Mentan pastikan stok beras kuat hingga panen Maret 2027, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang minta produksi petani tetap dijaga
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 20 September 2026 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi stok beras nasional cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki musim panen berikutnya pada Maret 2027. Pemerintah juga melakukan langkah antisipasi menghadapi...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 20 September 2026 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi stok beras nasional cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki musim panen berikutnya pada Maret 2027. Pemerintah juga melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kering dan potensi dampak El Nino terhadap produksi pertanian.
Kondisi ketahanan pangan tersebut mendapat perhatian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang. Organisasi itu menilai kekuatan stok nasional perlu terus ditopang dengan menjaga produksi di tingkat petani, memastikan ketersediaan air dan pupuk, serta memberikan kepastian pasar bagi hasil panen.
“Stok beras yang kuat merupakan kabar penting bagi masyarakat. Namun, kekuatan pangan nasional harus dimulai dari petani. Sawah harus tetap produktif, kebutuhan produksi tersedia dan hasil panen petani harus mempunyai kepastian untuk diserap,” demikian pernyataan Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Produksi, irigasi dan pupuk jadi penopang
Menteri Pertanian menyebut penguatan produksi, pembangunan irigasi, serta kebijakan pupuk menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketersediaan beras di tengah siklus produksi pertanian.
Kementerian Pertanian juga melakukan antisipasi terhadap ancaman kekeringan melalui penguatan infrastruktur pertanian, antara lain irigasi, embung, irigasi perpompaan, optimalisasi lahan sawah dan rawa, serta program cetak sawah.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai berbagai program tersebut harus dapat dirasakan langsung di tingkat lahan.
Keberadaan infrastruktur air menjadi semakin penting ketika petani menghadapi musim kering. Daerah sentra produksi yang berpotensi mengalami kekurangan air perlu dipetakan sejak awal sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sebelum tanaman mengalami kerusakan.
Ketersediaan beras nasional disebut kuat
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertanian, potensi produksi dari tanaman padi yang berada di lapangan diproyeksikan setara sekitar 10 juta ton beras dari luas tanaman sekitar 3,8 juta hektare.
Pemerintah juga menyebut cadangan yang dikelola Perum Bulog berada di kisaran 5 juta ton.
Menteri Pertanian menyebut kebutuhan konsumsi beras nasional berada pada kisaran 2,5 hingga 2,6 juta ton per bulan. Data produksi, cadangan pemerintah dan ketersediaan beras di masyarakat menjadi bagian dari perhitungan pemerintah dalam menjaga ketahanan pasokan.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai besarnya stok beras tidak boleh membuat perhatian terhadap keberlanjutan produksi berikutnya berkurang.
“Ketahanan pangan tidak berhenti pada berapa juta ton beras yang tersedia hari ini. Kita juga harus memastikan siapa yang akan memproduksi pangan bulan depan dan musim berikutnya. Petani harus terus mendapatkan ruang untuk berproduksi secara menguntungkan,” ujar Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
Hadapi El Nino, petani perlu perlindungan
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai ancaman kekeringan perlu menjadi perhatian karena gangguan produksi di tingkat lahan dapat berpengaruh langsung terhadap hasil panen dan pendapatan petani.
Organisasi tersebut meminta pemerintah daerah bersama penyuluh pertanian dan kelompok tani memperkuat pemetaan sumber air, kondisi jaringan irigasi, jadwal tanam serta ketersediaan sarana produksi di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Langkah pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu tanaman mengalami kekurangan air atau gagal panen.
Penggunaan pompa air dan sumber air alternatif juga perlu dipersiapkan pada sentra produksi yang membutuhkan, terutama ketika curah hujan mulai berkurang.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan penguatan cadangan pangan dan peningkatan produksi harus berjalan secara bersamaan.
Kesejahteraan petani bagian dari ketahanan pangan
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mengingatkan keberhasilan menjaga stok beras nasional sebaiknya tidak hanya dinilai berdasarkan jumlah beras yang tersedia di gudang.
Harga gabah yang diterima petani, biaya produksi, ketersediaan pupuk, kondisi irigasi, produktivitas lahan hingga kepastian penyerapan hasil panen harus menjadi bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan pangan.
Ketika produksi meningkat tetapi biaya produksi juga meningkat dan harga gabah yang diterima petani tidak menguntungkan, keberlanjutan usaha tani dapat terganggu.
Karena itu, petani perlu ditempatkan sebagai bagian utama dalam pembangunan ketahanan pangan nasional.
“Petani harus ditempatkan sebagai bagian utama dari ketahanan pangan. Kalau petaninya kuat, produktif dan memperoleh penghasilan yang layak, keberlanjutan produksi pangan Indonesia juga akan semakin kuat.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap pemerintah terus menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai konsumen dengan kesejahteraan petani sebagai produsen.
Ketersediaan beras yang cukup bagi masyarakat harus berjalan bersama dengan terciptanya usaha tani yang produktif, efisien dan memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
Sumber: Kementerian Pertanian/ANTARA
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





