Sekolah Retak dan Kekurangan Ruang Kelas, Bahar Effendi Pulungan: Keselamatan Siswa Harus Menjadi Prioritas
MEDAN — Minggu, 13 September 2026 Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara (DPP ETH Sumut), Bahar Effendi Pulungan, SH, menaruh perhatian terhadap kondisi UPT SD Negeri 064999 di Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Sekolah tersebut dilaporkan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
MEDAN — Minggu, 13 September 2026 Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara (DPP ETH Sumut), Bahar Effendi Pulungan, SH, menaruh perhatian terhadap kondisi UPT SD Negeri 064999 di Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Sekolah tersebut dilaporkan memiliki sejumlah dinding retak dan hanya mempunyai tujuh ruang kelas sehingga kegiatan belajar harus dilaksanakan secara bergantian.
Kondisi sekolah itu diketahui ketika Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung bangunan UPT SDN 064999 pada Sabtu, 12 September 2026. Peninjauan dilakukan di sela kegiatan gotong royong dan pengerjaan drainase di kawasan Jalan Marelan II, Pasar 4 Timur.
Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kota Medan, hasil peninjauan menemukan sejumlah persoalan pada bangunan sekolah, mulai dari keretakan dinding hingga keterbatasan ruang belajar. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan para siswa serta tenaga pendidik.
Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki tujuh ruang kelas. Keterbatasan fasilitas menyebabkan pihak sekolah menerapkan sistem belajar bergantian atau double shift untuk menampung seluruh rombongan belajar.
Menanggapi kondisi tersebut, Rico Waas menyampaikan bahwa dinding-dinding yang mengalami keretakan akan segera diperbaiki. Pemko Medan juga merencanakan revitalisasi bangunan sekolah menjadi gedung dua lantai pada tahun 2027.
Pembangunan gedung bertingkat diharapkan dapat menambah ruang kelas, menghapus sistem belajar bergantian, dan memberikan waktu pembelajaran yang lebih optimal bagi seluruh siswa.
Ketua DPP ETH Sumut Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai keselamatan siswa dan guru harus ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap kebijakan pembangunan pendidikan.
“Bangunan sekolah yang mengalami keretakan tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik. Pemeriksaan teknis harus segera dilakukan untuk memastikan seluruh bagian bangunan tetap aman digunakan,” kata Bahar.
Menurut Bahar, rencana pembangunan UPT SDN 064999 menjadi dua lantai merupakan langkah yang diperlukan untuk menjawab persoalan kekurangan ruang kelas. Namun, pelaksanaannya harus disertai perencanaan anggaran, jadwal pekerjaan, dan pengawasan konstruksi yang terbuka.
“Kami berharap rencana pembangunan tersebut benar-benar direalisasikan sesuai jadwal. Selama menunggu pembangunan, Pemko Medan juga perlu memastikan tersedia langkah pengamanan sementara agar kegiatan belajar tidak berlangsung di ruangan yang berisiko,” ujarnya.
Bahar menegaskan bahwa peningkatan fasilitas pendidikan harus dilaksanakan secara merata, terutama di kawasan dengan jumlah penduduk dan kebutuhan ruang belajar yang terus meningkat seperti Medan Marelan.
“Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara akan ikut mengawal persoalan ini. Setiap anak berhak belajar di sekolah yang aman, layak, dan memiliki fasilitas memadai,” tuturnya.
Sumber fakta: Dinas Kominfo Kota Medan, “Temukan Sekolah Retak dan Hanya Punya 7 Kelas, Rico Waas Siapkan Pembangunan SDN 064999 Marelan Jadi 2 Lantai”, diterbitkan 12 September 2026.
Tautan sumber: https://portal.medan.go.id/berita/temukan-sekolah-retak-dan-hanya-punya-7-kelas-rico-waas-siapkan-pembangunan-sdn-064999-marelan-jadi-2-lantaii__read6604.html





