MDR QRIS 0 PERSEN DIPERLUAS, PENGUSAHA ETH: TRANSAKSI DIGITAL HARUS JADI JALAN UMKM MENUJU MODAL
JAKARTA, 28 AGUSTUS 2026** β Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perluasan kebijakan **Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen** mulai 1 Oktober 2026 merupakan langkah positif untuk memperkuat efisiensi transaksi dan mempercepat digitalisasi dunia usaha, khususnya UMKM. Bank Indonesia...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
JAKARTA, 28 AGUSTUS 2026** β Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perluasan kebijakan **Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen** mulai 1 Oktober 2026 merupakan langkah positif untuk memperkuat efisiensi transaksi dan mempercepat digitalisasi dunia usaha, khususnya UMKM.
Bank Indonesia sebelumnya menetapkan bahwa mulai **1 Oktober 2026**, merchant usaha kecil, menengah dan besar akan memperoleh MDR QRIS 0 persen untuk transaksi hingga **Rp100.000**. Sementara bagi merchant kategori usaha mikro, MDR 0 persen tetap berlaku untuk transaksi hingga **Rp500.000**.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai manfaat kebijakan tersebut harus diarahkan lebih jauh.
**QRIS jangan hanya menjadi alat pembayaran. Rekam transaksi digital harus membantu UMKM membangun pembukuan, memperoleh modal, memperluas pasar, dan naik kelas.**
## QRIS SUDAH MENJANGKAU PULUHAN JUTA MERCHANT
Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026 QRIS telah digunakan oleh sekitar **65,77 juta pengguna** dan diterima oleh sekitar **44,86 juta merchant**.
Sekitar **96,68 persen merchant QRIS merupakan UMKM**.
Angka tersebut menunjukkan bahwa ekosistem pembayaran digital nasional memiliki basis yang sangat kuat pada usaha mikro, kecil dan menengah.
Menurut Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang, kondisi tersebut harus digunakan untuk membangun fondasi UMKM yang semakin profesional.
## TRANSAKSI DIGITAL HARUS MENJADI REKAM JEJAK USAHA
Salah satu persoalan yang banyak dihadapi UMKM adalah pembukuan.
Banyak usaha sebenarnya mempunyai pelanggan dan omzet, tetapi seluruh transaksi masih bercampur antara uang pribadi dengan uang usaha.
Akibatnya, ketika membutuhkan modal tambahan, pelaku usaha kesulitan menunjukkan kondisi bisnis kepada bank.
QRIS dapat membantu mengubah keadaan tersebut.
Setiap pembayaran yang masuk secara digital meninggalkan rekam transaksi.
Jika digabungkan dengan rekening usaha dan pembukuan yang tertib, pelaku UMKM dapat memiliki gambaran arus kas yang semakin jelas.
## DARI TRANSAKSI MENUJU PEMBIAYAAN
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perbankan mengembangkan penilaian kredit yang semakin mampu membaca kegiatan usaha riil.
Data transaksi digital dapat menjadi salah satu informasi pendukung dalam melihat:
* aktivitas penjualan;
* kestabilan omzet;
* arus kas;
* perkembangan usaha;
* dan pola transaksi.
Namun penggunaan data tersebut tetap harus dilakukan dengan persetujuan, perlindungan data dan prinsip kehati-hatian.
**UMKM yang mempunyai transaksi nyata dan usaha sehat harus mempunyai peluang yang lebih baik untuk memperoleh pembiayaan.**
## MDR 0 PERSEN BISA MENEKAN BIAYA TRANSAKSI
Bagi usaha kecil, biaya yang terlihat kecil dapat menjadi cukup besar apabila transaksi dilakukan berulang kali setiap hari.
Karena itu, MDR 0 persen pada transaksi tertentu dapat membantu meningkatkan efisiensi.
Penghematan yang diperoleh dapat digunakan kembali untuk:
* menambah stok;
* membeli bahan baku;
* meningkatkan kemasan;
* melakukan promosi;
* atau menambah modal kerja.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai tujuan kebijakan pembayaran digital harus berujung pada peningkatan produktivitas usaha.
## UMKM JANGAN HANYA PASANG QRIS
Asosiasi mengingatkan bahwa memasang kode QR belum berarti sebuah usaha telah melakukan transformasi digital.
Transformasi digital harus mencakup pengelolaan bisnis secara keseluruhan.
UMKM perlu didorong mempunyai:
1. **rekening khusus usaha;**
2. **pembukuan digital;**
3. **catatan stok;**
4. **database pelanggan;**
5. **pemasaran melalui media sosial atau marketplace;**
6. **legalitas dan profil usaha yang jelas.**
Dengan cara tersebut, QRIS menjadi salah satu bagian dari ekosistem usaha modern.
## TRANSAKSI QRIS SEMESTER I CAPAI RP1,12 KUADRILIUN
Bank Indonesia sebelumnya mencatat nilai transaksi QRIS sepanjang semester pertama 2026 mencapai sekitar **Rp1,12 kuadriliun** dari sekitar **12,55 miliar transaksi**.
Pertumbuhan transaksi tersebut menunjukkan pembayaran digital telah menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan masyarakat.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai skala transaksi sebesar itu juga menghasilkan potensi data ekonomi yang sangat besar.
Data harus digunakan untuk memperkuat kebijakan pembiayaan dan pengembangan UMKM, bukan justru menjadi sumber risiko baru bagi pelaku usaha.
## KEAMANAN DATA HARUS MENJADI PRIORITAS
Semakin besar ekonomi digital, semakin besar pula potensi penipuan.
Asosiasi mendorong pengusaha meningkatkan kewaspadaan terhadap:
* QR palsu;
* tautan tidak dikenal;
* permintaan OTP;
* pencurian akun;
* dan manipulasi bukti pembayaran.
Pelaku usaha harus selalu memeriksa transaksi melalui aplikasi resmi.
Jangan hanya mengandalkan tangkapan layar yang diperlihatkan pembeli.
Perbankan dan penyelenggara jasa pembayaran juga harus terus memperkuat sistem keamanan.
## QRIS BISA MEMBANTU FORMALISASI UMKM
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang melihat digitalisasi sebagai peluang mempercepat proses UMKM menuju usaha formal.
Pelaku usaha yang telah memiliki transaksi rutin dapat diarahkan memiliki:
* Nomor Induk Berusaha;
* rekening perusahaan;
* pembukuan;
* pencatatan perpajakan;
* dan profil bisnis.
Formalitas tersebut penting ketika usaha mulai berhubungan dengan perusahaan besar, pemerintah atau perbankan.
Usaha yang tertib akan lebih mudah mengikuti pengadaan atau menjadi supplier.
## TRANSAKSI DIGITAL HARUS TERHUBUNG DENGAN PASAR
Pembayaran digital tidak akan banyak berarti jika UMKM tetap hanya menjual kepada konsumen di sekitar tempat usaha.
Asosiasi mendorong pelaku usaha masuk ke ekosistem pemasaran digital.
Marketplace dan media sosial dapat memperluas pasar dari tingkat lokal ke nasional.
Pelaku usaha dapat menampilkan:
* katalog produk;
* harga;
* cara pembayaran;
* jasa pengiriman;
* dan informasi perusahaan.
Dengan demikian, QRIS dan marketplace dapat berjalan bersama sebagai satu sistem perdagangan.
## QRIS ANTARNEGARA BUKA PELUANG BARU
Pengembangan QRIS antarnegara juga membuka ruang bagi pengusaha Indonesia yang berhubungan dengan wisatawan atau konsumen dari negara mitra.
Sektor yang berpotensi mendapatkan manfaat antara lain:
* pariwisata;
* kuliner;
* perdagangan;
* kerajinan;
* dan ekonomi kreatif.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai kemudahan pembayaran lintas negara dapat membantu produk Indonesia menjangkau konsumen yang lebih luas.
## PEDAGANG PASAR DAN PENGUSAHA DAERAH HARUS DILIBATKAN
Digitalisasi tidak boleh hanya terjadi di pusat perbelanjaan modern.
Pasar tradisional harus ikut masuk.
Warung kecil harus ikut masuk.
Pedagang daerah harus ikut masuk.
Asosiasi mendorong sosialisasi QRIS dan pembukuan digital dilakukan hingga kabupaten, kecamatan dan sentra-sentra perdagangan rakyat.
Namun pendekatan harus disesuaikan dengan kemampuan pelaku usaha.
Pendampingan jauh lebih efektif dibandingkan hanya memberikan instruksi.
## PERBANKAN HARUS HADIR SETELAH TRANSAKSI TERBENTUK
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai terdapat peluang membangun pola pengembangan UMKM yang lebih terstruktur.
Tahap pertama: usaha menggunakan pembayaran digital.
Tahap kedua: transaksi tercatat.
Tahap ketiga: pembukuan membaik.
Tahap keempat: bank dapat menilai profil usaha.
Tahap kelima: pengusaha memperoleh pembiayaan.
Tahap keenam: produksi meningkat dan pasar berkembang.
**Inilah yang harus menjadi tujuan akhir transformasi digital UMKM.**
## MODAL HARUS DIGUNAKAN UNTUK PRODUKSI
Asosiasi juga mengingatkan bahwa pembiayaan yang diperoleh dari bank harus digunakan secara produktif.
Modal dapat digunakan untuk:
* membeli mesin;
* menambah bahan baku;
* membuka cabang;
* meningkatkan kapasitas;
* memperbesar stok;
* atau memperluas pemasaran.
Modal usaha jangan digunakan untuk konsumsi yang tidak berhubungan dengan kegiatan bisnis.
Disiplin penggunaan dana akan menentukan kemampuan usaha berkembang dan memenuhi kewajiban kredit.
## PENGUSAHA ETH DORONG ENAM AGENDA UMKM DIGITAL
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong enam agenda:
1. **Perluas penggunaan QRIS sesuai kebutuhan pelaku usaha.**
2. **Dorong UMKM mempunyai rekening dan pembukuan khusus usaha.**
3. **Gunakan rekam transaksi sebagai salah satu pendukung akses pembiayaan yang sehat.**
4. **Hubungkan UMKM dengan marketplace dan pasar digital.**
5. **Perkuat keamanan transaksi serta perlindungan data.**
6. **Perluas pendampingan digital hingga pasar tradisional dan pengusaha daerah.**
## PENGUSAHA ETH: QRIS HARUS MELAHIRKAN UMKM BANKABLE
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perluasan MDR QRIS 0 persen harus menjadi awal dari agenda yang lebih besar.
Bukan hanya biaya transaksi yang turun.
Tata kelola usaha harus membaik.
Pembiayaan harus terbuka.
Pasar harus semakin luas.
Dan UMKM harus naik kelas.
**βKalau puluhan juta UMKM sudah masuk sistem pembayaran digital, tahap berikutnya adalah membuat mereka semakin bankable. Transaksi harus menjadi rekam usaha, rekam usaha membuka modal, dan modal digunakan untuk memperbesar produksi.β**
Asosiasi mendorong Bank Indonesia, OJK, perbankan, pemerintah daerah dan organisasi pengusaha memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem UMKM digital nasional.
### TRANSAKSI TERCATAT, MODAL TERBUKA, PASAR MELUAS, UMKM INDONESIA NAIK KELAS.





