Investasi PMDN Hampir Rp2.000 Triliun, DPK ETH Pekanbaru Dorong Pengusaha Daerah Ambil Peluang
PEKANBARU, 2 NOVEMBER 2026 - Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anindya Bakrie, dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
PEKANBARU, 2 NOVEMBER 2026 – Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anindya Bakrie, dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/10/2026).
Berdasarkan pemberitaan resmi Kementerian Sekretariat Negara, pertemuan tersebut dihadiri sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) dan 250 anggota Kadin dari berbagai daerah di Indonesia.
Pertemuan itu menjadi forum penyampaian perkembangan investasi sekaligus pembahasan kontribusi sektor swasta dalam mendukung pembangunan nasional.
Investasi Besar Harus Berdampak hingga Daerah
Capaian investasi PMDN hampir Rp2.000 triliun menunjukkan besarnya peran pengusaha dalam negeri terhadap perekonomian nasional. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas pengembangan industri masa depan, termasuk kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang berpotensi meningkatkan penggunaan komponen lokal.
Namun, besarnya angka investasi perlu diikuti pemerataan manfaat ekonomi. Pelaku usaha daerah, UMKM, tenaga kerja lokal, serta sektor produksi masyarakat perlu mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam rantai pasok dan kegiatan ekonomi.
DPK ETH Pekanbaru Dorong Pengusaha Lokal Lebih Kompetitif
Ketua Dewan Pimpinan Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.AP., memandang perkembangan investasi nasional sebagai peluang yang harus dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di daerah.
DPK ETH Pekanbaru mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan memperluas akses informasi investasi, kemudahan perizinan, pembinaan usaha, serta kemitraan yang terbuka bagi pengusaha lokal.
Pekanbaru dan Provinsi Riau memiliki potensi ekonomi pada sektor perkebunan, pertanian, perdagangan, jasa, dan industri pengolahan. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan kemampuan pelaku usaha memenuhi standar kemitraan.
DPK ETH Pekanbaru juga menilai pengusaha daerah perlu mendapatkan ruang yang lebih luas agar tidak hanya menjadi penonton ketika investasi besar masuk ke wilayahnya.
Ukur Keberhasilan dari Manfaat bagi Masyarakat
Investasi yang berkualitas tidak cukup hanya dilihat dari nilai modal yang masuk. Dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan UMKM, peningkatan kapasitas produksi, dan kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi perhatian.
DPK Elang Tiga Hambalang Pekanbaru berharap momentum pertumbuhan investasi nasional dapat memperkuat ekonomi daerah, membuka peluang usaha baru, dan mendorong terciptanya lapangan kerja yang berkelanjutan.
Investasi besar harus menghadirkan manfaat nyata. Pengusaha lokal, UMKM, dan tenaga kerja daerah harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar penonton pembangunan.
Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, berita “Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang”, 31 Oktober 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





