EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

HARI INI BATAS AKHIR AKSARA MAHASISWA 2026, REZA PRASATRIA DHARMA: GERAKAN MAHASISWA HARUS DIUKUR DARI DAMPAKNYA BAGI RAKYAT

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Organisasi Kampus Turun Menyelesaikan Persoalan Masyarakat dengan Ilmu, Teknologi, dan Inovasi BOGOR, KAMIS 27 AGUSTUS 2026 — Kesempatan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Aksara Mahasiswa 2026 memasuki...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Organisasi Kampus Turun Menyelesaikan Persoalan Masyarakat dengan Ilmu, Teknologi, dan Inovasi

BOGOR, KAMIS 27 AGUSTUS 2026 — Kesempatan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Aksara Mahasiswa 2026 memasuki hari terakhir pengajuan proposal.

banner 468x60

Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pengajuan proposal Mahasiswa Berdampak: Program Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa) dibuka sejak 13 Agustus dan ditutup hari ini, 27 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB melalui sistem BIMA.

Program tersebut terbuka bagi perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan, termasuk BEM, Himpunan Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa, melalui kolaborasi dengan dosen dan unit perguruan tinggi terkait.

Perkembangan tersebut mendapat perhatian Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH).

Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menilai program seperti Aksara Mahasiswa dapat menjadi momentum untuk mengubah cara masyarakat melihat gerakan mahasiswa.

«“Gerakan mahasiswa jangan hanya diukur dari seberapa keras kita berbicara, tetapi juga seberapa besar manfaat yang kita hasilkan bagi masyarakat. Ilmu yang diperoleh di kampus harus turun menjadi solusi.”»

KEMDIKTISAINTEK: ILMU HARUS BERDAMPAK BAGI MASYARAKAT

Kemdiktisaintek meluncurkan Program Aksara Mahasiswa 2026 sebagai bagian dari pendekatan Mahasiswa Berdampak.

Program tersebut dirancang menjadi ruang kolaborasi antara:

– mahasiswa;
– dosen;
– perguruan tinggi;
– pemerintah;
– dan masyarakat.

Tujuannya adalah menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto sebelumnya menekankan bahwa pendidikan tinggi harus semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, dan ilmu pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika mampu membantu menyelesaikan persoalan nyata.

Satuan Mahasiswa ETH menilai prinsip tersebut sejalan dengan fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan.

«“Mahasiswa tidak boleh hidup terpisah dari persoalan rakyat. Kampus mempunyai ilmu, masyarakat mempunyai persoalan. Tugas kita adalah mempertemukan keduanya.”»

ORGANISASI MAHASISWA BISA MENJADI PENGUSUL

Salah satu hal penting dalam Program Aksara Mahasiswa adalah keterlibatan organisasi kemahasiswaan.

Pengumuman resmi Kemdiktisaintek secara eksplisit menyebut pimpinan dan pengurus organisasi kemahasiswaan seperti:

BEM — HIMA — DPM — UKM

sebagai bagian dari pihak yang perlu dilibatkan dalam pengusulan program.

Menurut Reza, mekanisme ini membuka peluang besar bagi organisasi mahasiswa untuk membuktikan bahwa struktur kemahasiswaan dapat menghasilkan kerja konkret.

Organisasi mahasiswa dapat membawa persoalan yang ditemukan di masyarakat lalu membangun tim multidisiplin untuk mencari penyelesaiannya.

MASALAH MASYARAKAT HARUS MENJADI TITIK AWAL

Kemdiktisaintek sebelumnya membekali mahasiswa agar menjadikan persoalan nyata masyarakat sebagai titik awal perancangan program, bukan sekadar membuat kegiatan berdasarkan asumsi dari kampus.

Satuan Mahasiswa ETH menilai pendekatan tersebut sangat penting.

Mahasiswa harus datang ke masyarakat untuk mendengar terlebih dahulu.

Bukan membawa proyek jadi kemudian memaksakannya.

«“Jangan datang ke desa dengan merasa kita paling tahu. Dengarkan masyarakat, pahami masalahnya, baru gunakan ilmu untuk membantu mencari jalan keluar.”»

DARI KAMPUS KE DESA, PESISIR, PASAR DAN PERKOTAAN

Menurut Satuan Mahasiswa ETH, ruang pemberdayaan mahasiswa sangat luas.

Program dapat diarahkan kepada persoalan seperti:

PENDIDIKAN

Literasi, pendidikan digital, pendampingan anak, dan peningkatan kemampuan masyarakat.

UMKM

Pemasaran digital, pencatatan keuangan, kemasan, legalitas, dan pengembangan produk.

PERTANIAN

Teknologi budidaya, pupuk, pengolahan hasil, dan pemasaran.

PERIKANAN

Pengolahan hasil laut, teknologi sederhana, dan penguatan ekonomi nelayan.

LINGKUNGAN

Pengelolaan sampah, konservasi, energi alternatif, dan penanganan risiko bencana.

KESEHATAN

Edukasi kesehatan masyarakat dan peningkatan perilaku hidup sehat.

TEKNOLOGI

Digitalisasi pelayanan masyarakat, sistem informasi, dan pemanfaatan AI secara tepat guna.

HUKUM DAN PELAYANAN PUBLIK

Literasi hukum, pendampingan administrasi, dan edukasi hak masyarakat.

REZA: PROGRAM JANGAN BERAKHIR SETELAH FOTO KEGIATAN

Satuan Mahasiswa ETH mengingatkan bahwa banyak kegiatan pengabdian mahasiswa terlihat aktif selama beberapa hari tetapi dampaknya tidak bertahan setelah tim kembali ke kampus.

Menurut Reza, program yang baik harus meninggalkan sistem, kemampuan, atau alat yang dapat terus digunakan masyarakat.

«“Jangan ukuran keberhasilannya hanya foto kegiatan dan laporan selesai. Tanyakan tiga bulan kemudian: apakah masyarakat masih menggunakan solusi itu?”»

Karena itu, mahasiswa harus merancang keberlanjutan sejak awal.

PROPOSAL MASUK HARI INI, PERSETUJUAN KAMPUS SAMPAI BESOK

Berdasarkan pengumuman resmi, proposal Aksara Mahasiswa dapat diajukan hingga 27 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

Proposal yang diajukan kemudian harus diproses persetujuannya oleh Ketua LP/LPM/LPPM melalui aplikasi BIMA paling lambat 28 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

Setelah itu, proposal berstatus disetujui akan mengikuti proses:

seleksi administrasi → seleksi substansi → penetapan penerima pendanaan.

Satuan Mahasiswa ETH mendorong organisasi mahasiswa yang memenuhi persyaratan agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara serius.

GERAKAN MAHASISWA HARUS PUNYA DATA DASAR

Menurut Reza, program pengabdian juga harus dibangun dengan pendekatan ilmiah.

Mahasiswa perlu mengetahui kondisi awal sebelum program berjalan.

Misalnya:

– berapa jumlah warga yang mempunyai masalah;
– bagaimana pendapatan sebelumnya;
– bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat;
– apa fasilitas yang tersedia;
– serta apa indikator keberhasilan.

Setelah program selesai, data tersebut dibandingkan kembali.

«“Kalau kita menyebut program berhasil, harus ada buktinya. Dampak harus dapat diukur.”»

KOLABORASI LINTAS JURUSAN

Satuan Mahasiswa ETH juga mendorong program tidak terjebak pada sekat fakultas.

Satu persoalan masyarakat biasanya membutuhkan beberapa disiplin ilmu sekaligus.

Contohnya, UMKM desa dapat membutuhkan:

– mahasiswa ekonomi untuk keuangan;
– mahasiswa desain untuk kemasan;
– mahasiswa teknologi untuk pemasaran digital;
– mahasiswa hukum untuk legalitas;
– mahasiswa pertanian untuk kualitas produk.

Menurut Reza, model seperti ini juga melatih mahasiswa bekerja di dunia nyata.

MAHASISWA BUKAN HANYA PENERIMA ILMU

Program Aksara Mahasiswa menurut Satuan Mahasiswa ETH dapat memperkuat perubahan paradigma pendidikan.

Mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan dari dosen.

Mahasiswa juga menjadi pihak yang mengolah pengetahuan menjadi solusi.

Hal ini relevan dengan tantangan perguruan tinggi agar pembelajaran tidak terputus dari persoalan masyarakat.

SATUAN MAHASISWA ETH USUL 10 PRINSIP “MAHASISWA BERDAMPAK”

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong sepuluh prinsip:

1. MULAI DARI MASALAH NYATA

Program harus menjawab kebutuhan masyarakat.

2. DENGARKAN MASYARAKAT

Warga harus dilibatkan sejak perencanaan.

3. GUNAKAN DATA

Masalah dan hasil program harus dapat diukur.

4. LIBATKAN DOSEN DAN AHLI

Solusi harus memiliki basis ilmu pengetahuan.

5. KOLABORASI LINTAS DISIPLIN

Jangan batasi program hanya pada satu jurusan.

6. GUNAKAN TEKNOLOGI SECARA TEPAT

Teknologi harus sesuai kemampuan dan kebutuhan masyarakat.

7. BANGUN KEMANDIRIAN

Jangan membuat masyarakat bergantung kepada mahasiswa.

8. UKUR DAMPAK

Evaluasi perubahan sebelum dan setelah program.

9. JAGA TRANSPARANSI DANA

Setiap pembiayaan harus dapat dipertanggungjawabkan.

10. PASTIKAN KEBERLANJUTAN

Program harus tetap memberikan manfaat setelah mahasiswa pulang.

DARI DEMONSTRASI KE PEMBERDAYAAN

Reza menegaskan kegiatan pemberdayaan tidak berarti mahasiswa harus meninggalkan fungsi kritik sosial.

Keduanya justru harus berjalan bersama.

Mahasiswa dapat mengkritik kebijakan yang tidak adil sekaligus membantu masyarakat secara langsung.

«“Mahasiswa yang ideal bukan hanya berani mengkritik negara. Mahasiswa juga berani turun bekerja bersama rakyat.”»

Menurut Satuan Mahasiswa ETH, kekuatan mahasiswa terletak pada kemampuan menyatukan:

kritik — ilmu — inovasi — pengabdian — dan solusi.

KAMPUS HARUS MENGAPRESIASI KERJA SOSIAL MAHASISWA

Satuan Mahasiswa ETH mendorong perguruan tinggi memberikan ruang akademik dan penghargaan yang layak terhadap mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian berkualitas.

Kegiatan yang menghasilkan dampak nyata dapat diintegrasikan dengan:

– penelitian;
– tugas akhir;
– pembelajaran;
– kegiatan organisasi;
– atau rekognisi akademik sesuai ketentuan kampus.

Hal itu dapat mendorong lebih banyak mahasiswa terjun ke masyarakat.

REZA: MAHASISWA HARUS MENINGGALKAN JEJAK MANFAAT

Ketua Umum Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Reza Prasatria Dharma menilai masa kuliah adalah kesempatan bagi generasi muda untuk membangun rekam jejak pengabdian.

«“Ketika lulus nanti, jangan hanya tinggalkan nama di daftar alumni. Tinggalkan juga manfaat di desa, sekolah, UMKM atau masyarakat yang pernah kita dampingi.”»

Menurut Reza, perguruan tinggi akan semakin dipercaya masyarakat apabila kampus terlihat nyata hadir membantu menyelesaikan persoalan.

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menyerukan:

TEMUKAN MASALAH — BAWA ILMU — BANGUN SOLUSI — UKUR DAMPAK — JAGA KEBERLANJUTAN

Gerakan mahasiswa harus tumbuh dari kampus dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

SATUAN MAHASISWA ELANG TIGA HAMBALANG

Ketua Umum: REZA PRASATRIA DHARMA

KOLABORASI — INTEGRITAS — PRESTASI

DARI KAMPUS — TURUN KE RAKYAT — HADIRKAN SOLUSI — BERIKAN DAMPAK

“MAHASISWA BERGERAK BUKAN HANYA UNTUK DIDENGAR, TETAPI UNTUK MEMBERIKAN MANFAAT.”

banner 336x280