Dari 100 Ribu Data UMKM, Baru 267 Teridentifikasi Siap Ekspor, DPN Elang Tiga Hambalang: Produk Rakyat Harus Naik Kelas
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT ā Rabu, 2 September 2026. Kesiapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memasuki pasar internasional menjadi perhatian Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH). Organisasi menilai peluang ekspor harus diperluas, tetapi pelaku usaha...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT ā Rabu, 2 September 2026. Kesiapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memasuki pasar internasional menjadi perhatian Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH). Organisasi menilai peluang ekspor harus diperluas, tetapi pelaku usaha rakyat juga membutuhkan penguatan fundamental agar mampu mempertahankan pasar secara berkelanjutan.
Fakta Terverifikasi Terbaru
Smesco Indonesia pada 1 September 2026 menyatakan telah mengidentifikasi 267 UMKM yang siap memasuki pasar ekspor dari sekitar 100 ribu data UMKM yang dimilikinya. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan potensi pengembangan usaha, termasuk kemampuan memperluas pasar ke luar negeri.
Smesco telah menghubungi langsung 1.083 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 551 UMKM teridentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk memperoleh fasilitasi menuju pasar ekspor. Tantangan yang masih dihadapi antara lain pemasaran, pembiayaan, dan perizinan.
Di sisi lain, peluang pasar sebenarnya cukup besar. Kementerian Perdagangan mencatat transaksi melalui program UMKM BISA Ekspor mencapai 251 juta dolar AS atau sekitar Rp4,49 triliun sepanjang semester I-2026. Sekitar 60ā70 persen UMKM yang difasilitasi melalui program tersebut sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman juga menekankan bahwa ekspor perlu ditopang fundamental usaha dan posisi yang kuat di pasar domestik sehingga kegiatan ekspor dapat berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya satu kali pengiriman.
Sikap DPN Elang Tiga Hambalang
DPN Elang Tiga Hambalang menilai data tersebut memperlihatkan besarnya pekerjaan untuk meningkatkan kesiapan UMKM Indonesia. Pelaku usaha kecil yang belum siap ekspor tidak semestinya hanya dinilai sebagai kekurangan, tetapi perlu diberikan jalan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas usahanya.
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa produk rakyat Indonesia mempunyai peluang besar untuk bersaing, tetapi pelaku UMKM membutuhkan pendampingan yang konkret dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, pemasaran, dan kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah konsisten.
Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan keberhasilan program pemberdayaan sebaiknya diukur dari perubahan nyata pada usaha masyarakat: bertambahnya omzet, meningkatnya kapasitas produksi, terbukanya lapangan kerja, serta bertambahnya UMKM yang memperoleh pembeli nasional maupun internasional.
DPN ETH juga mendorong pemerintah memperluas program pendampingan hingga kabupaten dan sentra-sentra produksi. UMKM daerah jangan sampai kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan informasi, jaringan bisnis, teknologi, atau akses pembiayaan.
Organisasi sejalan dengan pentingnya penguatan pasar domestik. Pasar dalam negeri yang kuat dapat menjadi fondasi bagi UMKM untuk menguji konsistensi kualitas dan meningkatkan kapasitas sebelum bersaing secara berkelanjutan di pasar global.
Bagi DPN Elang Tiga Hambalang, UMKM tidak cukup hanya disebut tulang punggung perekonomian. Usaha rakyat harus diberikan kesempatan nyata untuk tumbuh, naik kelas, membuka lapangan kerja, dan membawa produk Indonesia ke pasar dunia.
Dari Hambalang untuk Indonesia ā kuatkan usaha rakyat, besarkan produk lokal, dan buka pasar dunia bagi UMKM Indonesia.





