EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini

Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin jadi benteng moral ETH, DPN tegaskan gerakan organisasi harus berpijak pada agama dan kebangsaan

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Jumat, 25 September 2026. HAMBALANG — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menegaskan pentingnya fondasi keagamaan dan moral dalam setiap langkah organisasi. Karena itu, keberadaan Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin, M.A. sebagai...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Jumat, 25 September 2026.

HAMBALANG — Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menegaskan pentingnya fondasi keagamaan dan moral dalam setiap langkah organisasi. Karena itu, keberadaan Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin, M.A. sebagai Ketua Majelis sekaligus pembina dan penasihat keagamaan dipandang memiliki posisi strategis dalam menjaga arah perjuangan Elang Tiga Hambalang.

banner 468x60

Bagi jajaran DPN Elang Tiga Hambalang, kehadiran seorang ulama di lingkungan organisasi bukan sebatas melengkapi struktur kepengurusan. Perannya diharapkan menjadi penjaga nilai agar aktivitas sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan yang dijalankan organisasi tidak kehilangan pijakan etika dan spiritual.

Ketua Umum Elang Tiga Hambalang, Deddy Syafrizal, bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma dan Kepala Bidang Agama Taufik Kurniawan memandang Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin, M.A. sebagai figur yang mampu menjadi pengayom sekaligus benteng moral bagi seluruh jajaran organisasi.

Ulama bukan sekadar simbol dalam organisasi

DPN Elang Tiga Hambalang menempatkan peran keagamaan sebagai salah satu fondasi penting organisasi. Dalam pandangan pimpinan ETH, organisasi yang bergerak di tengah masyarakat membutuhkan keseimbangan antara keberanian menyuarakan kepentingan publik dengan kebijaksanaan dalam bersikap.

Di sinilah peran Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin dinilai penting.

Dengan kapasitasnya sebagai ulama sekaligus akademisi, Abuya diharapkan dapat memberikan pertimbangan moral dan keagamaan terhadap berbagai langkah strategis organisasi, terutama ketika ETH bersentuhan langsung dengan persoalan sosial dan kepentingan masyarakat.

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang, Deddy Syafrizal, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya struktur ataupun jumlah anggota.

Menurutnya, organisasi juga harus memiliki kompas moral yang memastikan kekuatan tersebut digunakan secara bertanggung jawab.

“Organisasi yang besar harus mempunyai arah dan nilai. Kita tidak ingin Elang Tiga Hambalang hanya kuat dalam struktur, tetapi juga harus kuat dalam moral, etika, dan spiritual. Di sinilah peran Abuya sangat penting sebagai pengayom dan pemberi nasihat kepada seluruh jajaran,” ujar Deddy Syafrizal.

Menjaga agar perjuangan tidak keluar dari nilai agama

DPN ETH juga menilai setiap aktivitas organisasi harus dijalankan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat tanpa meninggalkan prinsip keagamaan, kemanusiaan, dan hukum.

Karena itu, fungsi Majelis tidak diarahkan hanya pada kegiatan seremonial keagamaan. Majelis diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter dan tempat meminta pertimbangan ketika organisasi menghadapi persoalan yang membutuhkan kebijaksanaan.

Sekretaris Jenderal Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, menilai keberadaan Abuya memberikan keseimbangan antara gerakan organisasi dan pembinaan spiritual.

Menurutnya, keberanian dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat harus selalu berjalan bersama tanggung jawab moral.

“ETH harus berani ketika menyangkut kepentingan masyarakat, tetapi keberanian itu harus memiliki batas moral. Jangan sampai semangat perjuangan justru membuat kita meninggalkan etika, hukum, persaudaraan dan nilai agama,” kata Ganda Satria Dharma.

Menjaga ukhuwah dan persatuan

Peran Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin juga diarahkan untuk memperkuat ukhuwah di internal maupun dalam hubungan ETH dengan masyarakat.

Di tengah perbedaan latar belakang sosial dan pandangan yang ada di masyarakat, DPN ETH memandang organisasi harus mampu menjadi bagian dari kekuatan yang mempersatukan, bukan memperbesar perbedaan.

Nilai keagamaan yang dikembangkan karena itu ditempatkan berdampingan dengan semangat kebangsaan, Pancasila, penghormatan terhadap hukum, serta komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ETH menilai agama dan kebangsaan tidak seharusnya dipertentangkan. Nilai agama justru harus menjadi kekuatan moral untuk memperkokoh persaudaraan, kepedulian sosial, keadilan, dan persatuan bangsa.

Taufik Kurniawan: ilmu harus melahirkan manfaat bagi masyarakat

Kepala Bidang Agama DPN Elang Tiga Hambalang, Taufik Kurniawan, menilai latar belakang Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin sebagai ulama dan akademisi menjadi kekuatan tersendiri bagi pembinaan organisasi.

Menurut Taufik, masyarakat saat ini membutuhkan figur keagamaan yang tidak hanya mampu memberikan pemahaman mengenai persoalan ibadah, tetapi juga dapat menjelaskan hubungan nilai agama dengan persoalan sosial, kemanusiaan, pendidikan, kebangsaan, dan kehidupan bermasyarakat.

“Ilmu agama harus menghadirkan keteduhan dan manfaat. Kami memandang Abuya sebagai sosok yang mampu menjembatani kedalaman spiritual dengan pemikiran akademis sehingga pembinaan kepada jajaran ETH tidak berhenti pada teori, tetapi tercermin dalam perilaku dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Taufik Kurniawan.

DPN ETH ingin bangun kultur organisasi beretika

Penguatan peran Majelis juga menjadi bagian dari upaya DPN ETH membangun kultur organisasi yang berdisiplin dan beretika.

Pembinaan tersebut diharapkan menyentuh seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga jajaran anggota.

DPN ETH menilai setiap anggota yang membawa nama organisasi memiliki tanggung jawab menjaga sikap di tengah masyarakat. Kritik maupun pengawasan terhadap persoalan publik harus disampaikan berdasarkan fakta, dilakukan secara bertanggung jawab, serta tidak berubah menjadi tindakan yang bertentangan dengan hukum dan etika.

Majelis diharapkan turut membangun kesadaran tersebut melalui pembinaan keagamaan, nasihat, dialog, zikir dan sholawat serta kegiatan sosial yang memperkuat hubungan organisasi dengan masyarakat.

Ketegasan harus berjalan bersama akhlak

DPN Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa karakter organisasi yang aktif dalam persoalan sosial dan kemasyarakatan tidak boleh dipisahkan dari pembinaan akhlak.

ETH ingin membangun pola gerakan yang tegas ketika menyangkut kepentingan masyarakat, tetapi tetap santun dalam penyampaian, menghormati hukum, membuka ruang dialog, serta menghindari tindakan yang dapat merusak persatuan.

Dalam kerangka tersebut, Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin diharapkan menjadi salah satu figur yang menjaga keseimbangan antara ketegasan organisasi dengan kebijaksanaan dalam mengambil sikap.

Nasihat ulama ditempatkan bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai mekanisme pengingat agar kekuasaan dalam organisasi, sekecil apa pun, tidak digunakan secara sewenang-wenang.

Dari Hambalang membawa pesan persatuan

DPN Elang Tiga Hambalang juga berharap pembinaan keagamaan ke depan semakin menyentuh masyarakat melalui kegiatan yang nyata.

Majelis diharapkan dapat mengembangkan kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, penguatan kepedulian sosial, dialog kebangsaan, zikir dan sholawat serta kegiatan kemanusiaan yang dapat mempertemukan berbagai unsur masyarakat.

Deddy Syafrizal menegaskan bahwa ETH ingin menjadikan nilai spiritual sebagai bagian yang melekat dalam perjalanan organisasi.

“Kita ingin membangun organisasi yang berani tetapi tetap beradab, kuat tetapi tidak sewenang-wenang, kritis tetapi tetap menjaga persaudaraan. Kepentingan masyarakat harus diperjuangkan dengan cara yang benar. Nasihat para ulama menjadi pengingat agar perjalanan organisasi tidak keluar dari nilai agama, Pancasila, hukum dan persatuan NKRI,” tegasnya.

Bagi DPN Elang Tiga Hambalang, amanah yang diberikan kepada Abuya Dr. Aang Jejen Zainudin, M.A. pada akhirnya membawa tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar jabatan dalam struktur.

Ia diharapkan menjadi pengayom, penasihat sekaligus penjaga kompas moral organisasi—memastikan setiap langkah Elang Tiga Hambalang tetap berpijak pada nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, persatuan, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang

banner 336x280