EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Nasional

Cakupan Konsumsi Tablet Tambah Darah Nasional 42,56 Persen, DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Pemerataan Pelayanan Kesehatan Remaja

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Program pencegahan anemia perlu diperkuat melalui pemerataan distribusi, pendampingan kesehatan di sekolah, edukasi gizi, serta pengawasan pelaksanaan yang dapat diperiksa masyarakat. Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Sabtu, 7 November 2026 (WIB). Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Program pencegahan anemia perlu diperkuat melalui pemerataan distribusi, pendampingan kesehatan di sekolah, edukasi gizi, serta pengawasan pelaksanaan yang dapat diperiksa masyarakat.

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Sabtu, 7 November 2026 (WIB).

banner 468x60

Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah memperkuat pemerataan pelayanan pencegahan anemia bagi remaja putri di seluruh Indonesia.

Perhatian tersebut berkaitan dengan perkembangan program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang dilaporkan pemerintah pada November 2026.

Program ini penting karena kesehatan remaja berhubungan dengan kesiapan belajar, kebugaran, serta kualitas kesehatan generasi muda.

Kemenkes Catat Cakupan Konsumsi TTD Nasional

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tertanggal 4 November 2026 yang dipublikasikan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pada 5 November, cakupan konsumsi TTD sesuai standar secara nasional tercatat sebesar 42,56 persen dari 11.069.712 sasaran remaja putri.

Sementara itu, Provinsi Gorontalo mencatat capaian sekitar 64,57 persen.

Data tersebut menunjukkan cakupan konsumsi suplemen sesuai standar, bukan persentase remaja yang telah didiagnosis mengalami anemia.

Pemerintah Daerah Perkuat Pendampingan

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjelaskan bahwa pelaksanaan program memerlukan koordinasi dengan dinas pendidikan, sekolah, guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan kader kesehatan remaja.

Keterangan tersebut diberitakan ANTARA pada 6 November 2026.

Anang menekankan bahwa ketersediaan tablet perlu disertai edukasi dan pemantauan konsumsi secara berkelanjutan.

Sebagai konteks, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes dalam publikasi 16 Maret 2026 menjelaskan bahwa pengetahuan remaja mengenai manfaat TTD masih menjadi tantangan.

Analisis tersebut merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia 2023 dan tidak boleh dianggap sebagai hasil survei baru tahun 2026.

Pernyataan Ketua Umum — Reza Prasatria Dharma

Reza Prasatria Dharma — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, menempatkan pemerataan pelayanan kesehatan remaja sebagai bagian penting dari agenda kontrol sosial mahasiswa.

DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak cukup diukur melalui jumlah suplemen yang dibagikan, tetapi juga berdasarkan ketepatan sasaran, pendampingan tenaga kesehatan, dan kepatuhan konsumsi sesuai pedoman medis.

Organisasi mendorong pemerintah memastikan remaja putri di seluruh wilayah, termasuk yang tidak bersekolah, memperoleh akses informasi dan pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan.

Pertanyaan Pengawasan Mahasiswa

Bagaimana distribusi TTD di setiap provinsi? Apakah seluruh sekolah memiliki pendampingan tenaga kesehatan? Bagaimana remaja putri yang tidak bersekolah memperoleh pelayanan? Apakah tersedia mekanisme penanganan keluhan setelah mengonsumsi TTD?

Empat Rekomendasi Perbaikan

1. Pemerataan distribusi. Kemenkes dan dinas kesehatan perlu memetakan ketersediaan TTD berdasarkan wilayah. Indikatornya kesesuaian persediaan dengan jumlah sasaran. Manfaatnya memperluas akses, dengan keterbatasan logistik daerah terpencil.

2. Penguatan UKS. Dinas pendidikan, sekolah, dan puskesmas perlu meningkatkan edukasi serta pendampingan. Indikatornya cakupan kegiatan dan kepatuhan konsumsi. Keterbatasannya adalah kapasitas tenaga pendamping.

3. Pemantauan kesehatan. Puskesmas perlu menyediakan informasi dan penanganan keluhan sesuai pedoman medis. Indikatornya tindak lanjut keluhan dan pemeriksaan yang diperlukan. Kerahasiaan data kesehatan wajib dijaga.

4. Pengawasan partisipatif. Perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa dapat membantu edukasi serta penelitian akses pelayanan. Indikatornya laporan yang terverifikasi dan rekomendasi yang ditindaklanjuti. Kegiatan harus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.

DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat memperkuat kerja sama demi pelayanan kesehatan remaja yang semakin merata, berkualitas, dan berkelanjutan.

KOLABORASI – INTEGRITAS – PRESTASI

banner 336x280
Secret Link