92 kelompok tani Sukoharjo terima pompa air Kementan, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang minta bantuan benar-benar produktif
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 20 September 2026 Sebanyak 92 kelompok tani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menerima bantuan 92 unit pompa air yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan air irigasi, menjaga...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 20 September 2026 Sebanyak 92 kelompok tani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menerima bantuan 92 unit pompa air yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan air irigasi, menjaga produktivitas pertanian, serta mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau.
Bantuan diserahkan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo pada Jumat, 18 September 2026. Penerimanya tersebar di 12 kecamatan dan 60 desa/kelurahan.
Program tersebut mendapat perhatian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang. Organisasi itu menilai bantuan alat dan mesin pertanian harus diikuti pengawasan pemanfaatan sehingga pompa benar-benar digunakan untuk mengairi lahan dan meningkatkan produksi.
“Bantuan pompa air sangat penting, terutama ketika petani menghadapi kekurangan air. Tetapi ukuran keberhasilannya bukan pada berapa banyak pompa yang dibagikan. Yang harus dilihat adalah berapa luas sawah yang akhirnya bisa mendapatkan air dan berapa besar peningkatan produksi petani,” demikian pernyataan Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
78 pompa 4 inci dan 14 pompa 6 inci
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan bantuan tersebut terdiri atas 78 unit pompa berukuran 4 inci dan 14 unit berukuran 6 inci. Total keseluruhannya mencapai 92 unit.
Bantuan diberikan kepada 92 kelompok tani dan diharapkan membantu menjamin ketersediaan air bagi kegiatan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga meminta kelompok tani penerima menjaga, merawat dan mengelola pompa secara baik. Penggunaannya diharapkan dilakukan secara tertib sehingga memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok tani.
Penyuluh pertanian juga mempunyai peran penting dalam melakukan pendampingan agar pemanfaatan bantuan berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: jangan sampai pompa hanya tersimpan
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai pengawasan setelah penyerahan bantuan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan program.
Pompa yang telah diterima kelompok tani harus mempunyai pola penggunaan dan perawatan yang jelas. Sumber air serta wilayah persawahan yang akan mendapatkan manfaat juga perlu dipetakan.
“Jangan sampai pompa sudah dibagikan tetapi akhirnya lebih banyak tersimpan. Bantuan negara harus bekerja di sawah, membantu petani mendapatkan air dan menghasilkan panen,” demikian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Organisasi tersebut menilai setiap bantuan pertanian sebaiknya mempunyai ukuran keberhasilan yang dapat dievaluasi.
Selain jumlah alat yang disalurkan, pemerintah dapat melihat luas lahan yang memperoleh tambahan pasokan air, peningkatan luas tanam, produktivitas hingga perubahan pendapatan petani setelah bantuan digunakan.
Kekeringan menjadi tantangan petani
Ketersediaan air menjadi salah satu tantangan petani ketika memasuki musim kemarau. Karena itu, pompa air dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu menjaga keberlanjutan kegiatan produksi.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan bantuan pompa juga perlu dipadukan dengan perbaikan jaringan irigasi.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melakukan pemetaan berbagai intervensi terhadap jaringan irigasi, termasuk saluran hingga tingkat tersier. Langkah tersebut penting untuk mengetahui dampak pembangunan dan perbaikan irigasi terhadap luas tanam maupun hasil produksi.
Menurut Satuan Petani Elang Tiga Hambalang, persoalan ketersediaan air tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan menyediakan mesin pompa.
Ketersediaan sumber air, saluran distribusi, bahan bakar atau energi untuk mengoperasikan pompa, biaya perawatan serta kemampuan kelompok tani mengelolanya juga perlu diperhitungkan.
Bantuan harus berdampak pada pendapatan petani
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemanfaatan 92 pompa tersebut dapat dievaluasi setelah digunakan dalam musim tanam.
Evaluasi dapat mencakup luas lahan yang memperoleh tambahan pasokan air, perubahan indeks pertanaman, produktivitas, biaya operasional pompa serta perkembangan pendapatan petani.
“Kalau sebelumnya petani terkendala menanam karena kekurangan air, kemudian setelah mendapatkan pompa dapat meningkatkan aktivitas tanam dan hasil panennya, itulah manfaat yang harus kita kejar.
Organisasi itu juga mengingatkan bahwa bantuan pemerintah merupakan fasilitas untuk kepentingan kelompok. Karena itu, pengelolaannya harus transparan dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada anggota kelompok tani.
Pemanfaatan pompa secara bergiliran juga dapat menjadi salah satu pilihan apabila terdapat beberapa lahan yang bergantung pada sumber air dan peralatan yang sama.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai mekanisasi dan pembangunan infrastruktur pertanian pada akhirnya harus memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan produksi sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Air tersedia, sawah produktif
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman pangan.
Ketika pasokan air dapat dijaga, petani mempunyai peluang lebih besar mempertahankan kegiatan tanam pada kondisi cuaca yang lebih kering.
Namun, keberhasilan tersebut tetap membutuhkan dukungan faktor lainnya, seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian, penyuluhan serta kepastian penyerapan hasil panen.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap bantuan pompa di Sukoharjo dapat menjadi fasilitas produktif yang benar-benar digunakan untuk kepentingan petani.
“Air ada, sawah terjaga, produksi meningkat dan petani semakin sejahtera. Itu yang harus menjadi tujuan akhirnya.
Sumber: Kementerian Pertanian/Pemerintah Kabupaten Sukoharjo
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





