Brigjen Pol Yudo Hermanto resmi menjabat Kapolda Sulut, Ardiansyah Inde: perkuat keamanan dan pelayanan masyarakat
Gorontalo, 3 September 2026, Brigadir Jenderal Polisi Yudo Hermanto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Roycke Harry Langie. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Serah terima...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Gorontalo, 3 September 2026, Brigadir Jenderal Polisi Yudo Hermanto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Roycke Harry Langie. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam rotasi itu, Irjen Pol Roycke Harry Langie memperoleh promosi untuk mengemban jabatan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi atau Astamaops Kapolri.
Pergantian Kapolda Sulut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum, dan kualitas pelayanan kepolisian di seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk daerah kepulauan dan kawasan perbatasan.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulawesi Utara–Gorontalo, Ardiansyah Inde, menyampaikan ucapan selamat kepada Brigjen Pol Yudo Hermanto atas amanah barunya sebagai Kapolda Sulut.
“Kami mengucapkan selamat bertugas kepada Brigjen Pol Yudo Hermanto sebagai Kapolda Sulawesi Utara. Semoga amanah ini dijalankan dengan profesional, tegas, humanis, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” kata Ardiansyah Inde dalam draf pernyataannya.
Menurut Ardiansyah, Sulawesi Utara memiliki karakter wilayah yang membutuhkan pola pengamanan menyeluruh. Selain pusat aktivitas masyarakat di Manado, Bitung, dan kota-kota lainnya, perhatian juga diperlukan bagi daerah kepulauan serta wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Ia berharap kepemimpinan Kapolda yang baru dapat memperkuat penanganan berbagai persoalan keamanan, seperti peredaran narkotika, kejahatan jalanan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, penyelundupan, serta gangguan keamanan di kawasan pertambangan dan perbatasan.
“Masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian hukum. Setiap laporan harus ditangani secara cepat, terbuka, dan tidak membeda-bedakan siapa pun. Kepercayaan masyarakat akan tumbuh apabila pelayanan kepolisian mudah dijangkau dan penegakan hukum dilakukan secara adil,” lanjutnya.
Ardiansyah juga menilai pencegahan kejahatan harus dilaksanakan melalui kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, pemuda, dan unsur masyarakat lainnya.
Komunikasi yang terbuka diperlukan agar potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan diselesaikan sejak dini. Pendekatan humanis dinilai penting, terutama ketika menangani persoalan sosial dan menyampaikan edukasi hukum kepada masyarakat.
Dalam bidang pemberantasan narkotika, Ardiansyah berharap Polda Sulut memperketat pengawasan jalur laut, pelabuhan, bandar udara, dan kawasan perbatasan. Penindakan terhadap jaringan pengedar harus berjalan bersamaan dengan program pencegahan dan perlindungan generasi muda.
Elang Tiga Hambalang Sulawesi Utara–Gorontalo menyatakan siap menjadi mitra sosial dalam menjaga keamanan dan menyampaikan informasi masyarakat kepada aparat penegak hukum melalui mekanisme yang benar.
Ardiansyah turut menyampaikan penghargaan atas pengabdian Irjen Pol Roycke Harry Langie selama memimpin Polda Sulut dan mengucapkan selamat atas promosi jabatan barunya sebagai Astamaops Kapolri.
“Kami berharap pergantian kepemimpinan ini membawa kesinambungan program yang baik serta melahirkan terobosan baru dalam pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum di Sulawesi Utara,” tutup Ardiansyah.





