Kemendag Petakan Mesin Ekspor Jawa–Sumatra, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Dunia
Dari Hambalang, ETH Dorong Pengusaha Memanfaatkan Informasi Pasar, Business Matching, Promosi Internasional, dan Pendampingan Ekspor HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 31 Agustus 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha daerah memanfaatkan semakin terbukanya program pengembangan ekspor pemerintah...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Dari Hambalang, ETH Dorong Pengusaha Memanfaatkan Informasi Pasar, Business Matching, Promosi Internasional, dan Pendampingan Ekspor
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 31 Agustus 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha daerah memanfaatkan semakin terbukanya program pengembangan ekspor pemerintah untuk membawa produk unggulan Indonesia memasuki pasar internasional.
Kementerian Perdagangan pada 27 Agustus 2026 menggelar Forum Koordinasi Program Pengembangan Ekspor Berbasis Kewilayahan untuk Wilayah Jawa dan Sumatra. Forum yang diikuti sekitar 250 peserta dari dinas perdagangan dan pelaku usaha tersebut ditujukan untuk menyelaraskan program pengembangan ekspor dengan potensi, karakteristik, dan kebutuhan masing-masing daerah.
Potensi Daerah Harus Dipetakan Menjadi Produk Ekspor
Kemendag menilai setiap daerah memiliki komoditas unggulan sekaligus tantangan yang berbeda sehingga program pengembangan ekspor perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menekankan pentingnya pemerintah daerah mengidentifikasi produk unggulan dan mendampingi pelaku usaha agar lebih siap memasuki pasar global.
Bagi pengusaha, pendekatan berbasis wilayah penting karena produk ekspor Indonesia tidak hanya berasal dari pusat-pusat industri besar.
Kopi, makanan olahan, kerajinan, produk pertanian, fesyen, produk kreatif, furnitur, komponen manufaktur, hingga berbagai produk unggulan daerah memiliki kesempatan memasuki pasar internasional apabila memenuhi standar dan mempunyai jaringan pembeli.
Kemendag Sediakan Informasi Pasar hingga Business Matching
Dalam forum tersebut, Kementerian Perdagangan menawarkan berbagai fasilitas kepada dunia usaha, antara lain:
- informasi pasar ekspor;
- peningkatan kapasitas eksportir;
- pengembangan produk;
- business matching dengan calon pembeli;
- promosi perdagangan internasional;
- serta fasilitasi akses menuju pasar global.
Fasilitas tersebut merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan organisasi pengusaha untuk membantu anggota yang memiliki produk potensial tetapi belum memahami langkah memasuki pasar ekspor.
Masuk Pasar Global Tidak Cukup Hanya Punya Produk Bagus
Pengusaha yang ingin menembus pasar internasional harus memperhatikan kesiapan produk secara menyeluruh.
Dalam forum tersebut, salah satu pelaku usaha kopi dari Sumatra Selatan menyampaikan bahwa persiapan ekspor mencakup kualitas produk, pemenuhan standar, kesinambungan pasokan, hingga akses terhadap pasar internasional.
Artinya, pengusaha daerah perlu dipersiapkan mulai dari tahap produksi.
Kapasitas produksi harus mampu memenuhi pesanan secara konsisten. Legalitas dan sertifikasi harus lengkap. Kemasan harus sesuai karakter pasar tujuan. Harga harus kompetitif. Sementara komunikasi dengan buyer harus dilakukan secara profesional.
Trade Expo Indonesia Bisa Menjadi Pintu Masuk
Forum Kemendag juga menyinggung persiapan pelaku usaha menuju Trade Expo Indonesia 2026.
Pelaku usaha dalam forum meminta informasi mengenai kriteria dan jadwal kurasi disampaikan lebih awal agar perusahaan memiliki waktu mempersiapkan produk secara lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa asosiasi pengusaha dapat mengambil peran sebelum kegiatan promosi perdagangan berlangsung.
Organisasi dapat membantu menyeleksi produk anggota yang berpotensi ekspor dan kemudian mendampingi peningkatan kesiapan mereka.
ETH Dorong Pembentukan “ETH Export Desk”
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang dapat membangun ETH Export Desk sebagai pusat pendampingan pengusaha yang ingin memasuki pasar internasional.
Program ini dapat menjalankan beberapa fungsi:
- membuat database produk unggulan anggota dari berbagai provinsi;
- menilai kesiapan awal produk menuju ekspor;
- memberikan informasi pasar dan negara tujuan;
- membantu peningkatan kualitas serta kemasan produk;
- menghubungkan anggota dengan program Ditjen PEN Kemendag;
- memfasilitasi business matching;
- hingga membantu mempertemukan eksportir dengan calon buyer.
Target awalnya dapat dibuat sederhana: setiap daerah jaringan ETH memiliki minimal satu produk unggulan yang dipersiapkan menuju ekspor.
Jawa–Sumatra Bagian dari Pemetaan Ekspor Nasional
Forum Jawa dan Sumatra merupakan bagian dari rangkaian koordinasi berbasis kewilayahan.
Kemendag sebelumnya telah menggelar forum serupa untuk Kalimantan dan Bali–Nusa Tenggara pada 16 Juli 2026, serta Sulawesi, Papua, dan Maluku pada 30 Juli 2026.
Kementerian Perdagangan menyebut rangkaian tersebut sebagai upaya membangun peta pengembangan ekspor berbasis potensi daerah dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Bagi organisasi pengusaha nasional, pola tersebut dapat menjadi dasar membangun jaringan berdasarkan potensi ekonomi setiap wilayah.
Sikap Asosiasi Pengusaha ETH
kutipan resmi:
“Indonesia memiliki ribuan produk unggulan daerah yang berpotensi masuk pasar internasional. Tantangannya adalah bagaimana pengusaha mendapatkan informasi, standar, pendampingan dan buyer. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin menjadi jembatan agar pengusaha daerah tidak berjalan sendiri menuju pasar ekspor.”
Dari Hambalang Menuju Pasar Dunia
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang dapat mengambil posisi sebagai organisasi yang membantu menghubungkan:
PRODUK DAERAH → PENINGKATAN KUALITAS → STANDAR EKSPOR → BUSINESS MATCHING → BUYER INTERNASIONAL → EKSPOR
Pendekatan tersebut akan membuat keberadaan organisasi semakin dirasakan manfaatnya oleh pengusaha.
Pengusaha tidak hanya memperoleh jaringan organisasi, tetapi juga kesempatan memperoleh pasar baru.
Dari Hambalang, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar produk-produk unggulan Indonesia tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi mampu bersaing dan menghasilkan devisa di pasar dunia.





