EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Program Magang Nasional Mulai 21 September, ETH Dorong Pengusaha Cetak Tenaga Kerja Siap Industri

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 21 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perusahaan di Indonesia menjadikan program pemagangan sebagai jembatan konkret antara kebutuhan tenaga kerja dunia usaha dan peningkatan kompetensi generasi muda. Momentum tersebut bertepatan dengan jadwal...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 21 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perusahaan di Indonesia menjadikan program pemagangan sebagai jembatan konkret antara kebutuhan tenaga kerja dunia usaha dan peningkatan kompetensi generasi muda.

Momentum tersebut bertepatan dengan jadwal dimulainya pelaksanaan Program Pemagangan Nasional/MagangHub Angkatan II Batch 2 Tahun 2026 pada 21 September 2026. Berdasarkan informasi Kementerian Ketenagakerjaan, tahapan program sebelumnya meliputi pendaftaran peserta pada 3–8 September, rekrutmen oleh perusahaan/mitra pada 9–15 September, serta seleksi dan penetapan pada 16–18 September 2026.

banner 468x60

Bagi ETH, program pemagangan mempunyai nilai strategis bagi dunia usaha apabila kompetensi yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

ETH: Magang Harus Menghasilkan Kompetensi

Perusahaan membutuhkan pekerja yang tidak hanya mempunyai ijazah, tetapi juga memahami proses kerja, budaya perusahaan, penggunaan teknologi serta standar keselamatan dan produktivitas.

Karena itu, ETH mendorong perusahaan peserta program pemagangan menyediakan mentor dan target kompetensi yang jelas.

“Pemagangan harus menghasilkan kemampuan kerja nyata. Pengusaha membutuhkan tenaga kerja yang memahami kebutuhan industri, sementara generasi muda membutuhkan pengalaman untuk memasuki dunia kerja. Kedua kepentingan tersebut harus dipertemukan.”

Masalah Pengusaha: Kebutuhan Tenaga Kerja Tidak Selalu Bertemu Kompetensi

ETH melihat adanya kebutuhan untuk memperkuat hubungan antara perusahaan, sekolah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan dan pencari kerja.

Perusahaan di sektor manufaktur, konstruksi, perdagangan, logistik, pertanian, teknologi, perhotelan maupun jasa mempunyai kebutuhan keterampilan yang berbeda.

Karena itu, pendekatan pemagangan sebaiknya tidak menggunakan satu pola untuk seluruh sektor.

ETH mendorong pemetaan mulai dari:

Kebutuhan perusahaan → kompetensi yang dibutuhkan → peserta → pemagangan → mentor → evaluasi kompetensi → sertifikasi/pengakuan kompetensi → peluang rekrutmen.

ETH Usulkan “Industry Skills Mapping” Nasional

Sebagai agenda organisasi, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Industry Skills Mapping.

Program tersebut dapat menghimpun informasi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan anggota di berbagai daerah, misalnya jumlah tenaga yang dibutuhkan, bidang pekerjaan, kompetensi, lokasi kerja dan kebutuhan pelatihan.

Data itu kemudian dapat digunakan untuk mempertemukan perusahaan dengan calon pekerja, lembaga pendidikan dan penyelenggara pelatihan.

“Organisasi pengusaha harus mengetahui tenaga kerja seperti apa yang sedang dibutuhkan perusahaan. Setelah kebutuhan dipetakan, pendidikan dan pelatihan dapat diarahkan lebih dekat kepada kebutuhan riil dunia usaha.”

Dari Peserta Magang Menjadi Calon Tenaga Profesional

ETH juga mendorong agar perusahaan tidak memperlakukan peserta magang semata-mata sebagai tambahan tenaga kerja.

Pemagangan harus mempunyai tujuan pembelajaran, pendampingan dan evaluasi yang terukur. Perusahaan yang menemukan peserta dengan kompetensi dan kinerja baik dapat mempertimbangkannya dalam proses rekrutmen sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

“Targetnya bukan sekadar berapa banyak orang mengikuti magang. Yang lebih penting adalah berapa banyak peserta memperoleh kompetensi, berapa perusahaan mendapatkan SDM yang sesuai dan seberapa besar peluang peserta memasuki pekerjaan produktif.”

ETH Dorong “1.000 Perusahaan Sahabat Magang”

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang selanjutnya dapat mengembangkan gerakan “1.000 Perusahaan Sahabat Magang ETH”, dengan mengajak perusahaan anggota membuka kesempatan pemagangan sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing.

Perusahaan peserta dapat dikelompokkan berdasarkan sektor dan wilayah sehingga calon peserta lebih mudah menemukan program yang sesuai dengan bidangnya.

ETH juga dapat menjembatani koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, BLK, perguruan tinggi, SMK dan perusahaan.

Produktivitas Harus Menjadi Tujuan Akhir

Bagi ETH, kebijakan ketenagakerjaan yang baik harus mampu mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: generasi muda memperoleh keterampilan, perusahaan memperoleh tenaga kompeten, dan Indonesia meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga kerja terampil dan perusahaan membutuhkan SDM produktif. ETH ingin mengambil peran sebagai penghubung antara kebutuhan dunia usaha dengan generasi muda yang ingin bekerja dan berkembang.”

AGENDA ETH:

Pemetaan kebutuhan SDM → perusahaan membuka magang → peserta memperoleh pelatihan → kompetensi diuji → perusahaan memperoleh talenta → kesempatan kerja terbuka → produktivitas meningkat.

Catatan: Program pemagangan tidak otomatis menjadikan peserta sebagai pekerja tetap. Hubungan pemagangan, hak peserta dan kemungkinan rekrutmen selanjutnya harus mengikuti ketentuan ketenagakerjaan serta skema program yang berlaku.

banner 336x280