Stok pupuk Pusri tersedia menghadapi kemarau, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: pastikan sampai tepat waktu
Hambalang — Kamis, 10 September 2026 PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau Pusri menyatakan persediaan pupuk bersubsidi di wilayah kerjanya tersedia untuk menghadapi kebutuhan sektor pertanian selama musim kemarau. Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta ketersediaan di gudang diikuti kelancaran distribusi...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang — Kamis, 10 September 2026 PT Pupuk Sriwidjaja Palembang atau Pusri menyatakan persediaan pupuk bersubsidi di wilayah kerjanya tersedia untuk menghadapi kebutuhan sektor pertanian selama musim kemarau. Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta ketersediaan di gudang diikuti kelancaran distribusi hingga ke tangan petani.
Berdasarkan data perusahaan per 23 Agustus 2026, Pusri memiliki stok pupuk bersubsidi sebanyak 141.657,282 ton. Jumlah tersebut terdiri atas 120.593,76 ton pupuk urea dan 21.063,522 ton pupuk NPK.
Pusri juga mencatat realisasi penyaluran hingga tanggal yang sama mencapai 970.895,90 ton untuk urea bersubsidi dan 300.759,05 ton untuk NPK bersubsidi.
Perusahaan melakukan pemantauan terhadap stok, kebutuhan setiap wilayah dan jaringan distribusi untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pupuk selama musim kemarau. Kondisi cuaca dinilai dapat memengaruhi pola tanam serta waktu penggunaan pupuk oleh petani.
Menanggapi informasi tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai angka persediaan harus dibuktikan melalui ketersediaan pupuk di kios resmi dan kemudahan petani memperoleh alokasi sesuai kebutuhan.
“Petani tidak cukup hanya menerima informasi bahwa stok pupuk tersedia. Kepastian itu harus terlihat di lapangan: pupuk tersedia di kios resmi, harganya sesuai ketentuan, jumlahnya mencukupi dan dapat diperoleh ketika tanaman membutuhkannya,” demikian pernyataan Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Organisasi tersebut mengingatkan bahwa keterlambatan pemupukan berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Risiko itu semakin besar ketika petani menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta Pusri, pemerintah daerah, dinas pertanian dan jaringan kios resmi memperkuat pengawasan distribusi. Data stok dan penyaluran di setiap wilayah juga perlu dibuka secara berkala agar potensi kelangkaan dapat diketahui lebih awal.
“Pengawasan harus dilakukan dari gudang hingga pupuk diterima petani. Jangan sampai persediaan tercatat mencukupi, tetapi petani di desa masih kesulitan mendapatkan pupuk atau harus membeli dengan harga melebihi ketentuan,” lanjut organisasi tersebut.
Selain menjamin distribusi, petani perlu memperoleh pendampingan mengenai waktu dan dosis pemupukan yang sesuai dengan kondisi tanah, tanaman dan ketersediaan air. Penggunaan pupuk yang tepat dan berimbang dapat membantu menjaga produktivitas sekaligus mencegah pemborosan.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga meminta adanya saluran pengaduan yang cepat dan mudah digunakan. Laporan mengenai kekosongan stok, harga tidak sesuai ketentuan atau dugaan penyelewengan harus segera diperiksa dan ditindaklanjuti.
“Petani harus mengetahui ke mana mereka melapor ketika pupuk sulit diperoleh. Setiap pengaduan perlu dicatat, diperiksa dan diselesaikan secara terbuka agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari kebutuhan petani,” tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Pusri menyatakan pemantauan dan koordinasi distribusi akan terus dilakukan selama musim kemarau. Penyesuaian penyaluran juga disiapkan mengikuti perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap kesiapan tersebut dapat menjaga kelangsungan musim tanam dan melindungi pendapatan petani. Ketersediaan pupuk, air, benih serta kepastian harga hasil panen dinilai harus ditangani secara terpadu.
Sumber fakta utama: situs resmi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.





