ICA-CEPA Didorong Segera Berlaku, ETH Ajak Pengusaha Indonesia Siapkan Produk untuk Rebut Pasar Kanada
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 21 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha nasional mulai mempersiapkan produk, jaringan distribusi dan calon mitra dagang di Kanada menyusul perkembangan terbaru Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Dalam pertemuan di...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 21 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha nasional mulai mempersiapkan produk, jaringan distribusi dan calon mitra dagang di Kanada menyusul perkembangan terbaru Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Dalam pertemuan di Toronto pada September 2026, Pemerintah Indonesia dan Kanada kembali menegaskan pentingnya ICA-CEPA dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Pemerintah Kanada menyebut peluang yang diharapkan dari perjanjian tersebut mencakup peningkatan akses pasar, kepastian dan perlindungan bagi investor, serta penguatan kerja sama sektor pangan dan hasil laut, pertambangan dan energi, serta ekonomi digital.
Belum Saatnya Pengusaha Menunggu
Bagi ETH, pengusaha tidak perlu menunggu seluruh tahapan implementasi selesai untuk mulai melakukan persiapan bisnis.
Yang perlu dilakukan sejak sekarang adalah mengenali karakter konsumen Kanada, menentukan produk unggulan, memeriksa standar dan sertifikasi, menghitung biaya logistik, mempersiapkan kapasitas produksi serta mencari buyer dan distributor.
“Perjanjian perdagangan tidak akan otomatis menghasilkan ekspor apabila pengusahanya belum siap. Ketika akses pasar terbuka, perusahaan Indonesia harus sudah mempunyai produk, harga, kapasitas produksi dan jaringan calon pembeli.”
Perdagangan Indonesia–Kanada Sudah Bernilai Miliaran Dolar
Global Affairs Canada mencatat perdagangan barang dua arah antara Kanada dan Indonesia mencapai CAD 6,7 miliar pada 2025. Dalam pertemuan 17 September 2026, kedua pihak membahas peluang memperdalam hubungan komersial, investasi dua arah, diversifikasi perdagangan dan penguatan rantai pasok.
Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menyatakan hubungan perdagangan bilateral Indonesia–Kanada mencatat rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 9,13 persen sejak 2021.
ETH menilai angka tersebut menunjukkan Kanada layak dipetakan lebih serius oleh pengusaha Indonesia, termasuk UMKM yang mempunyai produk berorientasi ekspor.
Status ICA-CEPA Harus Dipahami dengan Benar
ETH mengingatkan agar dunia usaha membedakan antara perjanjian yang telah ditandatangani, proses ratifikasi dan saat perjanjian resmi mulai berlaku.
ICA-CEPA ditandatangani pada September 2025. Pada perkembangan resmi terbaru 17 September 2026, Pemerintah Kanada menyatakan menyambut kemajuan Indonesia menuju ratifikasi dan menantikan perjanjian tersebut memasuki masa berlaku. Dengan demikian, pengusaha sebaiknya belum mengasumsikan seluruh fasilitas ICA-CEPA sudah dapat digunakan sebelum tanggal efektifnya ditetapkan secara resmi.
“ETH mendorong pengusaha mempersiapkan diri sekarang, tetapi tetap menggunakan fasilitas perdagangan sesuai ketentuan dan tanggal berlakunya. Persiapan bisnis harus cepat, sedangkan penerapan tarif dan fasilitas harus tetap berdasarkan aturan resmi.”
ETH Dorong Pembentukan “Canada Market Gateway”
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Canada Market Gateway sebagai pusat persiapan pengusaha anggota yang ingin memasuki pasar Kanada.
Program tersebut dapat menghubungkan pengusaha dengan informasi mengenai produk potensial, calon buyer, distributor, persyaratan masuk pasar, logistik, pembiayaan perdagangan dan lembaga pemerintah terkait.
Alur yang didorong ETH adalah:
Produk Indonesia → kurasi → standar pasar Kanada → katalog ekspor → buyer/distributor → negosiasi → pembiayaan → logistik → kontrak → ekspor berkelanjutan.
Peluang Tidak Hanya Ekspor Barang
Pemerintah Kanada secara resmi menyebut sektor agri-food dan seafood, pertambangan dan energi, serta ekonomi digital sebagai bidang yang berpotensi memperoleh kerja sama lebih besar melalui CEPA.
ETH menilai hal tersebut membuka ruang bukan hanya bagi eksportir barang, tetapi juga perusahaan teknologi, jasa profesional, logistik, pengolahan pangan dan perusahaan yang ingin membangun kemitraan investasi.
“Pengusaha Indonesia harus melihat Kanada bukan sekadar sebagai tujuan ekspor, tetapi sebagai sumber mitra usaha, teknologi, investasi dan jaringan menuju pasar Amerika Utara.”
Target ETH: Kontrak Dagang, Bukan Sekadar Seminar
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin agar pemanfaatan perjanjian perdagangan diukur melalui hasil konkret: jumlah pengusaha yang mendapatkan buyer, kontrak penjualan, peningkatan nilai ekspor dan pembentukan kemitraan investasi.
“ETH ingin bergerak dari informasi menuju transaksi. Kalau ada pasar baru, tugas organisasi pengusaha adalah membantu anggotanya mempersiapkan produk, menemukan mitra dan memperoleh kesempatan bisnis yang nyata.”





