EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

52 Krisis Kesehatan akibat Bencana, DPN ETH: Layanan Darurat Harus Cepat dan Siap Menjangkau Rakyat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Sabtu, 12 September 2026 Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap kesiapan sistem kesehatan nasional menghadapi tingginya risiko bencana di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat 52 krisis kesehatan akibat bencana...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Sabtu, 12 September 2026 Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap kesiapan sistem kesehatan nasional menghadapi tingginya risiko bencana di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat 52 krisis kesehatan akibat bencana alam hingga September 2026 dan telah menyiagakan 38.418 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) secara nasional.

Kemenkes Perkuat Dua Pilar Kegawatdaruratan

Kementerian Kesehatan menyatakan penguatan sistem kegawatdaruratan dilakukan melalui dua pilar utama, yaitu standardisasi Emergency Medical Team (EMT) serta peningkatan tata kelola Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Pemerintah juga mendorong penyebaran EMT berstandar WHO secara geografis dan integrasinya dengan kriteria akreditasi RSUD.

banner 468x60

Pada pelayanan IGD, salah satu perhatian pemerintah adalah mempercepat alur pasien kritis menuju ruang perawatan atau ICU. Langkah yang dibahas mencakup pengelolaan tempat tidur kritis secara terpusat, pemenuhan fasilitas dasar seperti monitor pasien, serta pembenahan tata kelola pelayanan kegawatdaruratan.

Kondisi terkini juga memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan tersebut. Dashboard Krisis Kesehatan Kemenkes yang diperbarui hingga 12 September 2026 masih mencatat berbagai kejadian, termasuk kebakaran hutan dan lahan, kebakaran, kekeringan serta kejadian bencana lainnya di sejumlah wilayah.

Kesiapsiagaan Diuji di Daerah Bencana

Kemenkes pada 7 September juga mengirimkan 160 Tenaga Cadangan Kesehatan Batch 2 ke Nusa Tenggara Timur untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Penugasan dilakukan di Kabupaten Ngada, Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur, dengan perhatian pada dukungan psikososial dan kesehatan mental masyarakat.

Dalam menghadapi dampak erupsi Anak Krakatau, Kemenkes juga menyiagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas di 20 kabupaten/kota terdampak, termasuk kesiapan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan dan ambulans.

Sikap DPN Elang Tiga Hambalang

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa angka krisis kesehatan akibat bencana tersebut harus menjadi peringatan untuk memastikan kesiapsiagaan tidak berhenti pada perencanaan di tingkat pusat.

DPN ETH mendorong agar tenaga kesehatan, ambulans, obat-obatan, fasilitas IGD, tempat tidur perawatan dan sistem rujukan benar-benar siap ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Menurut pandangan H. Safrizal, dalam kondisi darurat keselamatan pasien harus menjadi prioritas. Prosedur administratif diperlukan untuk menjaga tata kelola, tetapi pelaksanaannya tidak seharusnya menyebabkan pasien kritis terlambat memperoleh penanganan medis.

Ganda Satria Dharma: Perkuat Kesiapan sampai Daerah

Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan bahwa keberadaan 38.418 Tenaga Cadangan Kesehatan merupakan kapasitas penting yang perlu didukung sistem mobilisasi yang cepat dan terukur.

DPN ETH mendorong adanya pemetaan kesiapan tenaga dan fasilitas berdasarkan tingkat risiko masing-masing daerah. Wilayah rawan gempa, banjir, kebakaran hutan dan lahan, erupsi gunung api maupun bencana lainnya mempunyai kebutuhan penanganan yang dapat berbeda.

Organisasi juga memandang bahwa masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai fasilitas kesehatan rujukan, nomor layanan darurat serta langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

Bagi DPN ETH, kesiapsiagaan kesehatan harus diukur dari seberapa cepat negara dan seluruh unsur terkait mampu menghadirkan pertolongan ketika masyarakat berada dalam keadaan paling membutuhkan.

banner 336x280