Buyer Dubai Lirik Kopi dan Pinang Indonesia, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong UMKM Agresif Rebut Pasar Timur Tengah
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 18 September 2026. Peluang ekspor produk Indonesia ke Timur Tengah kembali terbuka. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM dan perusahaan nasional meningkatkan kesiapan produk, kapasitas pasokan, kualitas serta kemampuan mencari pembeli internasional agar...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 18 September 2026. Peluang ekspor produk Indonesia ke Timur Tengah kembali terbuka. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM dan perusahaan nasional meningkatkan kesiapan produk, kapasitas pasokan, kualitas serta kemampuan mencari pembeli internasional agar peluang tersebut menghasilkan transaksi nyata.
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan melaporkan bahwa pada 17 September 2026, Inaexport memfasilitasi pertemuan bisnis antara buyer asal Dubai, Uni Emirat Arab, dengan dua eksportir Indonesia di Permanent Trade Exhibition Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Pertemuan tersebut mempertemukan buyer Dubai dengan PT Zafitrade International Export Indonesia dan PT Agri Sukses Exportindo. Produk yang diperkenalkan untuk pasar UEA adalah biji kopi dan biji pinang premium asal Aceh. Kemendag menyatakan buyer tersebut menyampaikan kebutuhan pasokan sejumlah komoditas Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar UEA.
ETH: Jangan Tunggu Buyer Datang
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perkembangan ini menunjukkan bahwa komoditas dan produk Indonesia mempunyai peluang untuk memperluas pasar di Timur Tengah.
“Pengusaha Indonesia tidak boleh hanya menunggu pembeli datang. Produk yang mempunyai kualitas dan kapasitas harus aktif diperkenalkan kepada buyer internasional. ETH mendorong UMKM dan perusahaan nasional mempersiapkan diri dari kualitas produk, kontinuitas pasokan, legalitas, kemasan sampai kemampuan memenuhi kontrak ekspor.”
Inaexport Bisa Menjadi Pintu Masuk
Kemendag menyatakan kedua eksportir yang mengikuti pertemuan tersebut telah terdaftar pada platform Inaexport. Pemerintah terus mendorong pemanfaatan platform itu sebagai sarana mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon buyer internasional dan memperluas akses pasar produk unggulan Indonesia.
Bagi pengusaha, hal ini menunjukkan pentingnya tidak hanya mempunyai produk yang baik tetapi juga masuk dalam jaringan promosi dan business matching yang memungkinkan produk ditemukan pembeli luar negeri.
ETH Dorong Middle East Export Desk
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Middle East Export Desk sebagai program khusus untuk membantu anggota memasuki pasar Uni Emirat Arab dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
Program tersebut dapat melakukan pemetaan produk anggota yang siap ekspor, pemeriksaan kapasitas produksi, pendampingan standardisasi dan sertifikasi, penyusunan katalog berbahasa Inggris dan Arab, pencarian buyer, fasilitasi business matching, hingga pendampingan negosiasi perdagangan.
“Dubai dapat menjadi salah satu pintu masuk strategis bagi produk Indonesia menuju pasar Timur Tengah. ETH ingin membantu pengusaha bergerak dari sekadar mempunyai produk menjadi mempunyai pasar dan pembeli.”
Dari Aceh hingga Hambalang, Produk Daerah Harus Bisa Mendunia
ETH menilai pola fasilitasi yang mempertemukan eksportir secara langsung dengan buyer internasional layak diperluas kepada UMKM dari berbagai daerah.
Produk potensial tidak terbatas pada kopi dan pinang. Pengusaha Indonesia dapat terlebih dahulu melakukan pemetaan berdasarkan permintaan pasar, standar negara tujuan dan kemampuan memenuhi pasokan secara konsisten sebelum memutuskan ekspansi.
Langkah tersebut penting agar promosi ekspor tidak berhenti pada pameran, melainkan bergerak menuju permintaan buyer → negosiasi → kontrak → pengiriman → transaksi berulang.
Agenda Konkret ETH
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang dapat memulai pendataan anggota dalam tiga kelompok: siap ekspor, menuju siap ekspor, dan membutuhkan pembinaan. Dari data tersebut, ETH dapat menggandeng Kemendag, perbankan, perusahaan logistik, lembaga sertifikasi serta perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
“Target ETH adalah sederhana tetapi terukur: semakin banyak pengusaha Indonesia mendapatkan buyer internasional dan semakin banyak produk daerah yang menghasilkan transaksi ekspor.”
Langkah tersebut sekaligus dapat memperkuat posisi Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang sebagai penghubung antara pengusaha daerah, fasilitas pemerintah, pembiayaan dan pasar internasional.





