EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Investasi Industri 2026 Dibidik Rp852,9 Triliun, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Pengusaha Daerah Masuk Rantai Pasok Investor

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha nasional dan daerah mempersiapkan diri menangkap efek berganda investasi sektor industri. Kementerian Perindustrian menargetkan investasi sektor industri pada 2026 mencapai sekitar Rp852,9 triliun, sehingga...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha nasional dan daerah mempersiapkan diri menangkap efek berganda investasi sektor industri. Kementerian Perindustrian menargetkan investasi sektor industri pada 2026 mencapai sekitar Rp852,9 triliun, sehingga peluang yang muncul tidak hanya berada pada pembangunan pabrik, tetapi juga pada kebutuhan barang dan jasa di sepanjang rantai pasok.

Bagi ETH, investasi berskala besar harus mampu membuka ruang bagi UMKM, IKM, kontraktor, pemasok bahan baku, perusahaan logistik dan berbagai perusahaan jasa nasional yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan.

banner 468x60

ETH: Pengusaha Lokal Jangan Hanya Menjadi Penonton

Masuknya investasi baru dapat menciptakan kebutuhan mulai dari konstruksi, material, mesin dan peralatan hingga transportasi, pergudangan, katering, keamanan, pemeliharaan serta kebutuhan operasional lainnya.

Karena itu, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pengusaha daerah perlu dipersiapkan sebelum proyek investasi mulai berjalan.

“Investasi besar harus menghasilkan efek berganda bagi pengusaha Indonesia. Pengusaha lokal jangan hanya melihat pembangunan pabrik dari luar pagar. Mereka harus dipersiapkan agar mampu menjadi pemasok, kontraktor, distributor dan mitra usaha investor sesuai kompetensi serta ketentuan yang berlaku.”

Investasi Harus Menggerakkan Ekonomi Daerah

ETH menilai besarnya nilai investasi belum otomatis menjamin pengusaha lokal mendapatkan peluang bisnis. Persoalan yang sering muncul adalah ketidaksesuaian antara kebutuhan investor dan kemampuan perusahaan lokal.

Perusahaan besar membutuhkan vendor dengan legalitas lengkap, kapasitas produksi yang memadai, standar mutu, kemampuan keuangan serta kepastian waktu pengiriman.

Di sisi lain, banyak pengusaha daerah mempunyai kemampuan produksi atau jasa tetapi belum mempunyai akses untuk bertemu bagian procurement perusahaan besar.

“Persoalannya bukan hanya bagaimana mendatangkan investor. Pertanyaan berikutnya adalah berapa banyak perusahaan Indonesia yang mendapatkan kontrak setelah investasi itu masuk. Di situlah organisasi pengusaha harus mengambil peran.”

ETH Bentuk Investor–Local Business Matching Desk

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Investor–Local Business Matching Desk.

Program tersebut akan diarahkan untuk memetakan proyek investasi dan kebutuhan pengadaannya, kemudian mencocokkannya dengan kemampuan perusahaan anggota serta pengusaha lokal.

Perusahaan dapat dikelompokkan berdasarkan bidang seperti konstruksi dan properti, logam dan permesinan, transportasi dan logistik, energi, keamanan, katering, teknologi informasi, tenaga kerja, material bangunan, perdagangan serta jasa pendukung industri.

Bangun Database Pengusaha Siap Menjadi Vendor

ETH juga mendorong pembangunan Database Pengusaha Indonesia Siap Vendor yang memuat profil perusahaan, NIB dan KBLI, pengalaman proyek, kapasitas produksi, sertifikasi, lokasi usaha, tenaga kerja serta kemampuan memenuhi kontrak.

Database tersebut selanjutnya dapat digunakan dalam kegiatan business matching dengan investor.

Skemanya:

Investasi masuk → kebutuhan investor dipetakan → vendor lokal diseleksi → peningkatan standar → business matching → proses pengadaan → kontrak → ekspansi perusahaan → lapangan kerja.

“ETH ingin membangun jembatan langsung antara modal besar dan kemampuan pengusaha daerah. Ketika investor membutuhkan barang atau jasa, harus tersedia database perusahaan Indonesia yang siap menawarkan kemampuan secara profesional.”

UMKM Juga Harus Mendapat Peluang

Peluang tidak hanya berada pada kontrak bernilai besar. Aktivitas industri menciptakan kebutuhan harian yang dapat melibatkan UMKM dan IKM.

Produk pangan, seragam, alat keselamatan kerja, furnitur, percetakan, jasa transportasi, kebutuhan kantor hingga berbagai produk lokal berpotensi menjadi bagian dari ekosistem industri apabila memenuhi persyaratan perusahaan pembeli.

ETH karena itu mendorong model kemitraan perusahaan besar–UMKM yang didasarkan pada kualitas dan hubungan bisnis berkelanjutan.

“UMKM tidak cukup diberi pelatihan. UMKM membutuhkan pasar. Ketika investasi masuk, ETH ingin memperjuangkan agar UMKM yang berkualitas memperoleh kesempatan menjadi bagian dari rantai pasoknya.”

Dari Investasi Menjadi Lapangan Kerja

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang keberhasilan investasi perlu dilihat secara lebih luas: tumbuhnya perusahaan lokal, meningkatnya transaksi antarpelaku usaha dan terbukanya kesempatan kerja.

Karena itu, ETH mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kawasan industri, perbankan dan investor untuk mempertemukan perusahaan yang membutuhkan pemasok dengan pengusaha Indonesia yang mempunyai kemampuan.

“Target akhirnya bukan sekadar investasi masuk. Targetnya adalah investasi tumbuh, pengusaha Indonesia ikut berkembang dan lapangan kerja semakin luas. ETH siap mengambil peran sebagai penghubung agar manfaat investasi menyebar lebih jauh kepada dunia usaha nasional.”

banner 336x280