EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global

Produksi Gula 2026 Diproyeksi Tembus 3,02 Juta Ton, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: Kenaikan Produksi Harus Diikuti Kesejahteraan Petani Tebu

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Rabu, 26 Agustus 2026 — Sektor perkebunan tebu nasional mencatat perkembangan positif. Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diperkirakan mencapai 3.018.459 ton, meningkat sekitar 13 persen dibandingkan produksi 2025 sebesar 2.668.075 ton. Pada...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Rabu, 26 Agustus 2026 — Sektor perkebunan tebu nasional mencatat perkembangan positif. Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diperkirakan mencapai 3.018.459 ton, meningkat sekitar 13 persen dibandingkan produksi 2025 sebesar 2.668.075 ton.

Pada periode yang sama, luas areal tebu meningkat dari 563.357 hektare menjadi 585.390 hektare, sedangkan produksi tebu diperkirakan naik dari sekitar 39,07 juta ton menjadi 40,20 juta ton.

banner 468x60

Perkembangan tersebut memperkuat optimisme pemerintah terhadap kemandirian gula konsumsi nasional. Kementerian Pertanian sebelumnya menetapkan peningkatan produktivitas tebu, peremajaan tanaman, penggunaan varietas unggul serta penguatan pendampingan petani sebagai bagian dari strategi sektor pergulaan nasional.

Satuan Petani ETH: Jangan Hanya Bangga dengan Angka Produksi

Menanggapi perkembangan tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai peningkatan produksi gula merupakan kabar baik bagi ketahanan pangan Indonesia. Namun, keberhasilan tersebut harus dapat dirasakan secara langsung oleh petani tebu.

“Produksi naik harus berarti pendapatan petani juga naik. Jangan hanya bangga dengan angka jutaan ton apabila petani masih menghadapi biaya produksi tinggi, persoalan pupuk, rendemen, harga dan kepastian penyerapan tebu.”

Satuan Petani ETH berpandangan bahwa petani merupakan fondasi industri gula nasional. Karena itu, kebijakan menuju swasembada harus menempatkan kesejahteraan petani sebagai salah satu indikator keberhasilan utama.

Peremajaan Tebu Menjadi Kunci

Salah satu persoalan yang dihadapi perkebunan tebu adalah penggunaan tanaman ratoon atau hasil keprasan berulang yang produktivitasnya dapat menurun. Pemerintah mendorong program bongkar ratoon dan penggunaan benih unggul sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mendukung peningkatan produktivitas tersebut, tetapi meminta bantuan pemerintah diberikan secara transparan, tepat sasaran dan mudah diakses petani.

Petani juga membutuhkan pendampingan setelah menerima bantuan. Ketersediaan benih unggul, pupuk, irigasi, alat pertanian, pembiayaan dan akses terhadap pabrik gula harus dibangun dalam satu sistem yang saling terhubung.

Harga dan Rendemen Harus Transparan

Satuan Petani ETH menilai persoalan rendemen merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan pendapatan petani tebu.

Karena itu, proses pengukuran rendemen di pabrik gula perlu berlangsung transparan dan dapat dipahami petani. Transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan antara petani dan industri pengolahan.

Pemerintah juga sebelumnya menegaskan perlunya melindungi petani tebu, termasuk mencegah gula rafinasi merembes ke pasar gula konsumsi karena dapat mengganggu harga dan merugikan petani lokal.

Satuan Petani ETH Tawarkan Lima Langkah

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan industri gula untuk memperkuat lima langkah: mempercepat peremajaan tanaman tebu tidak produktif; menjamin ketersediaan benih unggul dan pupuk; membuat pengukuran rendemen semakin transparan; memastikan harga dan penyerapan tebu memberikan keuntungan yang layak; serta memperkuat kelompok tani dan koperasi agar posisi tawar petani meningkat.

Pengembangan industri gula juga perlu dilakukan secara terintegrasi dari kebun hingga pabrik. Dengan demikian, peningkatan kapasitas industri berjalan beriringan dengan peningkatan produksi bahan baku dari petani.

Swasembada Harus Menjadi Kemenangan Petani

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa swasembada gula tidak seharusnya hanya menjadi pencapaian statistik nasional. Keberhasilan sesungguhnya terjadi ketika kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus kehidupan petani tebu semakin baik.

“Kalau Indonesia mampu berdiri di atas produksi gulanya sendiri, maka petani tebu harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaatnya. Swasembada harus menjadi kemenangan petani, bukan sekadar kemenangan angka produksi,” demikian pendapat Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.

Dengan produksi GKP 2026 yang diproyeksikan menembus 3,02 juta ton, momentum peningkatan produksi perlu dijaga melalui kebijakan yang memastikan produktivitas, industri dan kesejahteraan petani berjalan bersama.

Sumber utama: Kementerian Pertanian RI — Produksi Gula 2026 dan Direktorat Jenderal Perkebunan — Swasembada Gula dan Produktivitas Tebu.

banner 336x280