NTP nasional naik, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: jangan tertipu angka, petani hortikultura justru tertekan
Hambalang β Selasa, 1 September 2026, Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Agustus 2026 tidak boleh langsung dijadikan ukuran bahwa kondisi seluruh petani Indonesia sedang membaik. Di balik kenaikan tersebut, terdapat subsektor pertanian yang justru mengalami tekanan, salah...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang β Selasa, 1 September 2026, Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Agustus 2026 tidak boleh langsung dijadikan ukuran bahwa kondisi seluruh petani Indonesia sedang membaik. Di balik kenaikan tersebut, terdapat subsektor pertanian yang justru mengalami tekanan, salah satunya hortikultura.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP nasional pada Agustus 2026 sebesar 129,19, naik 1,05 persen dibandingkan Juli 2026. Namun kondisi berbeda terjadi pada subsektor hortikultura. NTP hortikultura tercatat 124,47, turun 2,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi pergerakan harga sejumlah komoditas seperti bawang merah, tomat, dan kubis.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kenaikan NTP nasional jangan sampai menutupi kenyataan bahwa sebagian petani masih menghadapi tekanan harga, biaya produksi, distribusi, dan ketidakpastian pasar.
βPemerintah jangan hanya melihat angka NTP nasional kemudian menyimpulkan bahwa petani sudah sejahtera. Faktanya, ketika NTP hortikultura turun, ada petani yang sedang menghadapi tekanan. Yang harus dilihat adalah berapa harga yang benar-benar diterima petani dan berapa biaya yang mereka keluarkan untuk mempertahankan produksi,β tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Menurut Satuan Petani ETH, persoalan yang kerap menghantui petani hortikultura adalah lemahnya posisi tawar ketika memasuki musim panen. Produksi yang meningkat tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan apabila harga di tingkat petani justru jatuh.
Kondisi tersebut menjadi semakin berat ketika petani harus menghadapi biaya pupuk, benih, pestisida, tenaga kerja hingga transportasi hasil pertanian.
βPetani tidak membutuhkan angka yang terlihat bagus di atas kertas sementara harga hasil panen mereka tertekan di lapangan. Negara harus hadir ketika harga jatuh, bukan baru berbicara setelah petani mengalami kerugian,β lanjut Satuan Petani ETH.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat sistem perlindungan harga komoditas pertanian, khususnya komoditas hortikultura yang memiliki karakter harga sangat fluktuatif.
Pemerintah juga diminta memperbaiki rantai distribusi sehingga selisih harga antara tingkat petani dan konsumen tidak terlalu lebar. Pengawasan terhadap permainan harga dan praktik yang berpotensi merugikan petani juga perlu diperkuat.
Selain itu, fasilitas penyimpanan, cold storage, pengolahan pascapanen serta akses langsung petani terhadap pasar perlu diperluas. Langkah tersebut penting agar petani tidak selalu berada dalam posisi terpaksa menjual hasil panennya segera setelah panen ketika harga sedang rendah.
βKalau harga jatuh setiap kali panen raya, yang menikmati peningkatan produksi bukan petani. Pemerintah harus membangun sistem agar petani mempunyai pilihan: menyimpan, mengolah atau menjual hasil pertaniannya melalui pasar yang memberikan harga lebih adil,β tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Satuan Petani ETH menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian seharusnya tidak hanya diukur dari produksi, luas panen ataupun kenaikan indikator secara nasional.
Ukuran yang paling penting adalah apakah keluarga petani memperoleh penghasilan yang layak dari usaha pertaniannya.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah menjadikan penurunan NTP hortikultura sebagai peringatan untuk memperkuat perlindungan terhadap petani. Produksi pangan yang kuat harus berjalan bersama dengan kesejahteraan orang-orang yang memproduksinya.
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan Nilai Tukar Petani Agustus 2026.





