Sumut tawarkan kerja sama kepada Jepang, keterampilan tenaga kerja dan hasil laut Nias menjadi peluang
Medan, Sumatera Utara — Senin, 12 Oktober 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka pembahasan peluang kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan sumber daya manusia, kelautan dan perikanan, serta pariwisata. Peningkatan keterampilan tenaga kerja dan pengembangan hasil laut Kepulauan Nias menjadi...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Medan, Sumatera Utara — Senin, 12 Oktober 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membuka pembahasan peluang kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan sumber daya manusia, kelautan dan perikanan, serta pariwisata. Peningkatan keterampilan tenaga kerja dan pengembangan hasil laut Kepulauan Nias menjadi bagian dari potensi yang ditawarkan.
Pembahasan tersebut berlangsung ketika Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution menerima Konsul Jenderal Jepang untuk Sumatera Bagian Utara, Furugori Toru, di ruang kerja Gubernur, Medan, Jumat (9/10/2026), sebagaimana dipublikasikan Diskominfo Sumut.
Bobby menyampaikan pentingnya peningkatan kemampuan pekerja asal Sumut untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Pada sektor perikanan, hasil laut Kepulauan Nias, termasuk lobster, dinilai memiliki peluang pengembangan pasar.
Furugori menyebut pengembangan SDM, lingkungan, energi, dan teknologi pertanian sebagai bidang yang mendapat perhatian Jepang. Ia juga menyampaikan rencana meneruskan pembahasan tersebut kepada penggantinya menjelang berakhirnya masa tugas.
Publikasi itu menjelaskan penjajakan peluang kerja sama, belum mengumumkan nilai investasi, jumlah penempatan pekerja, maupun kontrak pembelian hasil laut.
Komunikasi ini membuka kesempatan untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan pasar. Tindak lanjutnya perlu memperjelas bentuk kerja sama, persyaratan, dan pihak yang bertanggung jawab agar masyarakat dapat memahami peluang yang tersedia.
Bagi tenaga kerja, persiapan perlu mencakup keterampilan, kemampuan bahasa, informasi biaya, serta pemahaman hak dan kewajiban. Pendampingan yang mudah dijangkau akan membantu calon pekerja mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas.
Dalam tanggapannya, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, S.H., menekankan pentingnya menyiapkan masyarakat agar mampu mengambil bagian dalam peluang tersebut.
“Pembahasan kerja sama dengan Jepang merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja Sumut. Peluang ini perlu disertai pelatihan yang relevan, proses yang terbuka, dan perlindungan pekerja agar manfaatnya dapat dirasakan keluarga,” demikian usulan tanggapan Bahar.
Pada sektor perikanan, perhatian perlu menjangkau nelayan dan pelaku usaha pengolahan. Kesiapan penyimpanan, mutu produk, serta kelancaran pengiriman akan membantu hasil laut daerah memenuhi kebutuhan pembeli secara berkelanjutan.
“Potensi hasil laut Kepulauan Nias perlu dikembangkan bersama masyarakat setempat. Kerja sama akan semakin bermakna apabila nelayan memperoleh akses pasar yang lebih baik, mutu tangkapan terjaga, dan kegiatan pengolahan membuka kesempatan usaha,” demikian penutup usulan tanggapan Bahar.
Pengembangan keterampilan dan penguatan usaha daerah membutuhkan kerja bersama pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, serta masyarakat. Dengan tindak lanjut yang terukur, pembahasan kerja sama dapat menjadi jalan untuk memperluas kesempatan ekonomi di Sumatera Utara.
Sumber: Diskominfo Sumut, “Bobby Nasution Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Jepang, dari SDM hingga Hasil Laut”, 9 Oktober 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





