Ancaman kekeringan, petani andalkan pompa air jaga produksi padi — Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: Petani jangan dibiarkan berjuang sendiri
Hambalang, 4 September 2026 — Ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño mulai menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, petani memanfaatkan sistem irigasi perpompaan untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan produksi padi. Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, 4 September 2026 — Ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño mulai menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian.
Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, petani memanfaatkan sistem irigasi perpompaan untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan produksi padi.
Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas menyebut keterbatasan air telah menyebabkan luas pertanaman padi menurun. Pemerintah daerah juga menyiapkan sekitar Rp40 miliar untuk pembangunan sarana penyediaan air pertanian, termasuk fasilitas perpompaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai persoalan air harus ditempatkan sebagai agenda utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kekeringan. Kalau air menjadi persoalan, maka negara harus hadir memastikan sarana irigasi, pompa air, bahan bakar, dan pendampingan benar-benar sampai kepada petani,” tegas Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Menurut Satuan Petani Elang Tiga Hambalang, bantuan pompa bukan sekadar persoalan menyediakan mesin. Pemerintah juga perlu memastikan pompa dapat digunakan secara berkelanjutan, sumber air tersedia, biaya operasional terjangkau, serta ada mekanisme pemeliharaan yang jelas.
“Jangan sampai pompa diberikan, tetapi petani kemudian kesulitan membeli bahan bakar, memperbaiki mesin, atau tidak memiliki akses terhadap sumber air. Bantuan harus dihitung dari kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan kelompok tani agar distribusi sarana pengairan dilakukan berdasarkan peta wilayah yang benar-benar mengalami kekeringan, bukan sekadar berdasarkan administratif.
Langkah tersebut dinilai penting karena produksi padi sangat bergantung pada kepastian air. Pemerintah sebelumnya juga telah menyiapkan puluhan ribu pompa air sebagai bagian dari mitigasi kekeringan nasional.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menegaskan bahwa menjaga produksi padi bukan hanya persoalan pertanian, tetapi berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika petani gagal tanam atau gagal panen, dampaknya bukan hanya dirasakan petani. Harga pangan, pendapatan keluarga, dan ketahanan pangan masyarakat ikut terdampak. Karena itu, perlindungan terhadap petani harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah melakukan respons cepat terhadap daerah yang mulai mengalami kekeringan, memperluas jaringan irigasi, mempercepat bantuan pompa, serta memberikan pendampingan kepada petani dalam menghadapi perubahan pola musim.
“Kita tidak boleh menunggu sawah mengering dan tanaman mati baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Petani bekerja menjaga pangan negeri, maka negara juga harus hadir menjaga petaninya,” tutup Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Sumber: ANTARA News Jateng, 3 September 2026.





