EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Sumut petakan potensi 9.624 hektare bawang putih, kepastian pasar jadi kunci kesejahteraan petani

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Sumatera Utara — Kamis, 8 Oktober 2026 Pengembangan bawang putih di Sumatera Utara membuka peluang untuk memperkuat produksi pangan lokal dan meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah Provinsi Sumut menyebut potensi pengembangan mencapai 9.624 hektare di sembilan kabupaten, dengan perhatian pada benih...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Sumatera Utara — Kamis, 8 Oktober 2026 Pengembangan bawang putih di Sumatera Utara membuka peluang untuk memperkuat produksi pangan lokal dan meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah Provinsi Sumut menyebut potensi pengembangan mencapai 9.624 hektare di sembilan kabupaten, dengan perhatian pada benih bermutu, pendampingan, dan kepastian pemasaran.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (7/10/2026), sebagaimana diberitakan Diskominfo Sumut.

banner 468x60

Wakil Gubernur Sumut Surya menyampaikan bahwa Samosir dan Karo memiliki potensi terbesar, masing-masing 5.001 hektare dan 2.995 hektare. Daerah lainnya meliputi Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Toba, Tapanuli Utara, Deli Serdang, dan Mandailing Natal.

Surya menekankan pentingnya kesiapan benih, penguatan kelompok tani, serta pembeli yang mampu menyerap hasil produksi. Ia juga menyampaikan target produktivitas 20 ton per hektare untuk panen basah. Luasan tersebut merupakan potensi pengembangan, sementara produktivitas masih berupa target.

Kementerian Pertanian menempatkan Sumut sebagai bagian dari kawasan strategis pengembangan hortikultura untuk mendukung swasembada bawang putih nasional.

Bagi petani, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan usaha yang matang. Biaya produksi, kualitas benih, kemampuan budidaya, dan pemasaran merupakan bagian yang saling berkaitan. Kepastian pembeli menjadi perhatian agar peningkatan hasil panen memberikan pendapatan yang layak.

Dalam pandangan redaksi Elang Tiga Global News, kebutuhan petani perlu menjadi perhatian utama sejak perencanaan program. Pendampingan yang berkelanjutan dan informasi yang mudah dipahami dapat membantu petani mengambil keputusan sesuai kemampuan serta kondisi lahannya.

Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, di bawah kepemimpinan Bahar Effendi Pulungan, S.H., dapat berperan dalam menghimpun dan menyampaikan kebutuhan petani kepada instansi terkait. Aspirasi mengenai benih, pendampingan, dan pemasaran perlu mengutamakan kondisi nyata serta kebutuhan kelompok tani.

Keberhasilan pembangunan pertanian perlu terlihat dari manfaat yang dirasakan keluarga petani. Karena itu, petani kecil perlu memperoleh akses yang adil terhadap program, informasi yang jelas, dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan perhatian tersebut, pengembangan komoditas diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha tani.

Kesempatan bagi generasi muda juga perlu diperluas melalui pelatihan budidaya, penanganan hasil panen, dan pemasaran. Pertanian dapat menjadi pilihan masa depan apabila anak muda memiliki keterampilan, akses usaha, dan gambaran pasar yang realistis.

Potensi lahan menjadi modal awal yang perlu dikelola secara terarah. Pengembangan bertahap sesuai kesiapan petani, disertai pasar yang jelas, akan membantu memperkuat produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Harapan akhirnya adalah pertanian yang memberi manfaat bagi masyarakat: petani memiliki kepastian usaha, keluarga memperoleh penghasilan yang lebih baik, dan daerah mampu memperkuat pasokan pangan lokal.

Sumber: Diskominfo Provinsi Sumatera Utara, “Pemprov Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Kemandirian Pangan”, terbit 7 Oktober 2026.

Redaksi: Elang Tiga Global News

banner 336x280
Secret Link