EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Serapan Gabah Bulog Tembus 91 Persen, DPN Elang Tiga Hambalang: Stok Besar Harus Membuat Petani Untung dan Rakyat Tenang

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Kamis, 27 Agustus 2026 Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang (ETH) mengapresiasi capaian penyerapan gabah nasional oleh Perum Bulog yang telah mencapai sekitar 3,6 juta ton atau 91 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton hingga...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Kamis, 27 Agustus 2026 Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang (ETH) mengapresiasi capaian penyerapan gabah nasional oleh Perum Bulog yang telah mencapai sekitar 3,6 juta ton atau 91 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton hingga Agustus 2026.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional. Namun, DPN ETH mengingatkan keberhasilan pangan tidak boleh hanya diukur dari banyaknya stok yang tersimpan di gudang.

banner 468x60

Petani harus memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat harus mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.

H. Safrizal: Jangan Sampai Gudang Penuh, tetapi Petani dan Rakyat Kesulitan

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal mengatakan besarnya penyerapan gabah harus memberikan manfaat langsung kepada dua kelompok utama, yakni petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.

“Kita mengapresiasi serapan gabah yang sudah mencapai sekitar 91 persen. Tetapi ukuran keberhasilannya bukan sekadar berapa juta ton yang masuk gudang. Petani harus untung dari hasil panennya dan masyarakat harus bisa membeli beras dengan harga yang wajar,” ujar H. Safrizal.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.

Petani tidak boleh dirugikan ketika panen melimpah karena harga gabah jatuh. Sebaliknya, masyarakat juga tidak boleh menghadapi harga beras yang memberatkan ketika cadangan pangan nasional berada dalam kondisi kuat.

Bulog Sudah Serap Sekitar 3,6 Juta Ton

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan penyerapan gabah nasional telah mencapai 91 persen dari target 4 juta ton, atau sekitar 3,6 juta ton.

Capaian tersebut tergolong tinggi karena baru memasuki akhir Agustus dan masih terdapat sekitar empat bulan hingga penghujung 2026.

Yang penting bagi petani, Bulog memastikan bahwa tercapainya target 4 juta ton tidak akan menghentikan penyerapan hasil panen.

Bulog menyatakan akan tetap membeli hasil panen petani sesuai penugasan pemerintah.

Bagi DPN ETH, kepastian tersebut penting untuk menjaga psikologi pasar sekaligus memberikan jaminan kepada petani bahwa mereka tetap memiliki saluran penjualan ketika memasuki musim panen.

ETH: Petani Jangan Takut Memasuki Musim Panen

DPN Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah memastikan kebijakan penyerapan benar-benar berjalan hingga tingkat desa dan sentra produksi.

Persoalan petani bukan hanya apakah Bulog bersedia membeli, tetapi juga seberapa mudah petani dapat menjangkau sistem pembelian Bulog.

Di sejumlah wilayah terpencil, persoalan transportasi, akses jalan, pengangkutan gabah, pengeringan dan jarak menuju titik pembelian dapat menjadi kendala.

Karena itu, ETH mendorong sistem jemput gabah petani diperluas.

“Kalau petani berada jauh dari gudang atau titik pembelian, negara harus mencari cara mendekatkan pelayanan kepada petani. Jangan sampai biaya membawa gabah justru menghabiskan keuntungan mereka,” kata H. Safrizal.

Harga Gabah Harus Memberikan Kepastian

DPN ETH juga menyoroti pentingnya kepastian harga pembelian gabah.

Pemerintah sebelumnya menetapkan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

ETH meminta pelaksanaannya diawasi secara konsisten sehingga petani memperoleh kepastian pasar.

Pengawasan juga diperlukan untuk mencegah permainan harga yang dapat merugikan petani ketika panen raya berlangsung.

“Petani bekerja berbulan-bulan. Mereka menghadapi biaya benih, pupuk, tenaga kerja, air, mesin pertanian dan risiko cuaca. Ketika panen tiba, mereka berhak mendapatkan harga yang memberikan keuntungan,” ujar H. Safrizal.

Stok Besar Harus Menjaga Harga Beras

DPN ETH menilai tingginya penyerapan produksi dalam negeri memberikan pemerintah ruang yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas harga.

Stok Bulog bukan sekadar angka yang tersimpan di gudang.

Cadangan tersebut memiliki fungsi strategis untuk bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, penanggulangan bencana, keadaan darurat serta berbagai kebutuhan pemerintah.

Karena itu, pengelolaan stok harus dilakukan secara dinamis agar kualitas beras tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

ETH mendorong pemerintah menggunakan kekuatan stok tersebut secara terukur apabila terjadi gejolak harga di pasar.

Prioritaskan Produksi Petani Indonesia

DPN Elang Tiga Hambalang menilai tingginya kemampuan penyerapan produksi domestik harus menjadi momentum memperkuat kemandirian pangan nasional.

Indonesia memiliki jutaan petani yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Karena itu, setiap kebijakan pangan harus memberikan ruang sebesar-besarnya kepada produksi nasional.

“Ketahanan pangan yang sesungguhnya adalah ketika petani Indonesia mampu memproduksi, negara mampu menyerap, Bulog mampu menyimpan dan menyalurkan, sementara rakyat memperoleh pangan dengan harga terjangkau,” tegas H. Safrizal.

Lima Dorongan DPN Elang Tiga Hambalang

DPN Elang Tiga Hambalang menyampaikan lima dorongan terkait tingginya serapan gabah nasional:

1. Terus Serap Gabah Petani

Bulog harus tetap melakukan pembelian hasil panen meskipun target nasional 4 juta ton telah tercapai.

2. Jaga Harga yang Menguntungkan Petani

Pemerintah harus memastikan kebijakan harga pembelian benar-benar diterapkan hingga tingkat petani.

3. Perluas Sistem Jemput Gabah

Titik pembelian dan sarana transportasi perlu diperluas sampai ke daerah terpencil agar petani tidak terbebani biaya distribusi tinggi.

4. Jaga Kualitas dan Perputaran Stok

Stok yang besar harus dikelola secara profesional sehingga kualitas beras tetap baik dan dapat digunakan untuk stabilisasi pangan, bantuan maupun keadaan darurat.

5. Pastikan Harga Beras Terjangkau

Kekuatan cadangan pangan harus digunakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga sehingga masyarakat memperoleh beras dengan harga yang wajar.

Dari Hambalang untuk Petani Indonesia

DPN Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa persoalan pangan bukan hanya persoalan pertanian, melainkan menyangkut kedaulatan dan ketahanan nasional.

Negara yang memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya akan memiliki fondasi ekonomi dan sosial yang lebih kuat.

Karena itu, ETH mendorong sinergi antara pemerintah, Bulog, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, kelompok tani, penggilingan padi dan pelaku distribusi.

H. Safrizal juga mengajak generasi muda melihat pertanian sebagai sektor strategis yang memiliki masa depan.

“Petani adalah salah satu benteng ketahanan negara. Kalau petaninya kuat, produksi kuat. Kalau produksi kuat, stok nasional kuat. Dan kalau pangan tersedia dengan harga terjangkau, rakyat akan merasa tenang,” ujar H. Safrizal.

Menurut DPN ETH, capaian serapan 91 persen harus menjadi awal untuk membangun sistem pangan yang semakin berpihak kepada produksi nasional.

Target boleh tercapai, tetapi keberpihakan kepada petani tidak boleh berhenti.

DPN ELANG TIGA HAMBALANG

“PETANI UNTUNG — STOK KUAT — RAKYAT TENANG”

“PANGAN KUAT, INDONESIA KUAT”

Dari Hambalang, Mengawal Kepentingan Rakyat dan Masa Depan Bangsa

Redaksi: Elang Tiga Hambalang

banner 336x280