Bapanas Perkuat Stabilitas Harga Pangan, DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Pengawasan Pasokan dan Perlindungan Daya Beli Masyarakat
Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menekankan pentingnya transparansi distribusi beras, pengawasan harga kebutuhan pokok, perlindungan petani, serta pemeriksaan efektivitas program stabilisasi pangan hingga tingkat konsumen. Lokasi Rilis: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa BaratTanggal: Sabtu, 17...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menekankan pentingnya transparansi distribusi beras, pengawasan harga kebutuhan pokok, perlindungan petani, serta pemeriksaan efektivitas program stabilisasi pangan hingga tingkat konsumen.
Lokasi Rilis: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Tanggal: Sabtu, 17 Oktober 2026 | WIB
Stabilitas Harga Pangan Menjadi Perhatian Nasional
HAMBALANG β Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong penguatan pengawasan terhadap pelaksanaan program stabilisasi harga dan pasokan pangan nasional, khususnya beras serta kebutuhan pokok yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
Organisasi mahasiswa memandang bahwa pengawasan pangan harus mencakup keterjangkauan harga bagi konsumen, perlindungan pendapatan petani, kelancaran distribusi, serta transparansi penggunaan cadangan pangan pemerintah.
Perkembangan Terbaru: Bapanas Perkuat Operasi Pasar Beras
Berdasarkan laporan ANTARA yang diterbitkan Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 19.31 WIB, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan melalui keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.
Pemerintah melakukan intervensi melalui penguatan produksi, operasi pasar, serta pengelolaan distribusi pangan.
Berdasarkan laporan Bapanas yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut, stok beras komersial Perum Bulog pada 14 Oktober 2026 mencapai 15.880 ton, meningkat dari sekitar 7.210 ton sebulan sebelumnya.
Selain itu, Bapanas memberikan penugasan tambahan penyaluran beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 74.180 ton.
Realisasi penyaluran tambahan tersebut sejak awal Oktober hingga 14 Oktober mencapai sekitar 52.000 ton atau 70,19 persen dari penugasan tambahan.
Angka itu merupakan perkembangan penyaluran program, bukan bukti bahwa seluruh konsumen di Indonesia telah memperoleh beras dengan harga yang sesuai ketentuan.
Inflasi Pangan dan Penguatan Distribusi
Bank Indonesia dalam siaran pers 1 Oktober 2026 mencatat inflasi tahunan September sebesar 3,28 persen. Sementara itu, inflasi kelompok harga pangan bergejolak (volatile food) mencapai 5,03 persen secara tahunan, meningkat dari 4,06 persen pada Agustus.
Komoditas yang berkontribusi terhadap tekanan harga antara lain cabai, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
Sebagai bagian dari upaya distribusi, Kementerian Perdagangan pada 13 Oktober 2026 melaporkan peninjauan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga pasokan barang kebutuhan pokok secara berkelanjutan agar masyarakat memperoleh harga sesuai ketentuan pemerintah.
Pernyataan Ketua Umum β Reza Prasatria Dharma
Reza Prasatria Dharma β Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang menekankan bahwa keberhasilan program stabilisasi pangan harus dinilai berdasarkan manfaat yang diterima masyarakat.
Ketersediaan stok pemerintah perlu diikuti keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta perlindungan yang berimbang bagi petani dan konsumen.
Pengawasan mahasiswa harus dilaksanakan secara konstruktif, berbasis data, damai, dan konstitusional.
Pertanyaan Pengawasan Mahasiswa
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah menjelaskan:
Bagaimana realisasi penyaluran beras SPHP di setiap daerah? Apakah harga penjualan sesuai ketentuan? Berapa jumlah masyarakat yang memperoleh manfaat? Bagaimana pengaduan mengenai kelangkaan, mutu, atau harga pangan ditindaklanjuti?
Empat Langkah Perbaikan
Pertama β Transparansi distribusi pangan. Bapanas dan Bulog perlu memublikasikan data agregat penyaluran SPHP menurut wilayah. Indikatornya adalah realisasi volume, cakupan distribusi, dan ketersediaan barang.
Kedua β Pengawasan harga konsumen. Kementerian Perdagangan bersama pemerintah daerah perlu memperkuat pemantauan harga di pasar tradisional dan gerai distribusi. Ukurannya adalah kepatuhan harga terhadap ketentuan yang berlaku serta tindak lanjut keluhan konsumen.
Ketiga β Perlindungan produsen pangan. Kementerian Pertanian dan Bapanas perlu mengevaluasi perkembangan harga di tingkat petani serta biaya produksi dan distribusi.
Keempat β Evaluasi operasi pasar. Pemerintah daerah bersama Bulog perlu memeriksa ketepatan lokasi dan sasaran penyaluran, dengan indikator berupa jangkauan konsumen dan perubahan harga berdasarkan pemantauan berkala.
Langkah tersebut berpotensi meningkatkan transparansi serta menjaga daya beli. Namun, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan perubahan produksi akibat cuaca, biaya transportasi, perbedaan kondisi antardaerah, dan risiko intervensi yang mengurangi insentif produsen.
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong agar pemerintah memperkuat evaluasi program pangan berdasarkan hasil nyata yang dapat diperiksa masyarakat.
Reza Prasatria Dharma
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
KOLABORASI – INTEGRITAS – PRESTASI





