Presiden Dijadwalkan Tinjau NTT Hari Ini, DPN Elang Tiga Hambalang: Pemulihan Harus Cepat, Transparan dan Menjangkau Seluruh Rakyat
JAKARTA, RABU 26 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menyerukan percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul bertambahnya jumlah korban meninggal menjadi 103 jiwa, 1.666 orang...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
JAKARTA, RABU 26 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menyerukan percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul bertambahnya jumlah korban meninggal menjadi 103 jiwa, 1.666 orang luka-luka, serta 185.131 warga mengungsi.
Seruan tersebut disampaikan bertepatan dengan agenda Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang pada Rabu pagi ini dijadwalkan bertolak dari Bali menuju NTT untuk melihat langsung kondisi masyarakat, pengungsian serta perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah Pulau Flores.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menilai kehadiran langsung Presiden di wilayah terdampak merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh kebijakan penanganan bencana benar-benar berjalan sampai ke tingkat masyarakat.
DPN ETH berharap kunjungan Presiden tidak hanya memastikan keberhasilan masa tanggap darurat, tetapi juga mempercepat transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat, fasilitas kesehatan, sekolah, jalan, jaringan air bersih serta berbagai fasilitas publik yang mengalami kerusakan.
Korban Meninggal Bertambah Menjadi 103 Jiwa
Berdasarkan pembaruan BNPB hingga Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 103 orang, bertambah tiga orang dibandingkan data sebelumnya.
Korban meninggal tercatat sebanyak 41 orang di Kabupaten Manggarai, 34 orang di Manggarai Timur, 13 orang di Nagekeo, enam orang di Sikka, lima orang di Ngada, tiga orang di Ende dan satu orang di Manggarai Barat.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.666 orang mengalami luka-luka. Jumlah masyarakat yang mengungsi juga mencapai 185.131 jiwa yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak.
BNPB menyatakan penambahan jumlah pengungsi antara lain dipengaruhi gempa susulan yang masih menimbulkan kepanikan dan trauma bagi masyarakat.
DPN Elang Tiga Hambalang menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga yang kehilangan anggota keluarga serta mendoakan korban luka mendapatkan pemulihan secepatnya.
H. Safrizal: Jangan Ada Desa Terpencil Terlewat dari Bantuan
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menekankan bahwa tantangan utama penanganan bencana di wilayah kepulauan dan pegunungan adalah memastikan bantuan tidak hanya terkonsentrasi pada pusat-pusat pengungsian yang mudah dijangkau.
DPN ETH meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada desa terpencil, masyarakat yang mengungsi secara mandiri, kelompok lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas serta masyarakat yang membutuhkan perawatan kesehatan secara berkelanjutan.
Dalam pernyataan DPN ETH yang disiapkan untuk publikasi, H. Safrizal menegaskan:
“Jangan sampai bantuan terlihat banyak di pusat kabupaten, tetapi masih ada saudara kita di desa dan wilayah terpencil yang kesulitan mendapatkan makanan, air bersih, obat-obatan atau tempat tinggal sementara. Negara harus hadir sampai kepada masyarakat yang paling sulit dijangkau.”
Menurutnya, besarnya jumlah pengungsi membutuhkan sistem logistik yang terus diperbarui berdasarkan data lapangan.
“Seratus delapan puluh lima ribu lebih warga yang mengungsi bukan sekadar angka. Di dalam angka itu ada anak-anak, orang tua, ibu, ayah dan keluarga yang sedang menunggu kepastian kapan mereka dapat kembali hidup secara normal,” demikian pernyataan yang disiapkan H. Safrizal.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Cek Langsung Penanganan Gempa
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan menuju NTT pada Rabu pagi untuk mengecek langsung kondisi pengungsi serta memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat berjalan dengan baik.
Menurut Mensesneg, kunjungan tersebut juga ditujukan untuk memastikan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh unsur penanganan bencana berjalan efektif.
DPN Elang Tiga Hambalang mendukung penguatan koordinasi tersebut.
Menurut ETH, bencana dengan wilayah terdampak yang luas membutuhkan satu data dan satu sistem koordinasi, sehingga pemerintah dapat mengetahui lokasi pengungsi, jumlah kebutuhan logistik, kerusakan rumah, fasilitas kesehatan serta infrastruktur secara tepat.
Ratusan Ton Bantuan Telah Disalurkan
Pemerintah melaporkan sejak 15 hingga 24 Agustus 2026 telah menyalurkan sekitar 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji dan 10,29 ton air mineral, disertai obat-obatan, tenda, selimut, matras serta perlengkapan komunikasi ke wilayah terdampak.
Pelayanan kesehatan juga diperkuat melalui fasilitas kesehatan tanggap bencana.
KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah ditempatkan di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, untuk mendukung pelayanan sebagai rumah sakit lapangan. Sementara RS Kapal Ksatria Airlangga berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur. Rumah sakit lapangan juga telah dioperasikan di RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo.
DPN ETH mengapresiasi kerja BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, relawan, organisasi masyarakat serta berbagai pihak yang telah membantu masyarakat NTT.
Namun, besarnya bantuan harus diikuti sistem distribusi dan pencatatan yang transparan.
Ganda Satria Dharma: Buka Data Bantuan agar Masyarakat Bisa Ikut Mengawasi
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menilai keterbukaan data akan membantu pemerintah sekaligus mencegah kesenjangan distribusi bantuan antardaerah.
DPN ETH mendorong adanya informasi yang diperbarui secara berkala mengenai jumlah bantuan yang masuk, lokasi penyimpanan, daerah tujuan distribusi dan kebutuhan yang masih belum terpenuhi.
Dalam pernyataan yang disiapkan untuk publikasi, Ganda Satria Dharma menyampaikan:
“Transparansi bukan untuk mencurigai petugas yang sedang bekerja. Transparansi justru membantu pemerintah memastikan tidak terjadi bantuan menumpuk di satu tempat sementara wilayah lain masih kekurangan.”
Menurutnya, pemerintah juga perlu menyediakan kanal informasi yang memungkinkan kepala desa, relawan maupun masyarakat melaporkan kebutuhan secara cepat.
“Satu data sangat penting. BNPB, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten sampai pemerintah desa harus berbicara berdasarkan data yang sama agar keputusan bisa diambil cepat dan bantuan tepat sasaran,” demikian pernyataan Ganda Satria Dharma.
ETH Minta Pemulihan Jangan Berhenti pada Masa Darurat
DPN Elang Tiga Hambalang menilai perhatian nasional terhadap NTT harus tetap kuat setelah masa tanggap darurat berakhir.
Menteri Sekretaris Negara telah menegaskan pemerintah akan melanjutkan penanganan menuju rehabilitasi dan rekonstruksi secara bertahap untuk membangun kembali fasilitas serta kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.
DPN ETH meminta pemerintah segera menyusun peta jalan pemulihan NTT dengan target waktu yang jelas.
Program tersebut setidaknya perlu mencakup:
- pembangunan dan perbaikan rumah masyarakat terdampak;
- pemulihan sekolah dan fasilitas pendidikan;
- rehabilitasi puskesmas dan rumah sakit;
- perbaikan jalan, jembatan dan jaringan transportasi;
- pemulihan jaringan air bersih dan sanitasi;
- dukungan terhadap UMKM serta mata pencaharian masyarakat;
- pendampingan psikososial bagi korban dan anak-anak;
- pembangunan kembali menggunakan standar bangunan yang lebih tahan gempa.
Rumah Warga Harus Dibangun Lebih Aman
H. Safrizal menilai proses rekonstruksi harus menjadi kesempatan untuk mengurangi risiko korban apabila bencana serupa kembali terjadi.
Rumah masyarakat tidak cukup hanya dibangun kembali seperti kondisi sebelumnya.
“Kalau rumah yang rusak dibangun kembali, bangunlah lebih kuat dan lebih aman. Jangan kita membangun kembali kerentanan yang sama,” demikian pernyataan H. Safrizal.
DPN ETH mendorong pemerintah melibatkan ahli kegempaan, insinyur sipil, perguruan tinggi serta masyarakat lokal dalam menentukan desain pembangunan kembali.
Pemerintah sebelumnya juga telah menyiapkan bantuan pembangunan dan perbaikan rumah bagi warga terdampak gempa di Pulau Flores sebagai bagian dari proses pemulihan.
Perlindungan Kesehatan Pengungsi Harus Diperkuat
Dengan lebih dari 185 ribu masyarakat masih berada di pengungsian, DPN ETH meminta sektor kesehatan mendapat perhatian besar.
Risiko penyakit di lokasi pengungsian dapat meningkat apabila akses air bersih, sanitasi, makanan bergizi serta pelayanan kesehatan tidak terjaga.
ETH mendorong pemeriksaan rutin terhadap anak-anak, lansia dan kelompok rentan serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan di wilayah dengan jumlah pengungsi besar.
Pendampingan psikologis juga dinilai sangat penting.
Masyarakat tidak hanya kehilangan rumah dan anggota keluarga, tetapi sebagian masih menghadapi ketakutan karena gempa susulan.
DPN ETH Sampaikan Delapan Seruan untuk NTT
Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang menyampaikan delapan seruan nasional dalam penanganan bencana NTT:
Pertama, percepat distribusi bantuan sampai desa terpencil.
Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal karena kendala lokasi.
Kedua, prioritaskan keselamatan dan kesehatan pengungsi.
Air bersih, makanan, obat dan sanitasi harus tersedia secara berkelanjutan.
Ketiga, buka data bantuan secara transparan.
Masyarakat harus dapat mengetahui perkembangan distribusi logistik dan kebutuhan.
Keempat, percepat pembangunan hunian.
Masyarakat harus mendapatkan kepastian mengenai rumah rusak dan mekanisme bantuan pembangunan kembali.
Kelima, bangun kembali dengan standar tahan gempa.
Rekonstruksi harus sekaligus menjadi mitigasi bencana.
Keenam, pulihkan mata pencaharian rakyat.
Petani, nelayan, pedagang dan UMKM terdampak perlu mendapatkan dukungan untuk kembali bekerja.
Ketujuh, lindungi anak-anak dan kelompok rentan.
Pendidikan, kesehatan dan pemulihan trauma harus menjadi bagian dari program rekonstruksi.
Kedelapan, jaga solidaritas nasional.
Penanganan NTT merupakan tanggung jawab kemanusiaan seluruh bangsa.
H. Safrizal: Presiden Hadir, Negara Harus Hadir Sampai Rakyat Kembali Berdiri
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berharap agenda Presiden Prabowo di NTT hari ini memperkuat semangat seluruh jajaran pemerintah untuk mempercepat pemulihan.
“Kehadiran Presiden di tengah masyarakat terdampak merupakan pesan kuat. Tetapi kehadiran negara harus terus dirasakan sampai rumah kembali berdiri, sekolah kembali dibuka, masyarakat kembali bekerja dan anak-anak NTT kembali menatap masa depan dengan optimistis,” demikian pernyataan H. Safrizal yang disiapkan DPN ETH.
Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma menambahkan bahwa masyarakat juga mempunyai peran besar melalui solidaritas, bantuan kemanusiaan serta pengawasan yang konstruktif.
DPN Elang Tiga Hambalang mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus membantu masyarakat NTT sekaligus menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi terkait korban, bantuan ataupun gempa susulan.





