EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Banten bersiap jadi pusat industri halal, peluang UMKM dan pasar ekspor terbuka

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

SERANG, BANTEN — Sabtu, 26 September 2026 Pemerintah Provinsi Banten menyatakan kesiapan menjadikan wilayahnya sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem industri halal. Langkah tersebut dinilai membuka peluang bagi UMKM dan industri daerah untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk....

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

SERANG, BANTEN — Sabtu, 26 September 2026 Pemerintah Provinsi Banten menyatakan kesiapan menjadikan wilayahnya sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem industri halal. Langkah tersebut dinilai membuka peluang bagi UMKM dan industri daerah untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan kesiapan tersebut saat menghadiri Indo Halal International Industry Expo (IHIEX) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (24/9/2026). Keterangan mengenai kegiatan tersebut dipublikasikan Pemerintah Provinsi Banten pada Jumat (25/9/2026).

banner 468x60

Dimyati menilai Banten memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat untuk mengembangkan industri halal, termasuk tradisi masyarakat serta keberadaan ulama dan santri.

Industri halal bukan sekadar sertifikasi

Pengembangan industri halal memiliki cakupan yang luas. Tidak hanya makanan dan minuman, ekosistem halal juga mencakup kosmetik, farmasi, fesyen, pariwisata, jasa, logistik, hingga berbagai sektor UMKM.

Banten memiliki posisi strategis karena ditopang kawasan industri dan perdagangan, terutama di Tangerang Raya, serta memiliki akses terhadap pasar nasional maupun internasional.

Penyelenggaraan IHIEX 2026 di ICE BSD menjadi salah satu momentum mempertemukan pemerintah, dunia industri, dan pelaku usaha dalam memperluas pengembangan pasar produk halal.

Peluang UMKM Banten naik kelas

Pengembangan ekosistem halal dapat menjadi peluang besar bagi UMKM Banten apabila diikuti peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, sertifikasi halal, kapasitas produksi, kemasan, serta perluasan akses pasar.

Keberhasilan industri halal karena itu tidak cukup hanya diukur dari jumlah produk yang memperoleh sertifikat. Produk UMKM juga perlu memiliki kualitas yang konsisten, memenuhi standar pasar, memiliki kemasan kompetitif, dan mampu masuk ke jaringan distribusi yang lebih luas.

Peluang tersebut terbuka bagi UMKM dari Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Pandeglang hingga Lebak untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri halal.

Sejalan dengan penguatan ekonomi nasional

Pengembangan industri halal di Banten memiliki keterkaitan dengan arah penguatan ekonomi nasional, khususnya melalui peningkatan daya saing UMKM, koperasi, industrialisasi, hilirisasi, dan penciptaan nilai tambah produk di dalam negeri.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menempatkan penguatan industri dan peningkatan daya saing produk nasional sebagai bagian dari agenda ekonomi pemerintah.

Meski demikian, pengembangan Banten sebagai pusat ekosistem industri halal merupakan agenda pengembangan daerah dan industri. Karena itu, program tersebut perlu dibedakan dari kebijakan yang secara khusus ditetapkan langsung oleh Presiden.

James Makapedua: UMKM lokal harus mendapat ruang

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Banten, James Makapedua, S.E., menilai pengembangan industri halal akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar apabila UMKM daerah ditempatkan sebagai bagian penting dalam ekosistem tersebut.

“Banten mempunyai industri yang besar dan UMKM yang sangat banyak. Kalau Banten ingin menjadi pusat ekosistem industri halal, maka UMKM lokal harus mendapatkan ruang untuk berkembang, mendapatkan sertifikasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasarnya,” ujar James Makapedua.

Menurut James, pengembangan industri halal juga perlu diarahkan pada penciptaan kesempatan usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Industri halal jangan hanya berhenti pada pameran atau sertifikasi. Target berikutnya harus bagaimana produk Banten bisa masuk pasar nasional bahkan ekspor. Di situlah UMKM kita harus dipersiapkan,” katanya.

James menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia industri, perbankan, koperasi, dan UMKM diperlukan untuk membangun rantai usaha halal yang berkelanjutan.

Dari Banten menuju pasar yang lebih luas

Posisi Banten sebagai kawasan industri sekaligus salah satu pintu perdagangan nasional memberikan potensi besar bagi pengembangan industri halal.

Tahap berikutnya adalah menerjemahkan kesiapan tersebut menjadi program konkret, mulai dari memperbanyak UMKM yang memenuhi standar, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas produksi, mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, hingga membuka akses terhadap pasar nasional dan internasional.

Apabila pengembangan tersebut dilakukan secara konsisten, industri halal berpotensi menjadi salah satu jalur penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah ekonomi di Banten.

Sumber utama: Pemerintah Provinsi Banten, publikasi 25 September 2026.

Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang

banner 336x280
Secret Link