Program jagung pakan tembus 127 ribu ton, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: harga petani harus terlindungi, peternak jangan dibebani
Hambalang — Sabtu, 29 Agustus 2026 Program penyaluran jagung untuk kebutuhan pakan menjadi perhatian sektor pertanian setelah realisasinya dilaporkan mencapai sekitar 127,43 ribu ton hingga 23 Agustus 2026. Program tersebut telah menjangkau 28 provinsi, 100 koperasi/asosiasi, serta ribuan peternak. Kebijakan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang — Sabtu, 29 Agustus 2026 Program penyaluran jagung untuk kebutuhan pakan menjadi perhatian sektor pertanian setelah realisasinya dilaporkan mencapai sekitar 127,43 ribu ton hingga 23 Agustus 2026. Program tersebut telah menjangkau 28 provinsi, 100 koperasi/asosiasi, serta ribuan peternak.
Kebijakan ini memiliki posisi strategis karena menyangkut dua kelompok penting sekaligus: petani jagung sebagai produsen dan peternak sebagai pengguna jagung untuk bahan baku pakan.
Persoalan harga jagung selama ini memang seperti dua sisi mata uang. Ketika harga terlalu rendah, petani berpotensi mengalami tekanan pendapatan. Namun ketika harga meningkat terlalu tinggi, biaya pakan peternak ikut membengkak.
Karena itu, keseimbangan harga dan kelancaran rantai pasok menjadi penting agar peningkatan produksi jagung nasional benar-benar menghasilkan manfaat bagi petani tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap usaha peternakan.
Satuan Petani ETH: jangan korbankan petani demi harga murah
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai pemerintah harus memastikan program stabilisasi jagung tidak membuat harga di tingkat petani tertekan.
Satuan Petani ETH menegaskan bahwa petani telah mengeluarkan biaya sejak pengolahan lahan, benih, pupuk, pestisida hingga panen dan transportasi. Karena itu, harga pembelian harus memberikan margin yang layak.
“Jangan menyelesaikan persoalan harga pakan dengan mengorbankan petani jagung. Petani harus memperoleh harga yang layak, sementara peternak juga membutuhkan bahan baku dengan harga terjangkau. Negara harus hadir menjaga keseimbangan keduanya.”
Satuan Petani ETH meminta pemerintah memperkuat penyerapan jagung langsung dari sentra produksi sehingga rantai perdagangan dapat diperpendek dan keuntungan tidak hanya terkonsentrasi pada perantara.
Produksi dan penyerapan harus berjalan bersama
Menurut Satuan Petani ETH, peningkatan produksi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak disertai kepastian pasar.
Petani membutuhkan kepastian bahwa ketika panen tiba, hasil produksi dapat diserap dengan harga yang wajar. Gudang, pengering jagung, transportasi serta akses langsung kepada pembeli juga perlu diperkuat.
Persoalan kadar air juga harus mendapat perhatian. Petani kerap menghadapi perbedaan harga karena kualitas dan kadar air jagung. Karena itu, pemerintah perlu memperluas fasilitas pengeringan di daerah sentra produksi agar petani dapat meningkatkan kualitas hasil panennya sebelum dijual.
Satuan Petani ETH tawarkan solusi
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mengusulkan beberapa langkah: pemerintah menjaga harga pembelian di tingkat petani tetap menguntungkan; memperbanyak pembelian langsung dari kelompok tani dan koperasi; menyediakan fasilitas pengering dan gudang di sentra jagung; memperketat pengawasan rantai distribusi; serta memastikan program jagung pakan benar-benar diterima peternak yang menjadi sasaran.
Satuan Petani ETH juga meminta pemerintah daerah aktif memetakan wilayah yang mengalami surplus maupun kekurangan jagung sehingga distribusi antardaerah dapat dilakukan lebih cepat.
“Petani jangan hanya diminta meningkatkan produksi. Ketika produksinya meningkat, negara juga harus memastikan siapa yang membeli, berapa harganya, dan bagaimana hasil panen itu sampai ke pasar. Petani sejahtera dan peternak terlindungi harus berjalan bersama.”
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai keberhasilan program pangan tidak semata-mata diukur dari besarnya tonase yang diproduksi atau disalurkan. Ukuran yang tidak kalah penting adalah berapa besar manfaat ekonomi yang benar-benar diterima petani dan seberapa efektif kebijakan tersebut menjaga keberlangsungan usaha peternak.
Sumber: informasi pemerintah terkait pelaksanaan program SPHP jagung pakan dan pemberitaan sektor pertanian/pangan hingga Agustus 2026.





