Bantuan rumah dan usaha menjangkau keluarga di Gorontalo, sejalan dengan agenda kesejahteraan Presiden Prabowo
Gorontalo — Senin, 12 Oktober 2026 Program bantuan rumah bagi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Gorontalo menghadirkan manfaat berupa tempat tinggal yang lebih layak sekaligus kesempatan menambah penghasilan keluarga. Tim Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih meninjau lima...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Gorontalo — Senin, 12 Oktober 2026 Program bantuan rumah bagi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Gorontalo menghadirkan manfaat berupa tempat tinggal yang lebih layak sekaligus kesempatan menambah penghasilan keluarga.
Tim Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih meninjau lima rumah penerima bantuan di Dusun II, Desa Huidu Utara, Kecamatan Limboto Barat, Senin (12/10/2026). Berdasarkan pemberitaan RRI, peninjauan mencakup kondisi bangunan, kebutuhan air bersih, dan kelayakan sanitasi.
Dalam kunjungan tersebut, Uni Wihaji menyampaikan bahwa dukungan kepada keluarga juga mencakup pemenuhan nutrisi anak selama enam bulan. Ia menekankan pentingnya lingkungan tempat tinggal dalam upaya penanganan stunting.
Salah seorang penerima, Hadija Dunggio, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan rumah. Menurut laporan RRI, keluarganya telah menempati rumah tersebut sejak sekitar satu bulan terakhir.
Hadija juga memperoleh bantuan usaha untuk berjualan pulsa, kartu seluler, dan paket data internet. Dukungan itu diharapkan membantu menambah penghasilan keluarga.
Perkembangan ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo dalam memperluas akses hunian layak. Sekretariat Negara, melalui publikasi 9 Juni 2026, menjelaskan komitmen pemerintah menghadirkan tempat tinggal yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat.
Rumusan tanggapan Ardiansyah Inde untuk dikonfirmasi:
Menanggapi pemberitaan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulut-Gorontalo, Ardiansyah Inde, menilai bantuan rumah yang disertai penguatan usaha merupakan langkah positif untuk membantu keluarga membangun kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap tempat tinggal dan penghasilan keluarga memiliki hubungan yang erat. Rumah yang nyaman memberikan rasa aman, sementara kegiatan usaha membuka kesempatan bagi penerima untuk memenuhi kebutuhan secara lebih mandiri.
Ardiansyah menilai arah kebijakan Presiden Prabowo dalam memperkuat kesejahteraan rakyat perlu diterjemahkan melalui pelayanan yang menjangkau kebutuhan keluarga. Pelaksanaan di daerah akan semakin bermanfaat apabila pemerintah, pendamping, dan masyarakat menjaga komunikasi serta kerja sama.
Ia menekankan pentingnya pendampingan setelah bantuan diserahkan. Penerima perlu memperoleh arahan yang mudah dipahami mengenai pemeliharaan rumah dan pengelolaan usaha, sehingga manfaat bantuan dapat terus berkembang.
Dalam rumusan tanggapannya, Ardiansyah berharap pengalaman penerima di Gorontalo menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan pelayanan keluarga di wilayah Sulawesi Utara–Gorontalo. Kebutuhan setiap daerah perlu diperiksa agar bentuk bantuan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Ia juga menilai keterbukaan informasi mengenai persyaratan dan proses pendataan membantu warga memahami program. Informasi yang jelas akan memudahkan keluarga menyampaikan kebutuhan serta membantu pelaksana memeriksa ketepatan sasaran.
Ardiansyah berharap kerja sama tersebut terus diperkuat agar bantuan menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Harapannya, keluarga penerima dapat tinggal lebih nyaman, mengembangkan usaha, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan.
Sumber: RRI, “Tim Seruni Tinjau Rumah Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Gorontalo”, 12 Oktober 2026. RRI, “Penerima Program Bedah Rumah KRS: Terima Kasih Pak Presiden”, 12 Oktober 2026. Sekretariat Negara, “Presiden Prabowo Terima Laporan Program Bedah Rumah dan Rumah Subsidi”, 9 Juni 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News Editor: Bambang





