EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Daerah, Global

100 Warga Meninggal Akibat Gempa NTT, DPN Elang Tiga Hambalang Serukan Solidaritas Nasional dan Percepatan Penanganan Korban

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Elangtigaglobalnews.com || BOGOR, JAWA BARAT — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menyerukan solidaritas nasional serta percepatan penanganan masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan perkembangan yang disampaikan Badan Nasional...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Elangtigaglobalnews.com || BOGOR, JAWA BARAT — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menyerukan solidaritas nasional serta percepatan penanganan masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan perkembangan yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin, 24 Agustus 2026 jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 100 jiwaSelain itu, sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka dan sekitar **180.327 jiwa masih berada di pengungsian.

banner 468x60

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan peningkatan jumlah korban meninggal tersebut antara lain berasal dari korban yang sebelumnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, tetapi kemudian tidak berhasil diselamatkan.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang, H. Safrizal, mendorong seluruh elemen bangsa untuk menjadikan bencana NTT sebagai panggilan kemanusiaan bersama.

Menurut DPN Elang Tiga Hambalang, penanganan pascabencana tidak cukup hanya berorientasi pada masa tanggap darurat. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memastikan kebutuhan masyarakat di titik-titik pengungsian terpenuhi sekaligus mempersiapkan langkah pemulihan jangka menengah dan jangka panjang.

H. Safrizal menekankan pentingnya memastikan makanan, air bersih, obat-obatan, pelayanan kesehatan, sanitasi, tempat tinggal sementara serta perlindungan terhadap anak-anak, perempuan, lanjut usia dan kelompok rentan** benar-benar menjangkau masyarakat terdampak.

**“Bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur adalah duka seluruh bangsa Indonesia. Atas nama keluarga besar Elang Tiga Hambalang, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan mendoakan masyarakat yang mengalami luka agar segera diberikan kesembuhan,”** demikian pernyataan yang disiapkan DPN ETH untuk publikasi.

DPN ETH juga mengapresiasi kerja pemerintah, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, relawan serta berbagai organisasi kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan bencana.

BNPB sebelumnya melaporkan bahwa hingga 22 Agustus 2026 sekitar **954 ton bantuan logistik** telah didistribusikan dari Pos Pendukung Logistik Nasional menuju wilayah terdampak melalui Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar, tempat tinggal sementara, perlengkapan kesehatan, kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan dan berbagai kebutuhan penanganan darurat lainnya.

Namun, kondisi geografis serta keberadaan sejumlah pengungsian mandiri menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan bantuan menjangkau seluruh warga. Kepala BNPB juga mengakui pemenuhan kebutuhan di seluruh titik pengungsian masih terus diupayakan.

## H. Safrizal: Jangan Sampai Ada Warga Terlewat dari Bantuan

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang **H. Safrizal** meminta agar pendataan korban dan pengungsi terus diperbarui secara terpadu hingga tingkat desa.

Menurutnya, ketepatan data sangat penting karena menjadi dasar distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, rehabilitasi rumah masyarakat serta pembangunan kembali fasilitas umum yang terdampak.

DPN ETH berpandangan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang mengungsi secara mandiri dan berada jauh dari pos pengungsian terpusat.

**“Prinsipnya jangan sampai ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan tetapi terlewat dari pendataan dan distribusi bantuan. Negara bersama seluruh kekuatan masyarakat harus hadir sampai ke titik yang paling sulit dijangkau,”** ujar H. Safrizal dalam pernyataan yang disiapkan untuk pemberitaan DPN ETH.

## Ganda Satria Dharma: Transparansi Bantuan Harus Dijaga

Sementara itu, **Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma**, menilai besarnya arus bantuan masyarakat dan pemerintah membutuhkan sistem pencatatan dan distribusi yang transparan, terkoordinasi serta dapat dipertanggungjawabkan.

DPN ETH mendorong adanya sinkronisasi data antara BNPB, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan hingga desa agar bantuan tidak menumpuk di satu wilayah sementara daerah lain masih mengalami kekurangan.

Ganda Satria Dharma juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi gempa maupun potensi tsunami.

BNPB menyatakan bahwa penyebaran informasi tidak benar mengenai tsunami susulan sempat menyebabkan sebagian masyarakat panik dan membentuk titik pengungsian mandiri. Pemerintah meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, terutama BNPB dan BMKG.

“Dalam situasi bencana, informasi adalah bagian dari penyelamatan. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang cepat, benar dan berasal dari lembaga yang berwenang. Jangan sampai hoaks justru memperbesar kepanikan masyarakat,”** demikian pernyataan Ganda Satria Dharma yang disiapkan untuk publikasi.

ETH Dorong Gerakan Solidaritas Nasional

Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang mengajak seluruh jaringan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, praktisi hukum serta elemen masyarakat lainnya untuk membangun solidaritas terhadap korban bencana NTT.

DPN ETH menilai sedikitnya terdapat **lima prioritas** yang harus terus dikawal dalam penanganan bencana, yaitu:

1. memastikan kebutuhan dasar seluruh pengungsi terpenuhi;
2. memperkuat pelayanan kesehatan dan penanganan korban luka;
3. menjamin distribusi bantuan sampai ke pengungsian terpencil dan pengungsian mandiri;
4. mempercepat rehabilitasi rumah, sekolah, fasilitas kesehatan dan fasilitas umum; serta
5. memastikan seluruh bantuan kemanusiaan dikelola secara transparan dan tepat sasaran.

Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa bencana NTT tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan daerah.

“Hari ini NTT membutuhkan kita. Solidaritas tidak boleh dibatasi oleh daerah, suku, agama ataupun organisasi.

Ketika saudara-saudara kita tertimpa bencana, yang harus berdiri paling depan adalah rasa kemanusiaan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia,”tegas DPN Elang Tiga Hambalang.

DPN ETH berharap proses tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilaksanakan secara cepat, transparan dan berkelanjutan sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

Dari Hambalang, DPN Elang Tiga Hambalang menyerukan: NTT tidak sendiri, Indonesia bersama NTT.

banner 336x280