MDR QRIS 0 Persen Berlaku 1 Oktober, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong UMKM Percepat Digitalisasi Usaha
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM dan pelaku usaha nasional mempersiapkan diri menyambut perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen yang akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026....
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM dan pelaku usaha nasional mempersiapkan diri menyambut perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen yang akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi momentum untuk mempercepat digitalisasi transaksi sekaligus memperbaiki tata kelola keuangan usaha.
Berdasarkan keterangan resmi, MDR QRIS 0 persen tetap berlaku bagi merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi sampai Rp500.000. Mulai 1 Oktober, fasilitas MDR 0 persen juga diperluas kepada seluruh kategori merchant untuk transaksi hingga Rp100.000. Bank Indonesia menyatakan perluasan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi biaya transaksi bagi pelaku usaha sekaligus memperluas manfaat digitalisasi pembayaran.
QRIS Sudah Menjangkau 44,86 Juta Merchant
Skala penggunaan QRIS menunjukkan besarnya dampak kebijakan tersebut terhadap dunia usaha. Hingga Juni 2026, Bank Indonesia mencatat 65,77 juta pengguna QRIS dan 44,86 juta merchant, dengan 96,68 persen merchant merupakan UMKM. Sepanjang semester I-2026, QRIS membukukan 12,55 miliar transaksi senilai Rp1,12 kuadriliun.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai angka tersebut menunjukkan digitalisasi pembayaran sudah menjadi bagian penting kegiatan usaha nasional.
“Kebijakan MDR QRIS 0 persen harus dimanfaatkan sebagai momentum percepatan digitalisasi UMKM. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha bukan hanya memiliki QRIS, tetapi memanfaatkan transaksi digital untuk membangun pencatatan usaha yang lebih tertib, transparan dan semakin bankable.”
ETH: Digitalisasi Harus Membantu Pengusaha Mendapatkan Modal
Digitalisasi transaksi juga perlu dihubungkan dengan pembukuan dan akses pembiayaan. Bank Indonesia sendiri menekankan pentingnya pemanfaatan data digital UMKM dan penguatan pencatatan digital untuk meningkatkan efisiensi, tata kelola serta akses pembiayaan.
Karena itu, ETH mendorong pengusaha memisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha, mencatat transaksi secara rutin dan mulai membangun laporan keuangan yang dapat menggambarkan kondisi bisnis secara lebih akurat.
“Teknologi harus menghasilkan manfaat ekonomi nyata bagi pengusaha. Transaksi semakin mudah, administrasi semakin tertib, usaha semakin profesional dan akses terhadap pembiayaan semakin terbuka. Itulah digitalisasi yang ingin didorong ETH.”
ETH Dorong Gerakan 1.000 Pengusaha Go QRIS
Sebagai agenda konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan Gerakan 1.000 Pengusaha ETH Go QRIS.
Program tersebut diarahkan untuk membantu UMKM memperoleh dan mengoptimalkan QRIS, menggunakan rekening khusus bisnis, menerapkan pembukuan digital sederhana, meningkatkan keamanan transaksi serta mempersiapkan dokumen usaha untuk mengakses pembiayaan.
ETH juga mendorong kolaborasi dengan perbankan, Bank Indonesia dan penyelenggara jasa pembayaran resmi untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha.
Target pendampingannya diarahkan pada alur:
Legalitas usaha → Rekening bisnis → QRIS → Transaksi tercatat → Pembukuan → Laporan keuangan → Akses pembiayaan → Ekspansi usaha.
Momentum UMKM Naik Kelas
Bagi ETH, kebijakan yang mulai berlaku 1 Oktober mendatang tidak semestinya hanya dipandang sebagai pengurangan biaya transaksi. Momentum tersebut dapat digunakan untuk mendorong perubahan lebih besar dalam pengelolaan UMKM Indonesia.
“Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin mendorong UMKM naik kelas. Digitalisasi harus menjadi pintu menuju pengelolaan usaha yang profesional, peningkatan omzet, akses modal dan perluasan pasar.”
Dengan jumlah merchant QRIS yang sudah mencapai puluhan juta dan mayoritas merupakan UMKM, ETH menilai kolaborasi pemerintah, perbankan, industri sistem pembayaran dan organisasi pengusaha menjadi penting agar transformasi digital benar-benar meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia.





