EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

DPN ELANG TIGA HAMBALANG: KEBIJAKAN EKONOMI HARUS TURUN KE RAKYAT, PERTUMBUHAN JANGAN HANYA TERLIHAT DI ATAS KERTAS

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Ganda Satria Dharma: UMKM, Petani dan Buruh Harus Menjadi Kekuatan Utama Ekonomi Nasional JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah agar kebijakan ekonomi nasional semakin difokuskan pada penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan,...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Ganda Satria Dharma: UMKM, Petani dan Buruh Harus Menjadi Kekuatan Utama Ekonomi Nasional

JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah agar kebijakan ekonomi nasional semakin difokuskan pada penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, petani, buruh dan pekerja.
DPN Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari indikator makro, tetapi juga harus tercermin pada daya beli, ketersediaan pekerjaan, pendapatan masyarakat, harga kebutuhan pokok, serta berkembangnya usaha rakyat.
H. Safrizal: Ekonomi Harus Dirasakan sampai ke Warung dan Rumah Rakyat
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang, H. Safrizal, mengatakan kebijakan ekonomi pemerintah perlu memastikan masyarakat lapisan bawah menjadi penerima manfaat utama pembangunan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan kehilangan makna apabila masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar atau pelaku usaha kecil sulit mempertahankan usahanya.
“Pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan rakyat. Ukurannya sederhana: apakah masyarakat semakin mudah memenuhi kebutuhan keluarganya, apakah pedagang kecil semakin ramai, apakah petani mendapatkan harga yang layak, apakah buruh hidup lebih sejahtera, dan apakah anak-anak muda semakin mudah mendapatkan pekerjaan,” tegas H. Safrizal.
Ia menilai pembangunan nasional harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan.
“Kita membutuhkan investasi dan industri besar, tetapi pada saat yang sama warung kecil, pedagang pasar, petani, nelayan, buruh dan UMKM tidak boleh ditinggalkan. Ekonomi Indonesia akan kuat apabila fondasi ekonomi rakyat juga kuat,” ujarnya.
ETH Dorong Perlindungan Daya Beli
DPN Elang Tiga Hambalang memberikan perhatian khusus terhadap daya beli masyarakat.
Menurut ETH, kestabilan harga kebutuhan pokok sangat menentukan kondisi ekonomi keluarga. Pemerintah perlu menjaga ketersediaan pangan, memperkuat distribusi dan mengambil langkah cepat apabila terjadi gejolak harga yang membebani masyarakat.
H. Safrizal mengatakan kebijakan yang berkaitan dengan pangan, energi, transportasi maupun kebutuhan dasar lainnya harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Jangan sampai pertumbuhan ekonomi meningkat tetapi pengeluaran rumah tangga juga semakin berat. Daya beli rakyat harus dijaga karena ketika masyarakat mempunyai kemampuan membeli, perdagangan bergerak, UMKM hidup dan ekonomi daerah ikut tumbuh,” katanya.
Ganda Satria Dharma: UMKM Jangan Hanya Disebut Tulang Punggung, Harus Diperkuat
Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, menilai UMKM harus mendapatkan ruang yang jauh lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional.
Menurutnya, keberpihakan kepada UMKM harus diwujudkan melalui kebijakan konkret berupa kemudahan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas produksi, pendampingan usaha, digitalisasi, pemasaran serta akses terhadap pengadaan pemerintah dan rantai pasok industri.
“Kita sering mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian. Kalau demikian, tulang punggung ini harus benar-benar diperkuat. Jangan sampai pelaku usaha kecil justru kesulitan memperoleh modal, pasar dan kesempatan berkembang,” ujar Ganda Satria Dharma.
Ia juga mendorong perusahaan besar dan BUMN untuk semakin membuka rantai pasok kepada pengusaha kecil dan menengah dalam negeri.
“Kita ingin melihat UMKM Indonesia naik kelas. Dari usaha rumahan menjadi usaha kecil, dari usaha kecil menjadi menengah, dan dari menengah mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor,” katanya.
Petani Harus Menjadi Subjek Pembangunan
DPN Elang Tiga Hambalang juga menempatkan kesejahteraan petani sebagai bagian penting dalam agenda pemerataan ekonomi.
ETH berpandangan ketahanan pangan nasional tidak akan kokoh tanpa petani yang sejahtera.
Karena itu, petani harus mendapatkan akses yang memadai terhadap pupuk, benih, alat pertanian, pembiayaan, teknologi, irigasi dan pasar.
H. Safrizal menegaskan:
“Kita tidak mungkin berbicara tentang ketahanan pangan kalau petaninya tidak sejahtera. Petani jangan hanya dibutuhkan ketika negara membutuhkan produksi pangan. Mereka harus mendapatkan kepastian bahwa kerja kerasnya memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya.”
ETH juga mendorong penguatan koperasi dan kelembagaan ekonomi petani sehingga posisi tawar produsen pangan semakin kuat.
Buruh Bukan Sekadar Tenaga Produksi
DPN Elang Tiga Hambalang menilai pembangunan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Menurut Ganda Satria Dharma, buruh dan pekerja merupakan bagian dari kekuatan produktif nasional dan harus mendapatkan perlindungan yang adil.
“Industri membutuhkan investasi dan pengusaha, tetapi industri juga membutuhkan pekerja. Hubungan keduanya harus dibangun secara sehat. Dunia usaha berkembang, produktivitas meningkat dan buruh memperoleh kehidupan yang semakin layak,” ujarnya.
ETH mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis, perlindungan hak pekerja, peningkatan keterampilan serta kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi pekerjaan dengan produktivitas dan nilai tambah yang lebih tinggi.
Lapangan Kerja Harus Menjadi Prioritas
DPN Elang Tiga Hambalang menilai penciptaan lapangan pekerjaan harus menjadi salah satu indikator utama keberhasilan kebijakan ekonomi.
Investasi yang masuk ke Indonesia harus didorong agar memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi dan tumbuhnya industri pendukung di dalam negeri.
Ganda Satria Dharma menegaskan:
“Setiap investasi besar seharusnya meninggalkan jejak kesejahteraan: ada tenaga kerja Indonesia yang terserap, ada UMKM yang masuk rantai pasok, ada teknologi yang dipelajari dan ada ekonomi daerah yang berkembang.”
Pertumbuhan dan Pemerataan Harus Berjalan Bersama
DPN Elang Tiga Hambalang menegaskan tidak mempertentangkan pembangunan industri besar dengan ekonomi rakyat.
Indonesia membutuhkan keduanya.
Industri nasional yang kuat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sementara ekonomi rakyat yang kuat diperlukan agar hasil pembangunan tersebar lebih luas.
Menurut ETH, kebijakan pemerintah perlu membangun jembatan yang menghubungkan investasi besar, industri nasional, koperasi, UMKM, petani dan pekerja dalam satu ekosistem ekonomi.
H. Safrizal: APBN Harus Sebesar-besarnya Memberikan Manfaat kepada Rakyat
H. Safrizal juga mendorong agar belanja pemerintah semakin diarahkan kepada program produktif yang mempunyai dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pangan, perumahan, pertanian dan pemberdayaan UMKM harus diarahkan untuk memperbesar kesempatan ekonomi masyarakat.
“Uang negara berasal dari rakyat dan sumber daya bangsa. Maka manfaat akhirnya juga harus kembali sebesar-besarnya kepada rakyat. Pemerataan bukan berarti membagi kemiskinan, tetapi membuka kesempatan agar seluruh rakyat dapat ikut tumbuh bersama pembangunan,” tegasnya.
Dari Hambalang: Ekonomi Kuat Harus Melahirkan Rakyat yang Sejahtera
DPN Elang Tiga Hambalang mengajak pemerintah, DPR, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, perbankan serta seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai orientasi utama pembangunan ekonomi.
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menegaskan:
“Indonesia yang kuat bukan hanya Indonesia yang mempunyai gedung tinggi, industri besar dan investasi triliunan rupiah. Indonesia yang kuat adalah ketika petaninya sejahtera, buruhnya hidup layak, UMKM berkembang, anak mudanya mempunyai pekerjaan dan keluarga Indonesia mempunyai daya beli yang kuat.”
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menyampaikan:
“Dari Hambalang kami menyerukan agar pembangunan ekonomi benar-benar turun sampai ke rakyat. Besarkan UMKM, sejahterakan petani dan buruh, ciptakan lapangan kerja, jaga daya beli dan buka kesempatan ekonomi seluas-luasnya. Pertumbuhan harus menghasilkan pemerataan.”
DEWAN PIMPINAN NASIONAL
ELANG TIGA HAMBALANG
Ketua Umum: H. Safrizal
Sekretaris Jenderal: Ganda Satria Dharma
Hambalang – Bogor – Jawa Barat
23 Agustus 2026
“EKONOMI TUMBUH — DAYA BELI KUAT — UMKM NAIK KELAS — PETANI DAN BURUH SEJAHTERA — RAKYAT INDONESIA MAJU.”

banner 336x280