EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

ETH Dorong Gerakan Nasional Swasembada Pangan: Petani Harus Jadi Kekuatan Utama Kedaulatan Indonesia

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Elangtigaglobalnews.com || BOGOR, JAWA BARAT — Perkumpulan Elang Tiga Hambalang (ETH) menyatakan dukungan terhadap percepatan swasembada pangan nasional sekaligus meminta pemerintah memastikan bahwa petani menjadi pelaku utama dan penerima manfaat terbesar dari setiap kebijakan ketahanan pangan. Ketua Umum Elang Tiga...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Elangtigaglobalnews.com || BOGOR, JAWA BARAT — Perkumpulan Elang Tiga Hambalang (ETH) menyatakan dukungan terhadap percepatan swasembada pangan nasional sekaligus meminta pemerintah memastikan bahwa petani menjadi pelaku utama dan penerima manfaat terbesar dari setiap kebijakan ketahanan pangan.

Ketua Umum Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menegaskan bahwa kedaulatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pertahanan dan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuannya menyediakan kebutuhan pangan rakyat secara mandiri.

banner 468x60

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi gerakan percepatan swasembada bawang putih yang tengah dikembangkan pemerintah bersama Polri, pemerintah daerah dan petani di berbagai wilayah Indonesia.

Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat produksi nasional.

H. SAFRIZAL: JANGAN BIARKAN PETANI HANYA MENJADI PENONTON

Ketua Umum Elang Tiga Hambalang H. Safrizal mengatakan pembangunan sektor pangan harus dimulai dari keberpihakan nyata kepada petani.

«“Indonesia memiliki tanah yang luas, petani yang kuat dan sumber daya alam yang besar. Sudah saatnya kekuatan tersebut benar-benar kita bangun menjadi fondasi kedaulatan pangan nasional. Petani jangan hanya menjadi penonton di negeri sendiri.”»

Menurut H. Safrizal, kebijakan swasembada harus dibangun dari hulu sampai hilir. Persoalan benih, pupuk, irigasi, alat dan mesin pertanian, pembiayaan, teknologi, distribusi hingga kepastian harga hasil panen harus diselesaikan dalam satu ekosistem.

Ia menilai keberhasilan swasembada tidak cukup diukur berdasarkan luas lahan yang ditanam atau besarnya produksi.

«“Ukuran keberhasilan yang paling penting adalah apakah petaninya semakin sejahtera. Produksi boleh meningkat, tetapi kalau petani tetap kesulitan mendapatkan pupuk, modal dan harga yang layak, maka pekerjaan kita belum selesai,” tegas H. Safrizal.»

ETH APRESIASI KOLABORASI PEMERINTAH, POLRI DAN PETANI

Elang Tiga Hambalang mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam memperkuat produksi pangan nasional.

Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan lebih dari Rp55 miliar untuk pengembangan produksi bawang putih di Lombok Timur. Dukungan tersebut antara lain mencakup pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare, irigasi perpompaan, traktor tangan, dan pompa air.

Komisi IV DPR RI juga mengapresiasi kolaborasi Polri, pemerintah daerah dan petani dalam mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.

ETH berharap model kolaborasi tersebut tidak berhenti pada bawang putih, tetapi diperluas terhadap berbagai komoditas strategis sesuai karakteristik dan potensi masing-masing daerah.

GANDA SATRIA DHARMA: BANGUN EKOSISTEM, BUKAN SEKADAR PROGRAM SEREMONIAL

Sekretaris Jenderal Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma mengatakan program ketahanan pangan harus memiliki kesinambungan dan ukuran keberhasilan yang jelas.

«“Jangan sampai gerakan ketahanan pangan hanya kuat ketika penanaman serentak atau panen raya. Setelah seremoni selesai, petani tetap harus mendapatkan pendampingan, benih, pupuk, teknologi, pembiayaan dan jaminan pasar.”»

Menurut Ganda Satria Dharma, pemerintah perlu membangun peta komoditas nasional berdasarkan keunggulan masing-masing wilayah.

Daerah yang cocok untuk bawang putih harus dikembangkan sebagai sentra bawang putih. Daerah penghasil padi, jagung, kedelai, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan juga perlu mendapatkan dukungan berdasarkan potensinya.

Dengan pola tersebut, setiap daerah dapat menjadi bagian dari rantai besar kedaulatan pangan Indonesia.

«“Kita harus membangun ekosistem pertanian nasional. Dari petani, koperasi, pemerintah daerah, BUMN pangan, perbankan, perguruan tinggi, TNI-Polri hingga pemerintah pusat harus mempunyai arah yang sama: produksi meningkat, ketergantungan impor berkurang dan kesejahteraan petani naik,” ujarnya.»

ETH DORONG REGENERASI PETANI

Elang Tiga Hambalang juga mengingatkan pentingnya regenerasi petani.

Menurut ETH, pembangunan pertanian modern harus mampu menarik generasi muda untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai profesi yang mempunyai masa depan.

Modernisasi alat pertanian, digitalisasi, penggunaan teknologi, akses pembiayaan dan kepastian pasar dapat menjadi instrumen penting untuk melahirkan generasi baru petani Indonesia.

H. Safrizal menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh kehilangan generasi petaninya.

«“Kalau anak-anak muda meninggalkan pertanian karena merasa tidak memiliki masa depan, siapa yang akan memproduksi pangan Indonesia 10 atau 20 tahun mendatang? Karena itu, petani muda harus kita lahirkan, kita bina dan kita berikan ruang untuk berkembang.”»

ETH USULKAN GERAKAN DESA MANDIRI PANGAN

Sebagai bagian dari kontribusi organisasi, Elang Tiga Hambalang mendorong pengembangan konsep Gerakan Desa Mandiri Pangan.

Gerakan tersebut dapat diarahkan untuk memetakan potensi pertanian setiap desa, membentuk kelompok produksi, memperkuat koperasi petani, meningkatkan penggunaan teknologi pertanian serta membangun jaringan pemasaran.

ETH berpandangan bahwa kedaulatan pangan nasional harus dibangun mulai dari desa.

Jika desa mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petaninya, ketahanan pangan kabupaten akan semakin kuat. Jika kabupaten dan provinsi memiliki produksi yang kuat, ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh.

SATUAN PETANI ETH SIAP AMBIL BAGIAN

Elang Tiga Hambalang juga mendorong Satuan Petani Elang Tiga Hambalang untuk mengambil peran dalam gerakan tersebut melalui edukasi, pendampingan dan penguatan jaringan petani.

Organisasi dapat membantu menjembatani aspirasi petani kepada pemerintah mengenai pupuk, benih, alat pertanian, irigasi, pembiayaan, persoalan lahan maupun pemasaran hasil pertanian.

Ganda Satria Dharma menegaskan bahwa gerakan petani ETH harus hadir langsung di tengah masyarakat.

«“Satuan Petani Elang Tiga Hambalang harus turun ke desa. Dengarkan apa yang menjadi kesulitan petani, petakan persoalannya, kemudian kita dorong penyelesaiannya kepada pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan.”»

DARI HAMBALANG UNTUK KEDAULATAN PANGAN INDONESIA

H. Safrizal menegaskan bahwa ETH mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

ETH berharap semangat swasembada diterjemahkan menjadi gerakan nasional yang melibatkan petani sampai tingkat desa.

«“Kedaulatan pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Negara yang mampu memberi makan rakyatnya dari kekuatan produksi sendiri adalah negara yang kuat. Dari Hambalang, kami menyerukan: bangkitkan petani Indonesia, kuatkan desa, tingkatkan produksi dan wujudkan Indonesia yang berdaulat pangan,” tutup H. Safrizal.»
PERKUMPULAN ELANG TIGA HAMBALANG
DARI HAMBALANG UNTUK INDONESIA
PETANI KUAT — PANGAN BERDAULAT — INDONESIA HEBAT

Pawarta Ganda Satria Dharma

banner 336x280