Penjualan Eceran Agustus Diprakirakan Tetap Tumbuh, ETH Dorong UMKM Tangkap Momentum Konsumsi
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 10 September 2026, Kinerja perdagangan eceran Indonesia diprakirakan tetap tumbuh pada Agustus 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai perkembangan tersebut perlu dimanfaatkan pengusaha nasional, khususnya UMKM, sektor perdagangan, ritel serta industri makanan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 10 September 2026, Kinerja perdagangan eceran Indonesia diprakirakan tetap tumbuh pada Agustus 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai perkembangan tersebut perlu dimanfaatkan pengusaha nasional, khususnya UMKM, sektor perdagangan, ritel serta industri makanan dan minuman, untuk memperkuat penjualan di pasar domestik.
Bank Indonesia dalam Survei Penjualan Eceran yang dirilis 10 September 2026 memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tumbuh 0,5 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan terutama didorong kelompok suku cadang dan aksesori serta makanan, minuman, dan tembakau.
Pasar Tumbuh, Pengusaha Harus Membaca Perubahan Permintaan
Secara bulanan, penjualan eceran Agustus 2026 diprakirakan terkontraksi tipis 0,1 persen (mtm). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi kelompok barang lainnya, sementara beberapa kelompok seperti peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesori mengalami pertumbuhan.
Data tersebut penting karena memperlihatkan kondisi permintaan masyarakat tidak bergerak seragam pada seluruh kelompok barang.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:
“Pertumbuhan penjualan eceran harus menjadi peluang bagi pengusaha Indonesia. Namun pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan intuisi. Data mengenai konsumen, penjualan dan perubahan permintaan harus digunakan untuk menentukan produksi, persediaan dan strategi pemasaran.”
Keyakinan Konsumen Berada di Zona Optimis
Sinyal konsumsi juga terlihat dari Survei Konsumen Bank Indonesia Agustus 2026. Indeks Keyakinan Konsumen tercatat sebesar 118,5, meningkat dibandingkan Juli 2026 sebesar 116,8 dan tetap berada pada zona optimis karena berada di atas indeks 100.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini meningkat dari 107,9 menjadi 109,4, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen naik dari 125,7 menjadi 127,6.
ETH mengingatkan bahwa indikator tersebut tidak berarti seluruh pengusaha otomatis mengalami kenaikan omzet. Kondisi masing-masing sektor, wilayah, harga, persaingan dan daya beli konsumen tetap perlu diperhitungkan.
ETH: Jangan Sampai Momentum Pasar Diambil Produk Impor
Menurut ETH, ketika permintaan domestik membaik, pengusaha nasional perlu berada pada posisi pertama untuk menangkap peluang tersebut.
“Ketika konsumsi bergerak, produk Indonesia harus berada di barisan depan. Momentum peningkatan permintaan jangan sampai lebih banyak dinikmati produk impor sementara UMKM nasional kesulitan mendapatkan pasar.”
Karena itu, penguatan konsumsi perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk nasional, harga kompetitif, distribusi yang lebih luas serta keberpihakan konsumen terhadap produk buatan Indonesia.
Dorong Pengusaha Gunakan Data untuk Mengatur Stok
Bagi UMKM, perubahan kecil pada permintaan dapat berdampak besar apabila pengelolaan persediaan tidak tepat.
Terlalu banyak stok dapat meningkatkan biaya dan mengganggu arus kas. Sebaliknya, persediaan yang terlalu sedikit berpotensi membuat pengusaha kehilangan kesempatan ketika permintaan meningkat.
ETH mendorong anggota menggunakan data penjualan internal bersama indikator ekonomi resmi untuk menentukan volume produksi, pembelian bahan baku, persediaan, promosi dan rencana ekspansi.
ETH Bentuk “Consumer & Retail Monitor”
Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Consumer & Retail Monitor.
Program ini dapat menggabungkan indikator resmi BI dan BPS dengan laporan penjualan anggota ETH dari berbagai daerah. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi laporan praktis mengenai perubahan permintaan, harga, sektor yang berkembang dan potensi pasar.
“ETH ingin mendorong pengusaha naik kelas menjadi pelaku usaha berbasis data. Organisasi pengusaha harus mampu menerjemahkan indikator ekonomi menjadi informasi yang membantu anggota mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan tepat.”
Pasar Domestik Harus Menjadi Kekuatan Pengusaha Nasional
Bagi ETH, pasar domestik Indonesia merupakan kekuatan strategis yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pertumbuhan perusahaan nasional dan UMKM.
Karena itu, agenda ETH diarahkan pada tiga sasaran: memperluas akses pasar produk anggota, meningkatkan kemampuan pengusaha membaca perilaku konsumen, serta mempertemukan UMKM dengan ritel dan jaringan distribusi.
Dengan strategi tersebut, peningkatan konsumsi tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi transaksi, peningkatan omzet, perluasan usaha dan penciptaan lapangan kerja.
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
“Pengusaha Kuat, Indonesia Maju.”





