Petani Bawang Solok Manfaatkan Teknologi Perangkap Hama, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: Kurangi Ketergantungan Pestisida, Lindungi Petani
Hambalang— Kamis, 27 Agustus 2026 — Inovasi pertanian mulai diterapkan petani bawang merah di kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Petani memanfaatkan teknologi perangkap hama untuk membantu mengendalikan organisme pengganggu tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida. Penerapan teknologi...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang— Kamis, 27 Agustus 2026 — Inovasi pertanian mulai diterapkan petani bawang merah di kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Petani memanfaatkan teknologi perangkap hama untuk membantu mengendalikan organisme pengganggu tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida.
Penerapan teknologi tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Pemanfaatan teknologi dan dukungan energi listrik dalam kegiatan budidaya dinilai dapat membantu petani melakukan pengendalian hama secara lebih efektif.
Satuan Petani ETH: Teknologi Harus Mempermudah Petani
Menanggapi perkembangan tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) mendukung pemanfaatan teknologi pertanian yang dapat membantu petani mengendalikan hama dengan lebih efektif dan efisien.
Menurut Satuan Petani ETH, inovasi pertanian harus diarahkan untuk menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas serta mengurangi risiko kesehatan dan lingkungan akibat penggunaan pestisida yang tidak terkendali.
“Teknologi pertanian harus hadir untuk mempermudah pekerjaan petani. Jika perangkap hama mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sekaligus menjaga tanaman, inovasi seperti ini perlu diperluas dan dibuat terjangkau bagi petani.”
Hama Menjadi Tantangan Petani Bawang
Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang membutuhkan pemeliharaan intensif. Serangan organisme pengganggu dapat memengaruhi kualitas maupun jumlah produksi sehingga pengendalian hama menjadi salah satu komponen penting dalam budidaya.
Namun penggunaan pestisida secara berlebihan juga dapat meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa teknologi perangkap hama dapat menjadi bagian dari pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penggunaan teknologi tetap perlu dikombinasikan dengan pemantauan tanaman, sanitasi kebun dan metode budidaya yang tepat.
Jangan Sampai Teknologi Hanya Bisa Dinikmati Petani Besar
Satuan Petani ETH mengingatkan bahwa modernisasi pertanian tidak boleh menciptakan kesenjangan baru. Teknologi yang terbukti membantu petani harus dapat dijangkau kelompok tani kecil dan menengah.
Pemerintah daerah, penyuluh dan lembaga terkait didorong melakukan demonstrasi lapangan, pelatihan penggunaan alat serta pendampingan agar petani memahami manfaat maupun keterbatasan teknologi tersebut.
Bantuan peralatan juga harus diberikan berdasarkan kebutuhan nyata di sentra produksi dan disertai pengawasan agar tepat sasaran.
Empat Langkah yang Didorong Satuan Petani ETH
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah memperluas uji coba teknologi perangkap hama di sentra hortikultura, memberikan pelatihan kepada kelompok tani, mengintegrasikannya dengan program Pengendalian Hama Terpadu serta melakukan evaluasi terhadap efektivitas teknologi dan penghematan biaya pestisida.
Jika hasilnya terbukti efektif, teknologi tersebut dapat diperluas ke daerah produksi bawang maupun komoditas lain yang menghadapi persoalan serupa.
Teknologi untuk Produktivitas dan Kesejahteraan
Satuan Petani ETH menegaskan modernisasi pertanian seharusnya memiliki tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.
“Petani Indonesia jangan hanya menjadi penonton perkembangan teknologi. Mereka harus menjadi pengguna sekaligus penerima manfaatnya. Biaya produksi harus turun, hasil pertanian harus semakin baik dan pendapatan petani harus meningkat,” demikian pendapat Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Inovasi yang diterapkan petani bawang di Alahan Panjang diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi sederhana dan tepat guna dapat membantu membangun pertanian Indonesia yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Sumber: ANTARA Sumatera Barat — Petani bawang Alahan Panjang manfaatkan teknologi perangkap hama.





