EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Rupiah Hadapi Tekanan Global, ETH Dorong Pengusaha Perkuat Manajemen Risiko Kurs dan Lindung Nilai

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 24 September 2026 Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi perhatian penting bagi dunia usaha nasional. Bank Indonesia mencatat rupiah pada 22 September 2026 berada di Rp17.855 per dolar AS, melemah 0,78 persen dibandingkan posisi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 24 September 2026

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi perhatian penting bagi dunia usaha nasional. Bank Indonesia mencatat rupiah pada 22 September 2026 berada di Rp17.855 per dolar AS, melemah 0,78 persen dibandingkan posisi akhir Agustus 2026. BI menyebut perkembangan terakhir dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

banner 468x60

Pada data Kurs Transaksi Bank Indonesia yang diperbarui 24 September 2026, kurs transaksi USD tercatat pada Rp17.892,01 untuk kurs jual dan Rp17.713,99 untuk kurs beli. Angka tersebut merupakan kurs transaksi BI dan perlu dibedakan dari kurs spot antarbank maupun kurs komersial masing-masing bank.

Bank Indonesia menegaskan akan terus mengoptimalkan instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah. Strateginya mencakup intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Tekanan Global Perlu Diantisipasi Pengusaha

Kondisi eksternal masih menjadi sumber risiko. BI mencatat ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi, antara lain dipengaruhi perkembangan geopolitik, kenaikan harga komoditas dan perubahan kondisi moneter global. Harga minyak dunia bahkan sempat mencapai sekitar US$132 per barel sebelum turun kembali ke bawah US$100 per barel pada 22 September 2026.

Situasi tersebut penting bagi pengusaha Indonesia, khususnya perusahaan yang mempunyai kewajiban dalam valuta asing atau masih bergantung pada impor bahan baku, mesin, komponen dan barang modal.

Pergerakan kurs dapat langsung memengaruhi harga pokok produksi, kebutuhan modal kerja, margin keuntungan dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran dalam mata uang asing.

Pada sisi lain, dampak terhadap eksportir tidak selalu sama. Perusahaan yang memperoleh penerimaan dolar tetapi sebagian besar mengeluarkan biaya dalam rupiah dapat memiliki struktur risiko yang berbeda dari perusahaan importir.

ETH: Jangan Menjadikan Kurs Sebagai Spekulasi

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perusahaan nasional meningkatkan disiplin dalam pengelolaan risiko valuta asing, terutama ketika kondisi global sedang bergejolak.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:

“Pengusaha tidak seharusnya menjadikan pergerakan kurs sebagai arena spekulasi. Perusahaan harus mengetahui dengan jelas kewajiban valuta asing, jadwal pembayaran, penerimaan ekspor dan dampaknya terhadap arus kas.”

ETH juga mendorong pengusaha yang mempunyai eksposur mata uang asing untuk mempelajari instrumen lindung nilai yang tersedia melalui lembaga keuangan resmi.

“Ketika bahan baku, mesin atau utang perusahaan menggunakan dolar, perubahan kurs harus masuk dalam perhitungan risiko perusahaan. Pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu kerugian kurs mengganggu kegiatan usaha.”

ETH Dorong Pembentukan Currency & Import Risk Desk

Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Currency & Import Risk Desk sebagai pusat edukasi dan pendampingan bagi pengusaha.

Program tersebut dapat diarahkan pada pemetaan eksposur valuta asing, konsultasi dengan perbankan mengenai instrumen lindung nilai, pengaturan jadwal pembayaran impor, pemanfaatan natural hedging, serta edukasi mengenai transaksi menggunakan mata uang lokal apabila sesuai dengan negara mitra perdagangan.

BI sendiri terus mendorong transaksi Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra sebagai bagian dari upaya diversifikasi transaksi valuta asing.

Pengusaha Perlu Hitung Ulang Struktur Biaya

ETH juga mendorong perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor melakukan simulasi terhadap beberapa skenario kurs sehingga perubahan nilai tukar tidak secara mendadak menggerus modal kerja.

Langkah tersebut dapat disertai dengan diversifikasi pemasok, peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri bila tersedia dan memenuhi standar, serta negosiasi ulang mekanisme pembayaran dengan pemasok internasional.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menegaskan:

“Stabilitas rupiah penting bagi dunia usaha, tetapi pengusaha juga harus membangun ketahanan internal. Manajemen kurs, efisiensi, diversifikasi pemasok dan penguatan bahan baku domestik harus menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadapi ketidakpastian global.”

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
24 September 2026

banner 336x280