Kementan tambah bantuan pertanian untuk 20.200 hektare di Riau, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang minta tepat sasaran
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β Sabtu, 19 September 2026. Kementerian Pertanian Republik Indonesia menambah dukungan sektor pertanian dan perkebunan di Provinsi Riau berupa bibit kelapa untuk lahan seluas 10.200 hektare dan benih padi untuk penanaman hingga 10.000 hektare. Program...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β Sabtu, 19 September 2026. Kementerian Pertanian Republik Indonesia menambah dukungan sektor pertanian dan perkebunan di Provinsi Riau berupa bibit kelapa untuk lahan seluas 10.200 hektare dan benih padi untuk penanaman hingga 10.000 hektare.
Program yang mencakup total sekitar 20.200 hektare tersebut menjadi perhatian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang. Organisasi itu menilai bantuan pemerintah perlu dikawal hingga tingkat kelompok tani agar penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar menghasilkan peningkatan produksi serta pendapatan petani.
Berdasarkan laporan ANTARA pada 17 September 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bantuan bibit kelapa diberikan karena Riau masih mempunyai potensi lahan yang besar untuk pengembangan komoditas tersebut. Menteri Pertanian menyebut masih terdapat sekitar 73.000 hektare lahan kelapa yang berpotensi ditanami di Riau.
Benih padi diarahkan untuk 10.000 hektare
Selain kelapa, pemerintah menyiapkan bantuan benih padi untuk target penanaman hingga 10.000 hektare.
Dalam laporan yang sama, disebutkan sekitar 1.900 hektare telah ditanami dan sekitar 1.700 hektare sedang dalam proses, dengan bantuan benih sebanyak 124 ton. Total luas sawah di Riau disebut mencapai sekitar 59.000 hektare.
Menteri Pertanian meminta percepatan penanaman. Target awal diarahkan pada 5.000 hektare hingga Desember 2026, dengan peluang pengembangan berikutnya apabila kemampuan penanaman di daerah memungkinkan.
Program benih untuk 10.000 hektare tersebut diperkirakan dapat menjangkau sekitar 20.000 keluarga. Pemerintah juga merencanakan gabah yang dihasilkan petani dapat diserap Perum Bulog sehingga produksi daerah dapat kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: pastikan petani menjadi penerima manfaat
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai besarnya bantuan harus diikuti dengan pendataan penerima, pengawasan distribusi, pendampingan budidaya, serta evaluasi hasil panen.
Menurut Satuan Petani Elang Tiga Hambalang, ukuran keberhasilan program tidak cukup hanya berdasarkan luas lahan yang memperoleh alokasi bantuan. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memastikan bibit dan benih benar-benar diterima petani yang memiliki lahan siap tanam.
βBantuan sebesar ini harus sampai kepada petani yang benar-benar membutuhkan dan lahannya siap ditanami. Jangan sampai bibit dan benih hanya tercatat sebagai bantuan yang disalurkan, tetapi tidak memberikan hasil nyata bagi petani.β
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga meminta adanya keterbukaan mengenai kelompok tani penerima, lokasi lahan, luas penanaman, serta realisasi penanaman sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan program.
Dari bantuan menuju peningkatan pendapatan petani
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa bantuan bibit dan benih merupakan tahap awal. Pendampingan setelah penanaman, ketersediaan pupuk, pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga kepastian penyerapan hasil produksi juga perlu diperhatikan.
Khusus komoditas kelapa, pengembangan perkebunan dinilai perlu disambungkan dengan hilirisasi agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah. Kementerian Pertanian sebelumnya menyatakan pengembangan kelapa nasional diarahkan pada peremajaan tanaman tua dan rusak, perluasan areal baru, penggunaan benih unggul, serta hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.
Karena itu, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap program di Riau memiliki indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi, mulai dari berapa hektare yang benar-benar ditanami, berapa petani yang menerima manfaat, produktivitas yang dihasilkan, hingga dampaknya terhadap pendapatan petani.
Sumber: ANTARA dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





