EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

DBD Pekanbaru mencapai 535 kasus, Muflihun minta pencegahan diperkuat hingga tingkat RT/RW

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

PEKANBARU — Rabu, 2 September 2026 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru membutuhkan perhatian serius. Hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 535 kasus DBD dan satu pasien meninggal dunia. Sebelumnya, data hingga akhir Juli menunjukkan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

PEKANBARU — Rabu, 2 September 2026 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru membutuhkan perhatian serius. Hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 535 kasus DBD dan satu pasien meninggal dunia.

Sebelumnya, data hingga akhir Juli menunjukkan 534 kasus. Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Tuah Madani sebanyak 86 kasus, disusul Marpoyan Damai 85 kasus dan Bukit Raya 66 kasus. Korban meninggal dunia dilaporkan merupakan warga Kecamatan Tuah Madani.

banner 468x60

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Abu Bakar, meminta Dinas Kesehatan lebih rutin melakukan edukasi langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut perlu melibatkan puskesmas, kader posyandu, pemerintah kecamatan dan kelurahan hingga perangkat RT/RW.

Pencegahan DBD dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pengasapan atau fogging. Pemberantasan sarang nyamuk, pemeriksaan jentik secara berkala serta penerapan gerakan 3M Plus harus menjadi kegiatan rutin di lingkungan permukiman.

Gerakan 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air. Langkah tambahan dapat dilakukan dengan menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, menyatakan angka 535 kasus DBD harus menjadi peringatan bersama bagi pemerintah dan seluruh masyarakat.

“Catatan 535 kasus dan satu korban meninggal dunia tidak boleh dianggap sebagai angka biasa. Dinas Kesehatan bersama kecamatan, kelurahan, puskesmas, kader posyandu serta RT dan RW harus memperkuat edukasi dan pemeriksaan lingkungan secara rutin,” kata Muflihun dalam draf pernyataannya.

Menurutnya, pemerintah perlu memetakan wilayah rawan secara terbuka agar kegiatan pencegahan dapat diprioritaskan di kecamatan dan kelurahan dengan jumlah kasus tinggi.

“Pencegahan harus dilakukan sebelum ada warga yang jatuh sakit. Pemeriksaan jentik, gotong royong membersihkan lingkungan dan gerakan 3M Plus perlu dijalankan secara berkala, bukan hanya ketika kasus meningkat,” ujarnya.

Muflihun juga mengajak masyarakat segera memeriksakan anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, mual, muncul bintik merah atau gejala lain yang mengarah pada DBD.

“Fogging sebaiknya dilaksanakan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dan kebutuhan di lapangan. Langkah utama tetap memutus tempat berkembang biaknya nyamuk melalui kebersihan lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat,” lanjutnya.

Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru menyatakan siap terlibat dalam kegiatan edukasi dan gotong royong bersama masyarakat. Muflihun berharap pemerintah menyediakan informasi perkembangan kasus secara berkala sehingga masyarakat mengetahui tingkat risiko di wilayah masing-masing.

“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama agar kasus DBD dapat ditekan dan tidak ada lagi korban jiwa di Kota Pekanbaru,” tutup Muflihun.

Berdasarkan pemberitaan terbaru, jumlah kasus DBD Pekanbaru telah mencapai 535 kasus. Angka tersebut bertambah satu kasus dibandingkan data Januari–Juli 2026 yang mencatat 534 kasus dan satu korban meninggal dunia.

banner 336x280