Bulog Sumut targetkan penyaluran tiga juta liter Minyakita, Bahar Effendi Pulungan: pastikan harga sesuai HET
Medan, Sumatera Utara — Kamis, 10 September 2026 Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memaksimalkan penyaluran Minyakita kepada sejumlah mitra untuk menjaga ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat. Penyaluran selama September 2026 ditargetkan mencapai tiga juta liter. Pemimpin Wilayah Perum Bulog...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Medan, Sumatera Utara — Kamis, 10 September 2026 Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memaksimalkan penyaluran Minyakita kepada sejumlah mitra untuk menjaga ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat. Penyaluran selama September 2026 ditargetkan mencapai tiga juta liter.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan penyaluran kepada setiap mitra dapat dilakukan hingga 2.400 liter per pekan. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan pasokan Minyakita tetap tersedia di pasar dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Target penyaluran pada September meningkat dibandingkan realisasi Agustus 2026 yang tercatat sekitar 2,8 juta liter. Distribusi dilakukan melalui mitra Bulog dengan melibatkan koordinasi bersama dinas perdagangan, produsen, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok serta jaringan Rumah Pangan Kita.
Bulog juga mengingatkan masyarakat agar membeli Minyakita di toko atau gerai mitra resmi yang memasang spanduk maupun logo Bulog. Harga eceran tertinggi atau HET Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Masyarakat yang menemukan Minyakita dijual melebihi HET disarankan tidak melakukan pembelian dan melaporkannya kepada Bulog atau instansi perdagangan setempat. Pelaporan dinilai penting untuk mencegah permainan harga yang dapat merugikan konsumen.
Selain menjaga jumlah pasokan, Bulog Sumut melakukan pengawasan kualitas melalui pengendalian mutu oleh produsen. Pemeriksaan mencakup proses produksi, kebersihan dan keamanan pangan agar minyak goreng yang diterima masyarakat memenuhi standar.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai peningkatan penyaluran harus diikuti pengawasan distribusi hingga tingkat pengecer.
Pernyataan Bahar Effendi Pulungan, SH:
“Target penyaluran tiga juta liter merupakan langkah penting dalam menjaga pasokan Minyakita di Sumatera Utara. Namun, keberhasilannya harus diukur dari kemudahan masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga sesuai HET, bukan hanya berdasarkan jumlah yang keluar dari gudang.”
Menurut Bahar, pemerintah, Bulog dan aparat pengawasan perdagangan perlu memastikan tidak terjadi penumpukan stok, pengurangan isi kemasan, penjualan bersyarat ataupun praktik menaikkan harga secara tidak wajar.
“Pengawasan harus dilakukan sampai ke pasar tradisional, warung dan wilayah yang jauh dari pusat kota. Jangan sampai pasokan terlihat mencukupi secara administratif, tetapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan Minyakita dengan harga Rp15.700 per liter,” lanjut Bahar dalam draf keterangannya.
Bahar juga meminta agar daftar mitra dan lokasi gerai resmi diperluas serta diinformasikan kepada masyarakat. Keterbukaan informasi tersebut akan membantu konsumen menemukan tempat penjualan resmi sekaligus mempermudah pengawasan.
Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara mengajak masyarakat menjadi konsumen yang aktif. Apabila menemukan harga di atas HET, kemasan rusak, volume tidak sesuai atau dugaan penyimpangan distribusi, masyarakat diminta menyimpan bukti pembelian dan menyampaikannya kepada instansi berwenang.
Stabilitas harga minyak goreng menjadi penting karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Ketersediaan yang cukup dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta biaya produksi UMKM makanan.
Sumber fakta: ANTARA Sumatera Utara.





