Kemnaker Salurkan Bantuan Usaha kepada 9.000 TKM, DPN ETH: Jangan Berhenti pada Modal, Pastikan Usaha Tumbuh
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β Sabtu, 5 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap program Kementerian Ketenagakerjaan yang menyalurkan bantuan usaha kepada sekitar 9.000 Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebagai bagian dari upaya pengembangan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β Sabtu, 5 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap program Kementerian Ketenagakerjaan yang menyalurkan bantuan usaha kepada sekitar 9.000 Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebagai bagian dari upaya pengembangan kewirausahaan dan perluasan kesempatan kerja.
Fakta Terverifikasi
Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan sekitar 9.000 penerima tersebut terdiri dari 1.000 TKM lanjutan dan sekitar 8.000 TKM pemula. Untuk kategori lanjutan, setiap peserta memperoleh modal usaha Rp15 juta, pelatihan intensif selama lima hari dan pendampingan selama tiga bulan. TKM pemula memperoleh modal Rp5 juta serta pelatihan dan pendampingan.
Program tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mempertahankan usaha penerima. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan agar usaha dapat berkembang dan pada akhirnya membuka kesempatan kerja baru. ([Antara News][1])
Data tracer study TKM 2025 yang disampaikan Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker menunjukkan 76,3 persen peserta binaan mengalami peningkatan omzet, sementara 32,2 persen peserta menambah tenaga kerja.
Perkembangan pada Sabtu, 5 September 2026, juga menunjukkan Kemnaker mendorong peserta Talent & Innovation Hub tidak berhenti pada penciptaan ide dan solusi, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu membangun perusahaan dan menciptakan pekerjaan.
Sikap DPN Elang Tiga Hambalang
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa pemberian modal kepada masyarakat merupakan langkah positif, tetapi keberhasilan program seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang telah disalurkan.
DPN ETH menilai ukuran yang lebih penting adalah apakah usaha penerima bertahan, omzetnya meningkat, pasarnya berkembang dan pada akhirnya mampu menciptakan pekerjaan bagi masyarakat lainnya.
H. Safrizal berpandangan pendampingan setelah penyaluran bantuan menjadi sangat penting. Pelaku usaha rakyat memerlukan penguatan kemampuan pengelolaan keuangan, pemasaran, kualitas produk, legalitas usaha serta akses terhadap pasar dan pembiayaan lanjutan.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menilai hasil tracer study yang menunjukkan peningkatan omzet dan penambahan tenaga kerja perlu dijadikan dasar untuk memperkuat evaluasi program.
DPN ETH mendorong pemerintah mengembangkan pemantauan penerima secara berkelanjutan sehingga dapat diketahui secara transparan berapa usaha yang masih berjalan setelah enam bulan, satu tahun, bahkan beberapa tahun setelah memperoleh bantuan.
Organisasi juga mendorong agar program kewirausahaan semakin menjangkau penganggur, setengah penganggur, penyandang disabilitas, masyarakat di wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perluasan kesempatan kerja. Kemnaker sendiri menyebut kelompok-kelompok tersebut sebagai bagian dari sasaran program TKM Pemula.
DPN ETH memandang pembangunan lapangan kerja tidak harus seluruhnya bergantung kepada perusahaan besar. Usaha mikro dan kecil yang bertumbuh juga dapat menjadi sumber pekerjaan baru apabila mendapatkan modal, keterampilan, pendampingan dan akses pasar yang tepat.
Karena itu, DPN ETH mendukung penguatan program kewirausahaan berbasis hasil: modal diberikan, usaha didampingi, pasar dibuka, perkembangan diukur, dan lapangan kerja baru diciptakan.
H. Safrizal
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang
Ganda Satria Dharma
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang





