Potensi zakat Banten diperkuat, dana sosial diharapkan makin luas menyentuh masyarakat
BANTEN — Rabu, 30 September 2026 Penguatan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) terus dilakukan di Provinsi Banten. BAZNAS Provinsi Banten menargetkan penghimpunan zakat mencapai Rp35 miliar hingga Desember 2026, dengan harapan manfaatnya dapat menjangkau...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
BANTEN — Rabu, 30 September 2026 Penguatan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL) terus dilakukan di Provinsi Banten. BAZNAS Provinsi Banten menargetkan penghimpunan zakat mencapai Rp35 miliar hingga Desember 2026, dengan harapan manfaatnya dapat menjangkau semakin banyak masyarakat.
Pemerintah Provinsi Banten turut mengajak berbagai unsur masyarakat membantu BAZNAS meningkatkan penghimpunan ZIS DSKL melalui lembaga resmi.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dalam rangkaian Sosialisasi Pengelolaan ZIS DSKL yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Banten.
Rangkaian sosialisasi berlangsung pada 23–30 September 2026 di delapan kabupaten/kota dan menyasar berbagai unsur, mulai dari komunitas, sekolah dan lembaga pendidikan, organisasi, lembaga hingga kelompok masyarakat lainnya.
BAZNAS Banten targetkan Rp35 miliar
Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyuddin menyampaikan target penghimpunan zakat sebesar Rp35 miliar hingga Desember 2026.
Peningkatan penghimpunan diharapkan memperluas manfaat dana yang dapat disalurkan kepada masyarakat.
Selain memperluas kemitraan, BAZNAS Banten juga menempatkan kepercayaan publik sebagai bagian penting dalam peningkatan penghimpunan.
Karena itu, sosialisasi, edukasi, serta penyampaian informasi mengenai pengelolaan zakat terus dilakukan kepada masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang (DPP ETH) Banten, James Makapedua, S.E., memandang besarnya potensi zakat perlu diikuti pengelolaan yang transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Menurut James, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat penghimpunan melalui lembaga resmi.
“Potensi zakat di Banten cukup besar. Yang perlu dijaga adalah kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan yang transparan dan penyaluran yang tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar terlihat,” ujar James.
Ia menilai peningkatan penghimpunan sebaiknya diikuti dengan penguatan kualitas program agar dana yang terkumpul memberikan dampak sosial maupun ekonomi yang lebih luas.
Dari bantuan sosial menuju pemberdayaan
DPP ETH Banten memandang zakat memiliki peran penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, baik dalam memenuhi kebutuhan mendesak maupun melalui program pemberdayaan sesuai ketentuan pengelolaan zakat.
Bagi mustahik yang memiliki potensi usaha, program produktif dapat diperkuat melalui bantuan permodalan yang sesuai, peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, hingga pemasaran.
“Bantuan untuk kebutuhan mendesak tetap penting. Tetapi bagi penerima yang memungkinkan untuk diberdayakan, perlu ada program yang membantu mereka meningkatkan kemampuan dan penghasilan agar secara bertahap semakin mandiri,” kata James.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan dapat dilihat dari perkembangan penerima manfaat setelah memperoleh bantuan.
Dengan demikian, pengelolaan zakat tidak hanya dihitung berdasarkan jumlah dana yang disalurkan, tetapi juga perubahan yang dihasilkan bagi masyarakat.
Pendidikan dan kesehatan dapat diperkuat
Selain pemberdayaan ekonomi, dana sosial keagamaan juga memiliki ruang untuk memberikan manfaat dalam bidang pendidikan dan kesehatan sesuai ketentuan penyalurannya.
Bantuan pendidikan dapat membantu anak dari keluarga yang memenuhi kriteria penerima mempertahankan keberlanjutan sekolahnya.
Sementara dalam bidang kesehatan, bantuan dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan dan memenuhi persyaratan sebagai penerima.
DPP ETH Banten memandang program-program tersebut perlu disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan disertai pendataan yang baik.
Penyaluran harus tepat sasaran
James menekankan bahwa peningkatan penghimpunan harus berjalan bersama ketepatan penyaluran.
Pendataan mustahik, verifikasi penerima, mekanisme penyaluran, serta evaluasi hasil program menjadi bagian penting agar dana yang terkumpul memberikan manfaat sesuai tujuan.
“Dana zakat adalah amanah. Karena itu, pengelolaannya harus transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan masyarakat yang memang berhak menerima harus mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Pemprov Banten juga menekankan pentingnya keterbukaan dan pengawasan dalam pengelolaan dana ZIS untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
UPZ dapat memperluas penghimpunan
Penguatan ekosistem zakat di Banten juga diarahkan melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Wakil Gubernur Banten mendorong instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan lingkungan kerja lainnya untuk membentuk UPZ sebagai sarana mempermudah penghimpunan zakat melalui lembaga resmi.
Keberadaan UPZ dapat membantu penghimpunan menjadi lebih terorganisasi sekaligus memperluas jangkauan edukasi mengenai zakat.
DPP ETH Banten memandang perluasan kanal penghimpunan perlu diikuti informasi yang jelas mengenai mekanisme pembayaran, pengelolaan, serta program penyaluran.
Transparansi menjadi kunci kepercayaan
Penguatan penghimpunan ZIS DSKL pada akhirnya sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat.
Semakin terbuka informasi mengenai dana yang dihimpun, program yang dijalankan, kelompok penerima manfaat, serta hasil yang dicapai, semakin besar peluang masyarakat memahami dampak zakat yang mereka tunaikan melalui lembaga resmi.
DPP ETH Banten menekankan tiga aspek yang perlu dijaga, yakni transparansi pengelolaan, ketepatan sasaran, dan penguatan program pemberdayaan.
Dengan target penghimpunan zakat mencapai Rp35 miliar hingga Desember 2026, peningkatan dana yang terkumpul diharapkan berjalan seiring dengan semakin luasnya manfaat yang diterima masyarakat Banten.
Sumber: Pemerintah Provinsi Banten/BAZNAS Provinsi Banten, September 2026
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





