EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

51 Ribu Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi hingga Akhir 2026, DPN ETH: Dahulukan yang Paling Mendesak

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 6 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap percepatan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang sedang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut dinilai...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 6 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap percepatan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang sedang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut dinilai menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat karena kondisi bangunan sekolah berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas proses belajar jutaan anak Indonesia.

Fakta Terverifikasi

Kemendikdasmen pada 5 September 2026 melaporkan bahwa berdasarkan Data Pokok Pendidikan pada akhir 2025, masih terdapat sekitar 203.000 sekolah yang memiliki ruang kelas atau fasilitas lain dalam kondisi rusak sedang hingga rusak berat. Hingga perkembangan terbaru, proses verifikasi dan validasi telah dilakukan terhadap sekitar 62.000 sekolah.

banner 468x60

Pemerintah menargetkan 51.000 sekolah dapat dituntaskan pengerjaan revitalisasinya hingga akhir 2026, sesuai dokumen anggaran yang telah direncanakan Kemendikdasmen. Percepatan program dibahas dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang berlangsung di Jakarta pada 3–5 September 2026.

Program revitalisasi pada 2025 sebelumnya telah menyelesaikan perbaikan terhadap 16.167 satuan pendidikan dengan anggaran sekitar Rp16,9 triliun. Kemendikdasmen menyebut manfaat perbaikan tersebut telah dirasakan lebih dari 4,23 juta peserta didik.

Selain pembangunan fisik, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 288.000 unit Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis interaktif digital ke sekolah-sekolah. Pemerintah menempatkan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian yang berjalan bersama program perbaikan sarana pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya juga mengingatkan sekolah dan pemerintah daerah agar tidak memanipulasi data kerusakan demi mendapatkan bantuan. Kemendikdasmen menegaskan data yang valid diperlukan agar program revitalisasi dan digitalisasi diterima sekolah yang benar-benar membutuhkan.

Sikap DPN Elang Tiga Hambalang

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa persoalan sekolah rusak tidak boleh dipandang semata sebagai proyek pembangunan fisik. Menurutnya, ruang kelas yang aman, sanitasi yang layak, atap dan struktur bangunan yang baik merupakan bagian dari hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang aman dan bermartabat.

H. Safrizal menilai banyaknya sekolah dengan kerusakan sedang hingga berat menunjukkan pentingnya penentuan prioritas berdasarkan kondisi nyata di lapangan. DPN ETH mendorong agar sekolah dengan tingkat kerusakan dan risiko keselamatan paling tinggi ditempatkan pada urutan utama penanganan.

DPN ETH mendukung kebijakan pemerintah yang menekankan validitas data. Organisasi berpandangan bahwa setiap laporan kondisi sekolah harus menggambarkan keadaan sebenarnya agar anggaran tidak berpindah dari sekolah yang benar-benar membutuhkan kepada sekolah yang sebenarnya belum menjadi prioritas.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menilai transparansi merupakan faktor penting mengingat skala program revitalisasi sangat besar. Menurutnya, masyarakat semestinya dapat mengetahui sekolah mana yang menerima bantuan, jenis pekerjaan yang dilakukan, perkembangan pembangunan, serta apakah hasil pekerjaan telah sesuai kebutuhan.

DPN ETH juga mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan pengadaan perangkat. Pemanfaatannya harus disertai peningkatan kompetensi guru, ketersediaan listrik dan koneksi internet yang memadai, pemeliharaan perangkat serta dukungan teknis agar teknologi benar-benar meningkatkan proses belajar.

Organisasi berpandangan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu membangun sistem pengawasan bersama yang melibatkan sekolah, komite, orang tua dan masyarakat. Pendekatan tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas pekerjaan, mencegah penyimpangan serta mengurangi risiko fasilitas kembali rusak dalam waktu singkat.

Bagi DPN ETH, keberhasilan program revitalisasi harus terlihat dari berkurangnya jumlah sekolah rusak, meningkatnya keselamatan peserta didik, membaiknya kualitas ruang belajar dan meningkatnya manfaat pendidikan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

H. Safrizal
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

Ganda Satria Dharma
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

banner 336x280