Industri Makanan-Minuman Tumbuh 6,77 Persen, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri Pangan
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat β 18 September 2026. Industri makanan dan minuman Indonesia menunjukkan kinerja positif dan menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang besar bagi pengusaha nasional. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM, IKM dan perusahaan lokal...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat β 18 September 2026. Industri makanan dan minuman Indonesia menunjukkan kinerja positif dan menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang besar bagi pengusaha nasional. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM, IKM dan perusahaan lokal memanfaatkan momentum tersebut untuk masuk ke rantai pasok industri pangan sekaligus memperluas pasar ekspor.
Data Kementerian Perindustrian yang diberitakan hari ini menunjukkan industri makanan dan minuman tumbuh 6,77 persen pada Semester I 2026. Sektor tersebut memberikan kontribusi 41,86 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas dan sekitar 7,16 persen terhadap PDB nasional.
Kinerja perdagangannya juga signifikan. Pada 2025, ekspor industri makanan dan minuman mencapai US$49,5 miliar, naik 19,5 persen, dengan surplus perdagangan US$36,1 miliar. Pada Semester I 2026, ekspornya tercatat US$24,61 miliar, sementara surplus perdagangan mencapai US$17,57 miliar.
Investasi Rp26,82 Triliun, Serap 6,94 Juta Tenaga Kerja
Besarnya sektor pangan juga terlihat dari investasi dan penyerapan tenaga kerjanya. Realisasi investasi industri makanan dan minuman pada Semester I 2026 mencapai sekitar Rp26,82 triliun, sementara sektor tersebut menyerap sekitar 6,94 juta tenaga kerja. ([ANTARA News][1])
Angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri pangan mempunyai keterkaitan luas dengan petani, peternak, nelayan, pemasok bahan baku, perusahaan kemasan, logistik, pergudangan, mesin produksi hingga IKM.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperbesar keterlibatan perusahaan nasional.
βPertumbuhan industri makanan dan minuman harus menghasilkan peluang usaha yang semakin besar bagi pengusaha Indonesia. UMKM dan IKM jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus dipersiapkan menjadi pemasok bahan baku, kemasan, produk olahan, jasa logistik hingga menjadi eksportir.β
Pasar Global Masih Terbuka
Kemenperin melihat peluang Indonesia meningkatkan peran dalam rantai nilai industri pangan global. Pemerintah mendorong hilirisasi, peningkatan nilai tambah bahan baku lokal, penguatan standar mutu, inovasi dan perluasan akses pasar internasional. Kawasan yang dibidik antara lain Amerika, Eropa Timur, Timur Tengah dan Asia Selatan.
Perubahan selera konsumen juga harus diperhatikan. Selain harga dan rasa, konsumen semakin memperhatikan kandungan gizi, keamanan pangan, kualitas bahan baku serta keberlanjutan produk.
ETH Dorong Food Industry & UMKM Supply Chain Center
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Food Industry & UMKM Supply Chain Center.
Program ini diarahkan untuk memetakan UMKM dan perusahaan anggota yang bergerak di bidang pangan, bahan baku, pertanian, peternakan, perikanan, kemasan dan logistik; mempertemukan mereka dengan industri besar; membantu standardisasi dan sertifikasi; serta membuka akses pembiayaan dan pasar ekspor.
βETH ingin membangun jalur yang jelas: bahan baku Indonesia diolah pengusaha Indonesia, diproduksi dengan standar tinggi, masuk jaringan industri nasional, kemudian dipasarkan ke pasar dunia. Semakin panjang nilai tambah yang tinggal di dalam negeri, semakin besar manfaat ekonominya bagi masyarakat.β
ETH juga mendorong kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi dan perusahaan besar untuk menyelenggarakan business matching pemasok nasional.
Momentum ini bertepatan dengan penyelenggaraan Food Ingredients Asia Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran pada 16β18 September 2026, yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi dan mitra internasional untuk mendorong inovasi serta penguatan industri pangan.
Dengan langkah tersebut, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin mendorong pola:
UMKM/IKM β standardisasi β pembiayaan β pemasok industri β peningkatan kapasitas β ekspor.





