hari pertama. Setelah kondisi darurat mulai terkendali, perhatian harus beralih secara bertahap pada kepastian hunian, pelayanan kesehatan, air bersih, pendidikan anak, pemulihan mata pencaharian serta pembangunan kembali fasilitas umum.

DPN ETH berpandangan bahwa setiap keluarga terdampak membutuhkan kepastian mengenai kondisi rumah mereka: apakah aman ditempati kembali, perlu diperbaiki, atau harus dibangun ulang.

Pemulihan rumah warga harus dilakukan dengan cepat tetapi tetap memperhatikan standar bangunan tahan gempa agar risiko serupa dapat dikurangi pada masa mendatang.

Air Bersih Menjadi Kebutuhan Mendesak

Salah satu kebutuhan paling penting di lokasi pengungsian adalah air bersih.

Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan hingga 27 Agustus 2026 telah menyalurkan sekitar 214.000 liter air bersih kepada 21.740 jiwa di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada. Dukungan dilakukan menggunakan 12 mobil tangki air dan 27 hidran umum serta menjangkau pos pengungsian, fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah dan permukiman masyarakat.

DPN ETH menilai penyediaan air bersih harus menjadi prioritas selama masyarakat masih berada di pengungsian karena keterbatasan air dapat dengan cepat berkembang menjadi persoalan kesehatan dan sanitasi.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma memandang pelayanan dasar di tempat pengungsian harus mendapat perhatian yang sama besarnya dengan pembangunan kembali infrastruktur.

DPN ETH menilai kelompok paling rentan—anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan pengobatan rutin—harus dipastikan mendapat pelayanan khusus.

Bantuan Hampir Seribu Ton Telah Disalurkan

Skala operasi kemanusiaan juga terlihat dari distribusi logistik.

BNPB melaporkan pada periode 15 hingga 22 Agustus saja sebanyak 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton bantuan logistik telah dikirim dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma menuju wilayah terdampak melalui Labuan Bajo dan Maumere.

DPN Elang Tiga Hambalang mengapresiasi keterlibatan pemerintah, TNI-Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu korban.

Namun besarnya volume bantuan juga memerlukan sistem distribusi yang transparan dan akurat agar masyarakat di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil tidak tertinggal.

Karakter geografis NTT yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan membuat distribusi bantuan mempunyai tantangan tersendiri. BNPB sebelumnya menggunakan dukungan transportasi laut dan udara untuk menjangkau sejumlah wilayah terdampak.

Jangan Sampai Desa Terpencil Menjadi yang Terakhir Mendapat Bantuan

DPN ETH mendorong pendataan kebutuhan dilakukan hingga tingkat desa dan dusun.

Dalam kondisi bencana besar, distribusi bantuan berpotensi lebih mudah terkonsentrasi pada lokasi pengungsian yang memiliki akses jalan baik. Sementara masyarakat di daerah pegunungan, pulau kecil ataupun wilayah dengan akses terbatas membutuhkan upaya tambahan.

Karena itu, DPN ETH mendorong lima perhatian utama dalam penanganan pascagempa NTT:

  1. Pastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, terutama makanan, air bersih, sanitasi, obat-obatan dan tempat tinggal sementara yang aman.
  2. Percepat pendataan rumah rusak sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi.
  3. Pastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan, termasuk penyediaan ruang belajar sementara apabila sekolah belum aman digunakan.
  4. Pulihkan ekonomi warga, terutama petani, nelayan, pedagang kecil dan pelaku UMKM yang kehilangan sumber penghasilan.
  5. Pastikan bantuan menjangkau daerah terpencil secara adil dan transparan, dengan data penerima yang dapat dipertanggungjawabkan.

84 Keluarga Sempat Kembali dari Pengungsian, Pemulihan Hunian Terus Berjalan

BNPB sebelumnya melaporkan sebanyak 84 kepala keluarga yang mengungsi di GOR Gelora Samador telah kembali ke rumah pada 24 Agustus, bersamaan dengan upaya pemerintah mempercepat pemulihan hunian penyintas gempa.

Namun perkembangan terbaru menunjukkan jumlah keseluruhan pengungsi kembali meningkat menjadi lebih dari 192 ribu jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan dinamika penanganan bencana masih sangat tinggi dan keselamatan masyarakat harus tetap menjadi pertimbangan utama sebelum warga kembali ke rumah.

DPN ETH menilai masyarakat tidak boleh dipaksa meninggalkan pengungsian sebelum memperoleh informasi yang jelas mengenai keamanan bangunan dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Pemulihan Ekonomi Jangan Terlupakan

DPN Elang Tiga Hambalang juga mengingatkan bahwa dampak bencana tidak berakhir ketika bantuan makanan sudah tersedia.

Banyak warga berpotensi kehilangan pekerjaan, usaha, lahan produktif, ternak, peralatan kerja ataupun akses menuju tempat mereka mencari nafkah.

Karena itu program rehabilitasi dan rekonstruksi perlu memasukkan pemulihan ekonomi keluarga sebagai salah satu agenda utama.

H. Safrizal menempatkan keberlanjutan kehidupan penyintas sebagai bagian penting dari pemulihan. Menurut pandangan DPN ETH, pemerintah perlu membantu masyarakat kembali berdiri dengan mata pencaharian yang memungkinkan mereka hidup mandiri setelah masa tanggap darurat berakhir.

Dari Hambalang, DPN ETH Serukan Solidaritas Nasional

DPN Elang Tiga Hambalang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan mendoakan seluruh masyarakat yang masih berada di pengungsian memperoleh keselamatan serta kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan.

Organisasi juga mengajak masyarakat yang ingin membantu agar menyalurkan bantuan melalui lembaga dan kanal resmi sehingga distribusinya dapat tercatat, terkoordinasi dan tepat sasaran.

Bagi DPN ETH, tragedi NTT menjadi pengingat bahwa solidaritas kebangsaan harus hadir bukan hanya ketika bencana menjadi berita utama, tetapi sampai rumah warga kembali berdiri, sekolah kembali digunakan, kegiatan ekonomi kembali bergerak dan masyarakat dapat menjalani kehidupan secara normal.

Dari Hambalang untuk Nusa Tenggara Timur — Selamatkan Warganya, Pulihkan Rumahnya, Bangkitkan Kehidupannya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
H. Safrizal

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
Ganda Satria Dharma

banner 336x280