EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Ekspor Batik 2025 Naik 32,5 Persen, ETH Dorong IKM Tradisional Naik Kelas dan Rebut Pasar Global

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 21 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha batik dan industri kreatif daerah memperkuat kualitas, inovasi, merek dan pemasaran internasional setelah Kementerian Perindustrian merilis perkembangan terbaru industri batik nasional. Dalam publikasi resmi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 21 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha batik dan industri kreatif daerah memperkuat kualitas, inovasi, merek dan pemasaran internasional setelah Kementerian Perindustrian merilis perkembangan terbaru industri batik nasional.

Dalam publikasi resmi 18 September 2026, Kemenperin menyebut data BPS menunjukkan nilai ekspor produk batik pada 2025 mencapai US$20,14 juta, meningkat 32,50 persen dibanding US$15,20 juta pada tahun sebelumnya. Kemenperin juga mencatat 3.196 unit usaha batik berdasarkan data BBSPJIKB.

banner 468x60

2026 Menghadapi Tantangan Baru

Di balik pertumbuhan tahunan tersebut, data terbaru juga memberikan peringatan bagi dunia usaha. Kemenperin menyebut nilai ekspor komoditas batik pada triwulan II 2026 sebesar US$4,39 juta, turun 13,76 persen dibanding periode yang sama 2025 yang mencapai US$5,09 juta.

Karena itu, ETH menilai pengembangan batik tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan budaya. Produk harus mempunyai daya saing komersial dan strategi pasar yang kuat.

“Batik adalah kekuatan budaya sekaligus kekuatan ekonomi Indonesia. Tantangannya sekarang adalah bagaimana perajin dan IKM mampu mengubah kekayaan budaya tersebut menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mempunyai pasar nasional dan internasional.”

3.196 Unit Usaha Menjadi Basis Ekonomi yang Bisa Diperkuat

Kemenperin merinci basis usaha batik tersebut terdiri atas 1.794 industri mikro, 815 industri kecil, 342 industri menengah, serta 208 industri besar. Pemerintah juga menyoroti tantangan regenerasi perajin batik.

Kemenperin menjalankan berbagai program untuk sektor tersebut, termasuk sertifikasi, pembangunan dan revitalisasi sentra IKM, pengembangan SDM industri, restrukturisasi mesin/peralatan, penumbuhan wirausaha baru serta fasilitasi promosi dan pameran. Dukungan sertifikasi mencakup antara lain Batikmark, Sertifikat Industri Hijau dan Sertifikat Halal.

ETH Dorong “IKM Heritage Go Global”

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan program ETH IKM Heritage Go Global untuk membantu batik, tenun, kerajinan dan produk berbasis budaya daerah meningkatkan kemampuan bisnis.

Pendampingan diarahkan dari:

Kurasi produk → legalitas → standardisasi → merek → kemasan → katalog digital → penetapan harga ekspor → buyer matching → pembiayaan → logistik → transaksi ekspor.

“Pengusaha tradisional jangan dibiarkan berjalan sendiri. Mereka membutuhkan akses desain, teknologi, pembiayaan dan pasar. ETH ingin mempertemukan kekuatan produk daerah dengan jaringan bisnis nasional dan internasional.”

Batik Harus Masuk Generasi Baru

Kemenperin juga menilai penggunaan batik telah berkembang dari pakaian adat dan formal menjadi bagian gaya hidup, termasuk di kalangan profesional dan generasi muda. Pemerintah mendorong IKM mempertahankan identitas budaya sembari mengikuti kebutuhan dan tren pasar. ([IKM Kemenperin][1])

ETH melihat peluang ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara perajin, desainer, pengusaha fesyen, marketplace, ritel modern dan generasi muda.

“Regenerasi tidak hanya berarti mencari perajin baru. Kita juga harus melahirkan pengusaha batik generasi baru yang menguasai desain, digital marketing, branding dan perdagangan internasional.”

ETH Dorong 100 Produk Warisan Indonesia Siap Ekspor

Sebagai langkah konkret, ETH mendorong gerakan “100 Produk Warisan Indonesia Siap Ekspor”. Produk potensial anggota dapat dikurasi dan dipersiapkan untuk mengikuti pameran, business matching dan pertemuan dengan buyer.

ETH juga mendorong perlindungan kekayaan intelektual dan identitas produk daerah. Kemenperin sendiri menyatakan telah memfasilitasi tiga indikasi geografis batik yang terdaftar di Kementerian Hukum, yakni Batik Tulis Nitik Yogyakarta, Batik Tulis Complongan Indramayu, dan Batik Tulis Tenun Gedhog Tuban.

“Jangan hanya menjual kain. Indonesia harus menjual kualitas, kreativitas, identitas dan cerita di balik produknya. Nilai tambah itulah yang harus dinikmati lebih besar oleh pengusaha dan perajin Indonesia.”

Target ETH: Produk Daerah Menjadi Merek Global

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong transformasi:

PERAJIN → IKM PROFESIONAL → MEREK NASIONAL → EKSPORTIR → PEMAIN GLOBAL.

ETH menilai keberhasilan program nantinya tidak cukup diukur dari jumlah pelatihan, tetapi dari produk yang memperoleh buyer, kontrak dagang, peningkatan penjualan dan transaksi ekspor.

“ETH ingin membantu membawa produk unggulan dari kabupaten dan kota di Indonesia menuju pasar dunia. Ketika IKM naik kelas, yang berkembang bukan hanya perusahaannya, tetapi juga perajin, tenaga kerja dan ekonomi daerah.”

banner 336x280