EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Produksi kopi Taput capai 15.998 ton, DPP Elang Tiga Hambalang Sumut soroti peningkatan pendapatan petani

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

MEDAN, SUMATERA UTARA — Minggu, 20 September 2026 Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan perluasan pertanaman kopi Arabika menjadi 19.252 hektare pada 2026. Sebelumnya, pada 2025 luas pertanaman tercatat 16.922,57 hektare dengan produksi mencapai 15.998,96 ton. Pengembangan salah satu komoditas unggulan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

MEDAN, SUMATERA UTARA — Minggu, 20 September 2026 Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan perluasan pertanaman kopi Arabika menjadi 19.252 hektare pada 2026. Sebelumnya, pada 2025 luas pertanaman tercatat 16.922,57 hektare dengan produksi mencapai 15.998,96 ton.

Pengembangan salah satu komoditas unggulan Sumatera Utara tersebut mendapat perhatian Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara.

banner 468x60

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai peningkatan luas tanaman perlu diikuti peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, akses pasar, dan pendapatan petani.

“Target perluasan perkebunan kopi merupakan peluang besar bagi Tapanuli Utara. Namun keberhasilannya jangan hanya dihitung dari berapa hektare lahan yang ditanami atau berapa juta bibit yang dibagikan. Ukuran akhirnya harus terlihat dari peningkatan produksi, harga yang diterima petani, dan kesejahteraan keluarga petani,” kata Bahar.

2,2 juta bibit kopi ditanam

Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Tapanuli Utara meluncurkan Gerakan Tanam Serentak 2,2 juta batang bibit kopi yang dipusatkan di Desa Jambur Nauli, Kecamatan Tarutung, Jumat (18/9/2026).

Gerakan tersebut dilaksanakan secara terintegrasi di sembilan kecamatan, yakni Tarutung, Siborongborong, Muara, Pagaran, Sipoholon, Siatas Barita, Sipahutar, Pangaribuan, dan Garoga.

Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menekankan pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada penanaman. Pemerintah daerah ingin program tersebut dikawal sampai tahap panen, pascapanen, dan pemasaran sehingga memberikan nilai tambah kepada petani.

Bahar menilai pendekatan tersebut penting karena perluasan tanaman baru membutuhkan pendampingan jangka panjang.

“Bibit yang ditanam hari ini baru akan memberikan hasil setelah melalui proses panjang. Karena itu pendampingan, pupuk, pengendalian hama, akses pembiayaan, dan kepastian pasar harus dipersiapkan sejak awal,” ujarnya.

2.000 hektare dikembangkan

Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Utara Victor Siagian mengatakan pengembangan kawasan kopi seluas 2.000 hektare merupakan hasil kolaborasi Pemkab Tapanuli Utara, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan lahan produktif sekaligus meningkatkan daya saing kopi Arabika Tapanuli Utara.

Sebanyak 2,2 juta batang bibit disalurkan kepada kelompok tani secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 845 ribu batang, tahap kedua 510 ribu batang, dan tahap ketiga sebanyak 845 ribu batang.

Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara meminta distribusi bibit dilakukan secara transparan dengan penerima dan lokasi penanaman yang dapat dipantau.

Bahar mengatakan pengawasan diperlukan bukan untuk menghambat program, melainkan memastikan jutaan bibit benar-benar ditanam, dirawat, dan berkembang menjadi tanaman produktif.

Petani jangan berhenti sebagai pemasok bahan mentah

Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara juga menyoroti peluang hilirisasi kopi.

Menurut Bahar, peningkatan produksi perlu dibarengi penguatan koperasi atau kelompok tani, fasilitas pengolahan pascapanen, peningkatan kualitas biji kopi, pengemasan, pembangunan merek lokal, serta perluasan akses pasar.

Pasar kopi nasional dan internasional memberikan peluang bagi daerah penghasil kopi untuk meningkatkan nilai tambah. Karena itu, pengembangan kopi di Tapanuli Utara diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi bahan mentah.

“Petani jangan hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kita ingin semakin banyak nilai ekonomi yang tinggal di Tapanuli Utara. Kalau kualitas produksi diperkuat kemudian masuk ke pengolahan, pengemasan, dan pemasaran, akan ada ruang usaha serta lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Bahar.

Dorong regenerasi petani kopi

Pengembangan perkebunan kopi juga dinilai dapat menjadi peluang bagi generasi muda di Tapanuli Utara.

Pemkab Tapanuli Utara tengah mendorong pembangunan pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan perkebunan.

Bahar berharap anak muda melihat perkebunan kopi sebagai kegiatan ekonomi yang memiliki prospek apabila dikelola menggunakan teknologi, pengolahan modern, pemasaran digital, dan akses pasar yang baik.

“Regenerasi petani penting. Kita perlu menciptakan kondisi agar anak-anak muda tidak melihat pertanian sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai sektor usaha yang produktif dan memiliki masa depan,” ujarnya.

Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menyatakan akan mengikuti perkembangan program 2,2 juta bibit tersebut, terutama realisasi penanaman, tingkat keberhasilan tanaman, produktivitas, hingga dampaknya terhadap pendapatan petani.

Dengan target perluasan pertanaman menjadi 19.252 hektare, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi kopi Tapanuli Utara, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat dari sektor hulu hingga hilir.

Sumber: ANTARA Sumatera Utara, 18 September 2026.

Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang

banner 336x280