IKM Parfum Indonesia Tembus Papua Nugini, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Produk Lokal Berani Rebut Pasar Ekspor
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Keberhasilan industri kecil dan menengah Indonesia menembus pasar luar negeri kembali menunjukkan bahwa ekspor bukan hanya ruang bagi perusahaan besar. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM dan IKM meningkatkan kualitas,...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Keberhasilan industri kecil dan menengah Indonesia menembus pasar luar negeri kembali menunjukkan bahwa ekspor bukan hanya ruang bagi perusahaan besar. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM dan IKM meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, standardisasi dan pemasaran agar semakin banyak produk lokal mampu memperoleh pembeli internasional.
Kementerian Perindustrian melaporkan PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), berhasil melakukan ekspor produk parfum dan gel rambut ke Papua Nugini. Kemenperin menempatkan keberhasilan tersebut sebagai salah satu contoh pengembangan IKM yang mampu memperluas pasar hingga mancanegara.
ETH: UMKM Indonesia Harus Berani Menjadi Eksportir
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai keberhasilan tersebut penting karena menunjukkan produk dengan nilai tambah dapat dikembangkan menjadi komoditas ekspor apabila pelaku usaha memiliki kualitas dan kesiapan pasar.
“Keberhasilan IKM Indonesia menembus Papua Nugini membuktikan bahwa ekspor bukan hanya milik perusahaan besar. UMKM dan IKM yang mempunyai produk berkualitas harus berani mempersiapkan diri menjadi eksportir. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin membantu membuka jalan tersebut.”
Bagi ETH, tantangan terbesar tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang. Pengusaha juga harus memahami standar negara tujuan, legalitas, kemasan, kapasitas pasokan, harga ekspor, logistik, pembayaran internasional dan cara mendapatkan buyer.
Dari Produk Lokal Menjadi Produk Global
Peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari makanan-minuman, produk pertanian dan perikanan, fesyen, kerajinan, kosmetik, furnitur hingga produk manufaktur.
Namun, ETH menekankan bahwa pemilihan negara tujuan harus didasarkan pada permintaan pasar dan kesesuaian produk, bukan sekadar keinginan melakukan ekspor.
“Produk lokal harus mempunyai keberanian menjadi produk global. Tetapi ekspor harus dipersiapkan secara profesional: produknya tepat, kualitasnya terjaga, kapasitasnya tersedia dan pasarnya sudah dipetakan.”
ETH Dorong Program 100 Produk Siap Ekspor
Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan program “100 Produk ETH Siap Ekspor”.
Program tersebut diarahkan untuk melakukan kurasi produk anggota dan UMKM binaan, kemudian mengelompokkannya berdasarkan tingkat kesiapan: siap ekspor, menuju siap ekspor, dan membutuhkan pembinaan.
Produk yang memenuhi kriteria selanjutnya dapat didampingi dalam standardisasi dan sertifikasi, desain kemasan, katalog berbahasa asing, perhitungan harga ekspor, pencarian buyer, business matching, pembiayaan perdagangan hingga pengiriman.
ETH juga dapat membangun kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, pemerintah daerah, perbankan, perusahaan logistik serta perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Jangan Berhenti di Pameran
ETH mendorong agar program promosi produk Indonesia mempunyai ukuran keberhasilan yang konkret.
Alurnya harus bergerak dari:
Produk potensial → standardisasi → katalog internasional → negara tujuan → buyer → business matching → kontrak → pengiriman → transaksi berulang.
“Ukuran keberhasilan promosi bukan sekadar berapa kali pengusaha mengikuti pameran. Yang harus dihitung adalah berapa buyer yang diperoleh, berapa kontrak yang terjadi dan berapa nilai transaksi ekspor yang benar-benar terealisasi.”
Bangun ETH Export Center
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang juga mendorong pembentukan ETH Export Center sebagai pusat informasi ekspor bagi anggotanya.
Pusat tersebut dapat mengumpulkan informasi pasar, kebutuhan buyer, peluang pameran internasional, ketentuan negara tujuan dan daftar produk anggota yang telah siap dipasarkan.
Dengan langkah tersebut, ETH ingin membangun jalur yang menghubungkan pengusaha daerah → peningkatan kualitas → fasilitas pemerintah → pembiayaan → buyer internasional → ekspor.
“Target ETH adalah melahirkan semakin banyak pengusaha Indonesia yang bukan hanya menjual di pasar lokal, tetapi mempunyai pembeli di luar negeri. Semakin banyak UMKM menjadi eksportir, semakin besar nilai tambah yang dapat diciptakan bagi perekonomian Indonesia.”





