DPN ELANG TIGA HAMBALANG SOROTI PENGUATAN HUBUNGAN INDONESIA–CHINA: INVESTASI HARUS PERKUAT KEDAULATAN DAN KEPENTINGAN NASIONAL
H. Safrizal: Indonesia Harus Berdiri sebagai Mitra Strategis yang Setara Ganda Satria Dharma: Kerja Sama Pertahanan Jangan Mengurangi Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Elang Tiga Hambalang (ETH) menyoroti semakin...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
H. Safrizal: Indonesia Harus Berdiri sebagai Mitra Strategis yang Setara
Ganda Satria Dharma: Kerja Sama Pertahanan Jangan Mengurangi Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia
JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Elang Tiga Hambalang (ETH) menyoroti semakin kuatnya hubungan strategis antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat China setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Pertahanan China Dong Jun bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah rangkaian Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue/CSD) Indonesia–China dan Pertemuan Tingkat Menteri Kedua Mekanisme Dialog 2+2 Indonesia–China, yang mempertemukan menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.
DPN Elang Tiga Hambalang memandang perkembangan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik bilateral, tetapi memiliki arti strategis bagi kepentingan ekonomi, investasi, pertahanan, keamanan serta posisi geopolitik Indonesia di tengah perubahan tatanan dunia.
Hubungan Indonesia–China Memasuki Babak Strategis
Indonesia dan China telah sepakat memperdalam kemitraan perdagangan dan investasi serta memperkuat kerja sama manufaktur. Dalam rangkaian dialog tersebut, kedua negara juga membahas penguatan koordinasi pembangunan dan keamanan.
Sementara Dialog 2+2 membahas penguatan kerja sama politik, pertahanan dan keamanan pada tingkat bilateral, regional maupun global.
Indonesia dan China juga menegaskan komitmen mempercepat penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan dengan tetap menjunjung sentralitas ASEAN.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Jakarta–Beijing kini menyentuh sejumlah sektor strategis sekaligus, mulai dari ekonomi dan investasi hingga pertahanan dan stabilitas kawasan.
H. Safrizal: Indonesia Harus Menjadi Mitra Setara, Bukan Sekadar Pasar
Ketua Umum DPN Perkumpulan Elang Tiga Hambalang, H. Safrizal, menyatakan hubungan Indonesia dengan China harus dilihat dari perspektif kepentingan nasional Indonesia.
Menurutnya, ETH mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun hubungan baik dengan berbagai negara sepanjang kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia.
“Elang Tiga Hambalang mendukung langkah Presiden Prabowo membangun hubungan strategis dengan China maupun negara-negara sahabat lainnya. Tetapi prinsip dasarnya harus jelas: Indonesia harus berdiri sebagai negara berdaulat dan mitra yang setara. Kerja sama harus memberikan keuntungan nyata bagi Indonesia dan rakyat Indonesia,” tegas H. Safrizal.
Menurut Safrizal, masuknya investasi asing harus diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi nasional, bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar.
“Investasi harus menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia, memperkuat industri nasional, meningkatkan transfer teknologi, memberikan nilai tambah terhadap sumber daya alam kita dan membuka kesempatan bagi pengusaha nasional serta UMKM untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.
“Kita terbuka terhadap investasi, tetapi kepentingan bangsa harus menjadi nomor satu. Indonesia jangan hanya menjadi tempat mengambil bahan baku dan menjual produk. Kita harus menjadi negara produsen yang kuat dan mempunyai kemampuan teknologi sendiri,” kata Safrizal.
Ganda Satria Dharma: Indonesia Jangan Terseret Rivalitas Kekuatan Besar
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN Perkumpulan Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, menilai penguatan hubungan Indonesia–China harus ditempatkan dalam kerangka politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Menurut Ganda, dunia saat ini sedang menghadapi kompetisi geopolitik yang semakin kompleks. Karena itu, kedekatan Indonesia dengan satu negara tidak seharusnya dimaknai sebagai keberpihakan Indonesia dalam rivalitas kekuatan besar.
“Indonesia harus tetap menjadi Indonesia. Kita dapat bekerja sama dengan China, Amerika Serikat, negara-negara ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Australia, Uni Eropa, Rusia, India, Timur Tengah dan negara sahabat lainnya tanpa kehilangan kebebasan menentukan kepentingan nasional kita sendiri,” ujar Ganda Satria Dharma.
Ia menilai kekuatan Indonesia justru terletak pada kemampuannya membangun hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa kehilangan kemandirian politik luar negeri.
“Kerja sama pertahanan boleh diperkuat sepanjang memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan pertahanan nasional dan tetap menghormati kedaulatan Indonesia. Tetapi Indonesia tidak boleh terseret menjadi bagian dari persaingan blok kekuatan besar,” tegas Ganda.
Pertahanan Harus Memperkuat Kemandirian Indonesia
DPN Elang Tiga Hambalang berpandangan bahwa kerja sama pertahanan dengan negara lain seharusnya diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menjaga wilayah dan kedaulatannya sendiri.
Kerja sama tersebut dapat mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan, teknologi, industri pertahanan serta bentuk kerja sama lain yang sesuai dengan kepentingan nasional dan ketentuan hukum Indonesia.
ETH menilai Indonesia mempunyai posisi geografis yang sangat strategis karena berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik serta berada pada jalur perdagangan internasional yang penting.
Karena itu, setiap kebijakan pertahanan dan diplomasi harus memperhitungkan kepentingan jangka panjang Indonesia.
Laut China Selatan: Kedaulatan Indonesia Tidak Bisa Ditawar
DPN Elang Tiga Hambalang juga memberikan perhatian terhadap perkembangan Laut China Selatan.
Indonesia dan China dalam Dialog 2+2 kembali mendorong penyelesaian Code of Conduct Laut China Selatan dan menegaskan pentingnya menjaga perdamaian serta kemakmuran kawasan.
ETH berpandangan Indonesia harus terus mengambil peran dalam mendorong penyelesaian persoalan kawasan melalui diplomasi dan hukum internasional dengan tetap mempertahankan kepentingan nasional.
H. Safrizal menegaskan bahwa hubungan ekonomi yang baik dengan negara mana pun tidak boleh mengurangi ketegasan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya.
“Persahabatan adalah persahabatan, investasi adalah investasi, tetapi kedaulatan adalah harga mati. Hubungan baik dengan negara mana pun harus berjalan beriringan dengan penghormatan penuh terhadap wilayah dan kepentingan nasional Republik Indonesia,” tegas Safrizal.
ETH Dukung Diplomasi Presiden Prabowo yang Berorientasi Kepentingan Nasional
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Wang Yi dan Dong Jun menjadi bagian penting dari perkembangan hubungan kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan harapan agar Indonesia dan China memperkuat kerja sama strategis secara menyeluruh dalam bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi dan bidang lainnya.
Presiden juga menyambut lebih banyak perusahaan China untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di Indonesia.
DPN Elang Tiga Hambalang mendukung diplomasi tersebut sepanjang implementasinya memberikan manfaat konkret bagi pembangunan nasional.
Menurut Ganda Satria Dharma, ukuran keberhasilan diplomasi pada akhirnya bukan hanya banyaknya pertemuan atau kesepakatan yang ditandatangani.
“Diplomasi yang kuat harus bisa diterjemahkan menjadi manfaat bagi rakyat. Ada investasi, harus ada lapangan kerja. Ada kerja sama teknologi, harus ada transfer pengetahuan. Ada kerja sama pertahanan, harus memperkuat kemampuan Indonesia. Ada hubungan strategis, maka posisi tawar Indonesia juga harus semakin kuat,” ujarnya.
Dari Hambalang: Indonesia Bersahabat dengan Semua, Berdaulat di Atas Kepentingannya Sendiri
DPN Elang Tiga Hambalang memandang perubahan geopolitik dunia harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai kekuatan penting di kawasan Indo-Pasifik sekaligus salah satu negara besar di Global South.
Indonesia mempunyai modal besar berupa jumlah penduduk, sumber daya alam, posisi geografis, kekuatan ekonomi serta peran strategis di ASEAN.
Karena itu, ETH mendorong pemerintah agar setiap kemitraan internasional diarahkan untuk memperbesar kapasitas nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin Indonesia bersahabat dengan semua bangsa. Tetapi persahabatan itu harus dibangun di atas kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan. Merah Putih dan kepentingan rakyat Indonesia harus selalu berada di atas kepentingan lainnya,” tutup Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal.
Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma menambahkan:
“Dari Hambalang kami mendukung Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan dunia: tidak menjadi pengikut kekuatan mana pun, mampu berdiri di atas kaki sendiri, bersahabat dengan semua negara dan berani mempertahankan kepentingan nasional.”
DPN PERKUMPULAN ELANG TIGA HAMBALANG
Ketua Umum: H. Safrizal
Sekretaris Jenderal: Ganda Satria Dharma
Dari Hambalang untuk Indonesia
Hambalang – Bogor – Jawa Barat
23 Agustus 2026
“BERSAHABAT DENGAN SEMUA NEGARA — BERDAULAT DALAM MENENTUKAN MASA DEPAN INDONESIA.”





