DPN ELANG TIGA HAMBALANG APRESIASI PENANGANAN GEMPA NTT: PASTIKAN BANTUAN SAMPAI KEPADA RAKYAT
H. Safrizal: Jangan Ada Masyarakat Terdampak yang Terlewat dari Bantuan Ganda Satria Dharma: Konektivitas adalah Infrastruktur Darurat, Komunikasi Harus Tetap Hidup Saat Bencana JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang (ETH) menyampaikan keprihatinan dan solidaritas...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
H. Safrizal: Jangan Ada Masyarakat Terdampak yang Terlewat dari Bantuan
Ganda Satria Dharma: Konektivitas adalah Infrastruktur Darurat, Komunikasi Harus Tetap Hidup Saat Bencana
JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang (ETH) menyampaikan keprihatinan dan solidaritas kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi serta memberikan apresiasi kepada pemerintah, TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan seluruh unsur masyarakat yang bekerja dalam operasi kemanusiaan.
DPN Elang Tiga Hambalang menilai penanganan bencana NTT harus terus dikawal hingga memasuki tahap pemulihan dan rekonstruksi. Besarnya bantuan yang telah dihimpun harus diikuti distribusi yang cepat, tepat sasaran, transparan dan mampu menjangkau masyarakat yang berada di wilayah sulit diakses.
954 Ton Bantuan Telah Didistribusikan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma menuju wilayah terdampak di Labuan Bajo dan Maumere sejak 15 hingga 22 Agustus 2026.
BNPB mencatat total bantuan yang masuk ke Pos Pendukung Logistik Nasional mencapai sekitar 1.541 ton dari 72 donatur, yang berasal dari kementerian/lembaga, TNI, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan dan berbagai mitra.
Distribusi bantuan melalui jalur udara telah dilakukan melalui 68 sorti penerbangan, dengan sekitar 651 ton dikirim menuju Labuan Bajo dan 303 ton menuju Maumere.
H. Safrizal: Negara Harus Hadir Sampai ke Titik Terjauh
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang, H. Safrizal, menyampaikan apresiasi terhadap besarnya gerakan kemanusiaan untuk masyarakat NTT.
Namun menurutnya, jumlah bantuan yang besar belum menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan penanganan bencana. Hal yang paling penting adalah memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Atas nama keluarga besar Elang Tiga Hambalang, kami menyampaikan keprihatinan dan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Kami juga mengapresiasi pemerintah, TNI, Polri, BNPB, tenaga kesehatan, relawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang bergerak membantu korban,” ujar H. Safrizal.
Ia meminta distribusi bantuan terus diperkuat hingga menjangkau daerah terpencil dan masyarakat yang mengalami kesulitan akses.
“Ratusan ton bantuan sudah bergerak menuju NTT. Sekarang yang harus kita pastikan adalah bantuan tersebut sampai ke tangan rakyat yang benar-benar membutuhkan. Jangan sampai ada desa, keluarga, lansia, anak-anak, ibu hamil ataupun penyandang disabilitas yang terlewat hanya karena wilayahnya sulit dijangkau,” tegas Safrizal.
ETH: Transparansi Distribusi Bantuan Harus Dijaga
DPN Elang Tiga Hambalang juga mendorong pengelolaan bantuan dilakukan secara transparan dan terkoordinasi.
Data mengenai bantuan yang masuk, lokasi penyaluran, jumlah penerima serta kebutuhan yang masih belum terpenuhi perlu terus diperbarui sehingga masyarakat dan para donatur dapat mengetahui perkembangan penanganan bencana.
H. Safrizal menegaskan:
“Dalam situasi bencana, kecepatan sangat penting, tetapi ketepatan dan transparansi juga tidak kalah penting. Bantuan merupakan amanah kemanusiaan. Setiap kilogram beras, setiap selimut, setiap obat dan setiap rupiah yang dipercayakan untuk korban harus benar-benar memberikan manfaat kepada mereka.”
Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink
Selain dukungan logistik BNPB, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyerahkan 15 ton bantuan logistik serta 20 perangkat Starlink untuk mendukung masyarakat terdampak dan konektivitas di lokasi bencana.
Bantuan logistik meliputi kebutuhan pokok seperti beras, makanan, air mineral, selimut, tikar dan kebutuhan lainnya.
Perangkat Starlink disalurkan untuk membantu komunikasi masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi petugas dalam penanganan keadaan darurat.
Komdigi juga menyatakan seluruh 812 site/BTS di 11 kabupaten/kota NTT yang sempat terdampak telah berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi normal.
Ganda Satria Dharma: Komunikasi Saat Bencana Bisa Menyelamatkan Nyawa
Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.
Menurut Ganda, dalam keadaan bencana jaringan telekomunikasi bukan sekadar fasilitas untuk berkomunikasi, tetapi telah menjadi bagian penting dari infrastruktur penanganan keadaan darurat.
“Kami mengapresiasi langkah Komdigi memulihkan BTS dan mengirim perangkat konektivitas. Dalam kondisi bencana, komunikasi bisa menyelamatkan nyawa. Petugas membutuhkan komunikasi untuk koordinasi, keluarga membutuhkan informasi mengenai anggota keluarganya dan masyarakat membutuhkan akses informasi mengenai bantuan serta layanan kesehatan,” ujar Ganda Satria Dharma.
Ia menilai pengalaman NTT harus menjadi bahan evaluasi nasional untuk memperkuat sistem komunikasi darurat Indonesia.
“Indonesia merupakan negara yang menghadapi risiko berbagai bencana alam. Karena itu, setiap daerah rawan bencana perlu mempunyai sistem komunikasi cadangan yang dapat segera diaktifkan ketika jaringan utama terganggu,” tegas Ganda.
Penanganan Tidak Boleh Berhenti Setelah Masa Darurat
DPN Elang Tiga Hambalang mengingatkan bahwa tantangan besar berikutnya adalah fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah perlu memastikan pemulihan rumah masyarakat, sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, jembatan, listrik, air bersih, telekomunikasi serta kegiatan ekonomi masyarakat.
Ganda Satria Dharma menegaskan pemulihan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari agenda pascabencana.
“Setelah tenda dan bantuan darurat, kita harus memikirkan bagaimana masyarakat kembali bekerja, petani kembali berproduksi, pedagang kembali berusaha dan anak-anak kembali bersekolah. Pemulihan NTT harus berarti memulihkan kehidupan masyarakat secara utuh,” katanya.
ETH Serukan Gerakan Solidaritas Nasional untuk NTT
DPN Elang Tiga Hambalang mengajak seluruh jajaran organisasi dan masyarakat Indonesia memperkuat solidaritas untuk NTT.
Bantuan sebaiknya menyesuaikan kebutuhan aktual yang disampaikan instansi berwenang sehingga tidak menimbulkan penumpukan barang yang tidak diperlukan.
BNPB menyebut kebutuhan nonpangan yang masih mendesak antara lain tenda keluarga, terpal, kasur lipat, selimut, matras, genset, perlengkapan kebersihan dan kebutuhan bayi. Untuk pangan, kebutuhan antara lain sembako, makanan siap saji, air mineral, beras dan makanan ringan.
ETH juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan semangat gotong royong dan tidak menyebarkan informasi bencana yang belum terverifikasi.
Dari Hambalang untuk NTT: Duka Mereka adalah Duka Indonesia
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal menegaskan bahwa bencana di NTT merupakan panggilan kemanusiaan bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Dari Hambalang kami menyampaikan kepada saudara-saudara kami di NTT: kalian tidak sendiri. Dari Sabang sampai Merauke kita adalah satu keluarga besar Indonesia. Ketika satu daerah terluka, seluruh bangsa harus bergerak membantu,” tegas H. Safrizal.
Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma menambahkan:
“Bencana menguji kemampuan negara, tetapi sekaligus menunjukkan kekuatan gotong royong bangsa Indonesia. Mari kita kawal bantuan, pulihkan konektivitas, bangun kembali fasilitas yang rusak dan pastikan masyarakat NTT dapat bangkit lebih kuat.”
DPN Elang Tiga Hambalang mengajak pemerintah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, relawan dan seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan membantu NTT.
—
DEWAN PIMPINAN NASIONAL
ELANG TIGA HAMBALANG
Ketua Umum: H. Safrizal
Sekretaris Jenderal: Ganda Satria Dharma
Dari Hambalang untuk Indonesia
Hambalang – Bogor – Jawa Barat
23 Agustus 2026
“NTT TIDAK SENDIRI — BANTU RAKYATNYA, PULIHKAN DAERAHNYA, BANGKIT BERSAMA UNTUK INDONESIA.”





